Pelaku Kejahatan Siber Asal Cina Digoda Gaji Rp40 Juta per Bulan

Liberty Jemadu | Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Senin, 31 Juli 2017 | 22:36 WIB
Pelaku Kejahatan Siber Asal Cina Digoda Gaji Rp40 Juta per Bulan
Polisi menggiring warga negara asing yang diduga terlibat kejahatan siber saat dipindahkan ke Jakarta dari Mapolda Bali, Senin (31/7). [Antara/Nyoman Budhiana]

Suara.com - Direktur Tindak Pidana Siber Polri, Brigadir Jenderal Fadil Imran, menjelaskan ratusan warga negara Cina direkrut ke Indonesia untuk melaksanakan aksi kejahatan siber telah diiming-imingi dengan gaji sebesar Rp40 juta per bulan.

"Mereka akan bekerja disini digaji Rp40 juta sebulan. Mereka kerja untuk menjadi operator telekomunikasi," kata Fadil di Polda Metro Jaya, Senin (31/7/2017).

Fadil juga menyampaikan berdasarkan informasi yang diperoleh dari Kepolisian Cina, keuntungan yang ditaksir dari para pelaku selama menjalankan aksinya di Indonesia hampir sebesar Rp6 triliun rupiah.

Calon korban yang disasar para sindikat penipuan internasional ini adalah pejabat negara Cina dan pimpinan perusahaan swasta di Cina. Setelah mendapatkan data adanya pelanggaran hukum, mereka kemudian melancarkan aksinya dengan meneror para pejabat di negeri Tirai Bambu dengan berpura-pura sebagai aparat penegak hukum.

"Informasi yang kami terima adalah antara aset dengan jenis perusahaannya itu tidak berimbang antara kegiatan dan asetnya itu yang menjadi celah mereka masuk," kata dia.

Namun, Fadil tak bisa menjelaskan secara rinci perihal dugaan perkara para pejabat Cina yang dimanfaatkan para sindikat ini untuk melakukan pemerasan.

"Saya enggak tahu, apakah korupsi atau apa, tapi dari informasi dari pendapatan dan kegiatannya tidak berimbang," kata Fadil.

Wakil Kepala Satuan Tugas Khusus Polri Komisaris Besar Herry Heriawan menjelaskan total keuntungan para pelaku dari penipuan yang dilakukan di Cina dalam setahun diperkirakan bisa mencapai Rp26 Triliun.

"Kalau total selama satu tahun untuk keseluruhan Cina itu total ada Rp26 triliun yang dirugikan. Jadi bisa dibayangkan kalau penduduk cina ada 2,5 miliar ambil 10 persen saja sudah berapa yang kena tipu atau berapa kerugiannya," katanya.

Dari informasi Kepolisian Cina, lanjut Herry, kejahatan penipuan yang dilalukan sindikat ini sudah menjadi prioritas untuk diungkap karena korban penipuan ini sudah mencapai jutaan orang.

"Sebenarnya merupakan kejahatan yang paling meresahkan di sana, bahkan korbannya sampai jutaan orang. Jadi memang atensi atau perhatian pemerintah Cina. Mereka satu bulan yang lalu melakukan joint investigation dengan kami," kata dia..

Dalam penggerebekan di tiga lokasi yakni Jakarta, Surabaya dan Bali, Satgasus gabungan Bareskrim Polri dan Polda Metro menangkap 148 warga asal Cina. Penggerebekan di tiga lokasi itu dilakukan secara serentak pada Sabtu (29/7/2017).

Selain menangkap WNA, polisi juga berhasil menangkap lima warga negara Indonesia yang diduga turut ikut membantu para pelaku melakukan aksi kejahatan di Indonesia.

Terkait penangkapan ini, polisi akan langsung bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM guna mendeportasi ratusan pelaku ke negara asalnya. Polisi juga telah berkoordinasi dengan Kepolisian Cina agar kasus tersebut bisa diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Cina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Penipuan Digital Ramadan 2026 Meningkat, Waspadai Phishing, APK Palsu, dan Deepfake

Penipuan Digital Ramadan 2026 Meningkat, Waspadai Phishing, APK Palsu, dan Deepfake

Tekno | Selasa, 17 Maret 2026 | 08:14 WIB

Sidang Politik Terbesar China "Dua Sesi" Resmi Dimulai di Beijing

Sidang Politik Terbesar China "Dua Sesi" Resmi Dimulai di Beijing

Foto | Sabtu, 07 Maret 2026 | 09:00 WIB

Tionghoa Indonesia Diminta Perkuat Identitas Nasional di Tengah Arus Investasi Asing

Tionghoa Indonesia Diminta Perkuat Identitas Nasional di Tengah Arus Investasi Asing

Bisnis | Senin, 02 Maret 2026 | 08:27 WIB

Waspadalah! Niat Cari THR Digital Malah Bisa Jadi Pintu Jebakan Phising

Waspadalah! Niat Cari THR Digital Malah Bisa Jadi Pintu Jebakan Phising

Your Say | Rabu, 25 Februari 2026 | 08:25 WIB

Potret Perayaan Imlek di Sejumlah Daerah di Indonesia

Potret Perayaan Imlek di Sejumlah Daerah di Indonesia

Foto | Selasa, 17 Februari 2026 | 15:59 WIB

Apakah Orang Islam Boleh Merayakan Imlek? Ini Aturannya

Apakah Orang Islam Boleh Merayakan Imlek? Ini Aturannya

Lifestyle | Senin, 16 Februari 2026 | 10:47 WIB

Imlek Perayaan untuk Agama Apa? Begini Makna Aslinya

Imlek Perayaan untuk Agama Apa? Begini Makna Aslinya

Lifestyle | Jum'at, 13 Februari 2026 | 15:52 WIB

Warna Baju Apa yang Tidak Boleh Dipakai saat Imlek?

Warna Baju Apa yang Tidak Boleh Dipakai saat Imlek?

Lifestyle | Selasa, 10 Februari 2026 | 09:49 WIB

Apa Artinya Jika Hujan Turun saat Tahun Baru Imlek? Ini Mitos dan Makna yang Dipercaya

Apa Artinya Jika Hujan Turun saat Tahun Baru Imlek? Ini Mitos dan Makna yang Dipercaya

Lifestyle | Selasa, 10 Februari 2026 | 07:55 WIB

Merah Merona Kawasan Glodok Jelang Imlek

Merah Merona Kawasan Glodok Jelang Imlek

Foto | Senin, 09 Februari 2026 | 18:06 WIB

Terkini

Libur Lebaran 2026: Ragunan Diserbu Wisatawan, Targetkan 400 Ribu Pengunjung

Libur Lebaran 2026: Ragunan Diserbu Wisatawan, Targetkan 400 Ribu Pengunjung

News | Senin, 23 Maret 2026 | 13:38 WIB

Duduk Perkara Benjamin Netanyahu Bandingkan Yesus vs Genghis Khan

Duduk Perkara Benjamin Netanyahu Bandingkan Yesus vs Genghis Khan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 13:25 WIB

Kepadatan Kendaraan Menuju Puncak Bogor Meningkat 50 Persen, Satu Arah Diberlakukan Sejak Pagi

Kepadatan Kendaraan Menuju Puncak Bogor Meningkat 50 Persen, Satu Arah Diberlakukan Sejak Pagi

News | Senin, 23 Maret 2026 | 13:17 WIB

Lalu Lintas Kendaraan di Tol Jabodetabek dan Jawa Barat Masih Tinggi Pasca Lebaran

Lalu Lintas Kendaraan di Tol Jabodetabek dan Jawa Barat Masih Tinggi Pasca Lebaran

News | Senin, 23 Maret 2026 | 13:13 WIB

Seberapa Penting Selat Hormuz untuk Dunia?

Seberapa Penting Selat Hormuz untuk Dunia?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 13:04 WIB

Strategi Mengerikan Perang Iran, Makin Ganas Hingga Diprediksi Akan Kalahkan AS - Israel

Strategi Mengerikan Perang Iran, Makin Ganas Hingga Diprediksi Akan Kalahkan AS - Israel

News | Senin, 23 Maret 2026 | 12:52 WIB

Preseden Buruk Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, ICW Sebut Dewas Harus Periksa Pimpinan KPK

Preseden Buruk Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, ICW Sebut Dewas Harus Periksa Pimpinan KPK

News | Senin, 23 Maret 2026 | 12:39 WIB

4 Anggota BAIS TNI Terlibat Teror Air Keras, DPR Desak Pengusutan Transparan

4 Anggota BAIS TNI Terlibat Teror Air Keras, DPR Desak Pengusutan Transparan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 12:30 WIB

Jet Siluman Amerika Serikat Seperti Pesawat Mainan, Dipecundangi Iran Sampai Rontok

Jet Siluman Amerika Serikat Seperti Pesawat Mainan, Dipecundangi Iran Sampai Rontok

News | Senin, 23 Maret 2026 | 12:25 WIB

Krisis Iklim Menguat, Indonesia Butuh Komitmen Politik Kuat untuk Memitigasinya

Krisis Iklim Menguat, Indonesia Butuh Komitmen Politik Kuat untuk Memitigasinya

News | Senin, 23 Maret 2026 | 12:18 WIB