Usai Sebut Negara Jelek, Duterte Bersumpah Tak Lagi Kunjungi AS

Ardi Mandiri Suara.Com
Sabtu, 22 Juli 2017 | 02:31 WIB
Usai Sebut Negara Jelek, Duterte Bersumpah Tak Lagi Kunjungi AS
Rodrigo Duterte. (AFP)

Suara.com - Presiden Filipina Rodrigro Duterte pada Jumat mengatakan bahwa dirinya tidak akan pernah mengunjungi Amerika Serikat, yang dia sebut sebagai negara "jelek." Duterte melontarkan pernyataan itu untuk merespon sejumlah anggota parlemen Amerika Serikat yang akan menentang kunjungan presiden Filipina tersebut ke Gedung Putih.

Sebelumnya, anggota Kongres dari negara bagian Massachusetts, James McGovern, mengatakan dalam rapat dengar pendapat Komisi Hak Asasi Manusia bahwa dirinya akan menentang kunjungan itu jika Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengundang pemimpin Filipina ke Gedung Putih.

Komisi yang terdiri dari sejumlah anggota majelis rendah Amerika Serikat itu bertemu pada Kamis di Washington untuk membahas kebijakan anti-narkoba berdarah Duterte yang telah menewaskan ribuan warga Filipina.

Sejumlah kelompok hak asasi manusia mengatakan bahwa sebagian besar kematian itu disebabkan oleh eksekusi oleh pihak kepolisian. Tudingan tersebut kemudian dibantah oleh pemerintah.

"Saya tidak punya waktu untuk mengunjungi Amerika Serikat selama menjadi presiden, ataupun setelahnya," kata Duterte, yang tidak pernah menyembunyikan kekesalannya kepada Amerika Serikat, meski Washington adalah sekutu lama negaranya.

"Jadi, apa yang membuat orang itu berpikir bahwa saya akan terbang ke Amerika?" kata dia kepada sejumlah wartawan, merujuk pada pernyataan McGovern.

"Saya sudah melihat Amerika dan ternyata jelek. Seharusnya Kongres Amerika Serikat memulai sendiri investigasi untuk pelanggaran hak asasi manusia di mana banyak orang tewas oleh persekusi di Timur Tengah," kata dia.

"Jika tidak, saya terpaksa harus menginvestigasi Anda (Amerika Serikat). Saya akan memulai dengan dosa-dosa lama Anda," kata Duterte.

Trump mendapat kritik tajam di Washington saat dia mengundang Duterte ke Gedung Putih saat kedua pemimpin itu berbicara melalui hubungan telepon pada April lalu. Dia tidak mengungkapkan kapn undangan resmi akan dikirim.

Sementara itu juru bicara Duterte mengatakan bahwa Trump memuji kinerja pemimpin Filipina. Sebuah bocoran transkrip yang diperoleh The New York Times menunjukkan bahwa Trump sempat mengatakan bahwa Duterte "melakukan pekerjaan luar biasa terkait persoalan narkoba."[Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI