Walau Jadi Tersangka, Novanto Ikut Pimpin Paripurna RUU Pemilu

Kamis, 20 Juli 2017 | 11:37 WIB
Walau Jadi Tersangka, Novanto Ikut Pimpin Paripurna RUU Pemilu
Rapat Paripurna DPR [suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Ketua DPR Setya Novanto ikut memimpin rapat paripurna untuk mengambil keputusan keputusan hasil revisi Undang-Undang tentang Penyelenggaraan Pemilu, Kamis (20/7/2017).

Novanto yang kini menjadi tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP ‎duduk di antara Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR Agus Hermanto, dan Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan. Rapat paripurna dipimpin oleh Fadli Zon.

Sebelum rapat paripurna memasuki agenda utama, Novanto mengambil sumpah anggota Fraksi PDI Perjuangan Erwin Tobing dari daerah pemilihan Kalimantan Barat yang menggantikan Karolin Margaret.

Hingga pukul 11.00 WIB, rapat paripurna dihadiri 385 anggota dari total 555 anggota. Rinciannya dari PDI Perjuangan (96 orang), Partai Golkar (70 orang), Partai Gerindra (35 orang), Partai Demokrat (42 orang), PAN (26 orang), PKB (16 orang), PKS (25 orang), PPP (29 orang), Nasdem (31 orang), dan Hanura (15 orang).

Pengambilan keputusan RUU Pemilu akan dilakukan dalam rapat paripurna karena di tingkat Panitia Khusus RUU Penyelenggaraan Pemilu tidak menemukan kata sepakat.

Ada lima isu krusial yang belum disepakati yaitu tentang presidential threshold, parliamentary threshold, sistem pemilu, alokasi kursi, dan metode konversi suara.

Lima paket itu nanti akan dijadikan bahan voting bila tidak menemukan kata musyawarah mufakat.

Paket A: presidential treshold (20-25 persen) parliamentary treshold (4 persen), sistem pemilu (terbuka), alokasi kursi (3-10 kursi), metode konversi suara (saint lague murni).

Paket B: presidential treshold (0 persen,) parliamentary treshold (4 persen), sistem pemilu (terbuka), alokasi kursi (3-10 kursi), metode konversi suara (kuota hare).

Paket C: presidential treshold (10-15 persen) parliamentary treshold (4 persen), sistem pemilu (terbuka), alokasi kursi (3-10 kursi), metode konversi suara (kuota hare).

Paket D: presidential treshold (10-15 persen) parliamentary treshold (5 persen), sistem pemilu (terbuka), alokasi kursi (3-8 kursi), metode konversi suara (saint lague murni).

Paket E: presidential treshold (20-25 persen) parliamentary treshold (3,5 persen), sistem pemilu (terbuka), alokasi kursi (3-10 kursi), metode konversi suara (kuota hare).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI