Cerita 'Horor' dari Narapidana Korupsi di Lapas Sukamiskin

Dythia Novianty, Bagus Santosa

Jum'at, 07 Juli 2017 | 21:53 WIB
Cerita 'Horor' dari Narapidana Korupsi di Lapas Sukamiskin
Ketua Pansus Hak Angket KPK Agun Gunandjar Sudarsa keluar gerbang Lapas Sukamiskin usai meminta keterangan kepada narapidana kasus korupsi di Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/7). [Antara]

Suara.com - ‎‎Panitia Khusus (Pansus) Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan kunjungan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.‎ Di tempat itu, mereka menggali cerita dari para narapidana tentang kinerja penyidik KPK.‎

Anggota Pansus Angket KPK Masinton Pasaribu mengatakan, banyak cerita 'horor' yang dia dapat dari kesaksian para narapidana di sana.

"Duh horor deh pokoknya," kata Masinton di DPR, Jumat (7/7/2017).

Masinton bercerita, ada narapidana yang diberikan obat ketika diperiksa. Efek dari pemberian obat itu, katanya, membuat orang menjadi merasa tidak sadarkan diri. Sehingga, selalu menginformasikan berbagai pertanyaan penyidik ketika diperiksa.

"Awalnya, si narapidana ini mengaku sakit. Kemudian KPK membawa orang yang katanya dokter KPK. Habis ‎dikasihkan obat ya udah dia merasa enggak sadar. Nge-fly‎," kata Masinton.

Ada lagi cerita narapidana, saat diperiksa penyidik KPK dalam keadaan tangan dan kaki terborgol. Kemudian, si narapidana dibawa berkeliling menggunakan mobil hingga 23 jam sambil dipaksa mengakui kejahatannya. ‎

Tidak hanya itu, ‎Masinton juga mendapatkan cerita kalau ada penyidik KPK yang meminjam uang namun tidak dikembalikan. Si penyidik, menurutnya, meminjam uang sebesar Rp5 miliar kepada narapidana dengan alasan untuk memancing operasi tangkap tangan. Setelah uang diberikan, penyidik KPK itu tidak muncul lagi dan hal itu sudah terjadi beberapa tahun yang lalu.

Namun, semua informasi ini tidak bulat-bulat diterima oleh Pansus Angket KPK. Masinton mengatakan, informasi tersebut akan dikonfirmasi kepada Pansus Angket KPK untuk menguji kebenarannya. Karenanya, dia berharap, KPK bisa hadir dalam rapat dengan Pansus Angket KPK.‎

"Tapi kan begini, itu kan cuma informasi yang diterima ke kita, perlu kita kroscek lagi. Artinya, bukan satu-satunya sumber informasi kita. Ya, sedang kita pilah, kita verifikasi. Kan tidak semua informasi kita telan mentah-mentah," kata Politikus PDI Perjuangan ini.‎

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Politikus PDIP Kritik KPK yang Dianggap 'Dewa'

Politikus PDIP Kritik KPK yang Dianggap 'Dewa'

News | Sabtu, 06 Mei 2017 | 16:16 WIB

Masinton Angkat Bicara Soal Tudingan KPK

Masinton Angkat Bicara Soal Tudingan KPK

News | Sabtu, 22 April 2017 | 23:36 WIB

Masinton: "KPK Kriminalisasi Saya"

Masinton: "KPK Kriminalisasi Saya"

News | Sabtu, 22 April 2017 | 16:33 WIB

Masinton: Pemanggilan Eko Patrio Oleh Polisi Tidak Tepat

Masinton: Pemanggilan Eko Patrio Oleh Polisi Tidak Tepat

News | Jum'at, 16 Desember 2016 | 14:53 WIB

Ini Penjelasan LP Sukamiskin soal Foto Gayus di Restoran

Ini Penjelasan LP Sukamiskin soal Foto Gayus di Restoran

News | Senin, 21 September 2015 | 12:59 WIB

Luthfi Hasan Tiba di LP Sukamiskin

Luthfi Hasan Tiba di LP Sukamiskin

Foto | Jum'at, 26 September 2014 | 11:51 WIB

Terkini

Kaya Buah, tapi Tak Selalu Terjangkau: Menggugat Sistem Pangan Indonesia

Kaya Buah, tapi Tak Selalu Terjangkau: Menggugat Sistem Pangan Indonesia

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:35 WIB

Menengok Jejak Perpaduan Budaya dalam Musik Indonesia lewat Pameran Popularia

Menengok Jejak Perpaduan Budaya dalam Musik Indonesia lewat Pameran Popularia

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:34 WIB

Menko PMK Sugiono Apresiasi Kinerja Satgas PRR dan Tekankan Mitigasi Perubahan Iklim

Menko PMK Sugiono Apresiasi Kinerja Satgas PRR dan Tekankan Mitigasi Perubahan Iklim

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:18 WIB

Pabrik Sepatu di Banten PHK Massal dan Pindah ke Jateng, UMR Jadi Alasan?

Pabrik Sepatu di Banten PHK Massal dan Pindah ke Jateng, UMR Jadi Alasan?

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:18 WIB

Tantangan Media: Menangkap Nilai Pasar, Menjaga Demokrasi

Tantangan Media: Menangkap Nilai Pasar, Menjaga Demokrasi

Video | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:10 WIB

Indeks CFX10 Turun Tipis 0,17%, Aset Kripto Ethereum Anjlok

Indeks CFX10 Turun Tipis 0,17%, Aset Kripto Ethereum Anjlok

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:09 WIB

Eric Bauza, Pengisi Suara Ikonik Bugs Bunny Meninggal Dunia

Eric Bauza, Pengisi Suara Ikonik Bugs Bunny Meninggal Dunia

Entertainment | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:03 WIB

'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu

'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:02 WIB

Halmahera Hingga Batam Dilirik Bahlil Jadi Lokasi Pengembangan Pembangkit Listrik Nuklir

Halmahera Hingga Batam Dilirik Bahlil Jadi Lokasi Pengembangan Pembangkit Listrik Nuklir

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Pura-pura Beli Motor Buat Istri, Pria di Tambora Gasak PCX Showroom Demi Foya-foya

Pura-pura Beli Motor Buat Istri, Pria di Tambora Gasak PCX Showroom Demi Foya-foya

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:57 WIB

×