Serangan Udara Pimpinan Saudi Tewaskan Puluhan Warga Yaman

Syaiful Rachman

Kamis, 20 Juli 2017 | 00:52 WIB
Serangan Udara Pimpinan Saudi Tewaskan Puluhan Warga Yaman
Sebuah desa di Yaman porak-poranda akibat serangan udara koalisi pimpinan Arab Saudi [AFP]

Suara.com - Sedikitnya 20 warga sipil Yaman tewas dan banyak lainnya luka-luka saat sebuah serangan koalisi pimpinan Arab Saudi menyerang sebuah desa di selatan, kata pejabat dari gerakan bersenjata Houthi dan pemerintah pada Rabu (19/7/2017).

Perserikatan Bangsa Bangsa mengatakan korban pemboman pada Selasa (18/7/2017), yang terjadi di desa al-Atera di Provinsi Taiz dimana pertempuran antara dua kelompok di Yaman telah meningkat, adalah pengungsi internal.

Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional memastikan bahwa sekitar 20 orang terbunuh, termasuk wanita dan anak-anak. Pemerintah namun tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang serangan tersebut.

Menteri hak asasi manusia Yaman, Mohammed Askar, menyerukan penyelidikan pemerintah atas apa yang dia gambarkan sebagai "kejadian yang tidak menguntungkan." Sementara juru bicara Houthi Mohammed Abdul-Salam mengutuknya sebagai "kejahatan mengerikan".

Shabia Mantoo, juru bicara Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) di Yaman, mengatakan sebagian besar dari mereka yang terbunuh diyakini berasal dari keluarga yang sama.

Pasukan pemerintah yang didukung oleh koalisi telah berjuang untuk merebut sebuah pangkalan militer besar di daerah tersebut selama beberapa bulan.

Koalisi yang dipimpin oleh Arab Saudi dibentuk pada tahun 2015 untuk melawan Huthi yang bersekutu dengan Iran setelah mereka menguasai ibu kota Sanaa.

Serangan pada Selasa adalah yang terbaru dari serangkaian pemboman koalisi yang melanda sekolah, rumah sakit, pasar dan rumah-rumah pribadi di Yaman utara.

Negara Arab yang miskin itu hancur akibat perang, yang telah menewaskan lebih dari 10.000 orang dan memicu wabah kolera di antara 300.000 orang.

Ribuan orang telah mengungsi dan lebih dari satu juta orang terpaksa meninggalkan rumah mereka di seluruh negeri, menurut Perserikatan Bangsa Bangsa.

Sebelumnya koalisi pimpinan Arab Saudi, yang berperang di Yaman, mencegah penerbangan Perserikatan Bangsa-Bangsa membawa petugas badan bantuan ke ibu kota dikuasai Houthi, Sanaa, karena tiga wartawan asing juga ikut, kata sumber penerbangan.

Koalisi itu, yang ikut campur dalam perang Yaman pada 2015 untuk mendukung pemerintah diakui antarbangsa Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi, menguasai wilayah udara Yaman dan dapat mencegah penerbangan tanpa izin lebih dulu.

Sumber penerbangan mengatakan pesawat itu dicegah terbang dari Jibuti ke Sanaa karena tiga wartawan BBC berada di dalamnya.

Juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa memastikan berita itu.

"Koalisi itu menyatakan keamanan wartawan tersebut tidak dapat dijamin di daerah kekuasaan pemberontak dan menyarankan ketiga wartawan itu melakukan perjalanan dengan penerbangan niaga," kata Ahmed Ben Lassoued, juru bicara Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa Untuk Penggalangan Urusan Kemanusiaan (OCHA) di Yaman.

"Sangat disayangkan dan sebagian menjelaskan mengapa Yaman, salah wilayah bencana kemanusiaan terbesar di dunia, tidak mendapat cukup perhatian di media antarbangsa," tambahnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hizbut Tahrir Dinyatakan Sesat dan Ilegal di Negara-negara Ini

Hizbut Tahrir Dinyatakan Sesat dan Ilegal di Negara-negara Ini

News | Rabu, 19 Juli 2017 | 15:56 WIB

Konflik di Yaman Tewaskan 22 Orang

Konflik di Yaman Tewaskan 22 Orang

News | Rabu, 19 Juli 2017 | 08:36 WIB

Perempuan Pakai Rok Mini di Arab Ditangkap

Perempuan Pakai Rok Mini di Arab Ditangkap

News | Rabu, 19 Juli 2017 | 07:23 WIB

Pakai Rok Mini di Kota Wahabi, Wanita Ini Diburu Kerajaan Saudi

Pakai Rok Mini di Kota Wahabi, Wanita Ini Diburu Kerajaan Saudi

News | Selasa, 18 Juli 2017 | 21:10 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×