Bawa Kabur Istri Orang, Lelaki 60 Tahun Dikeroyok hingga Tewas

Chaerunnisa

Sabtu, 05 Agustus 2017 | 01:00 WIB
Bawa Kabur Istri Orang, Lelaki 60 Tahun Dikeroyok hingga Tewas
Ilustrasi lelaki jadi korban pembunuhan. [shutterstock]

Suara.com - Kapolres Ogan Komering Ulu, AKBP NK Widayana Sulandari, membenarkan telah terjadi kasus pengeroyokan terhadap korban Mualim hingga tewas di Desa Belatung. Menurutnya, korban Mualim sebelum meninggal tak sadarkan diri terkapar di jalan.

Dijelaskan Kapolres, saat didatangi di lokasi kejadian, ternyata korban masih hidup sehingga polisi langsung melakukan evakuasi dengan membawa ke UGD RSUD dr Ibnu Soetowo untuk dilakukan tindakan medis sekitar pukul 00.00 WIB.

"Saat di UGD korban masih menggerakkan tangannya, namun sekitar pukul 02.00 WIB saat dipindah ke ruang perawatan korban sudah tidak bergerak lagi, tapi denyut nadinya masih ada, dan sekitar pukul 02.30 WIB korban dinyatakan meninggal oleh pihak rumah sakit," kata kapolres didampingi Kapolsek Lubuk Batang AKP Samsu Rizal dan Kanit Reskrim Bripka Ibnu Salim saat dikonfirmasi di kamar mayat RSUD Ibnu Soetowo Baturaja, Jumat.

Sementara itu, mayat korban telah diambil keluarganya untuk dimakamkan, Jumat sekitar pukul 09.00 WIB.

"Hingga saat ini kita belum bisa memastikan motif pengeroyokan tersebut, karena pihak korban belum membuat laporan secara resmi ke Polsek Lubuk Batang. Namun kita sudah menggali informasi dari berbagai saksi di lokasi kejadian," ungkapnya.

Berdasarkan informasi di lapangan menyebutkan, gara-gara membawa lari istri orang, Mualim (60) warga Desa Marta Jaya, Batumarta Unit VI, OKU harus meregang nyawa lantaran dianiaya oleh keluarga perempuan yang dibawanya lari tersebut.

Berdasarkan informasi, kejadian pengeroyokan yang menyebabkan kematian tersebut bermula ketika korban Mualim membawa RS, perempuan cinta terlarangnya kabur. Namun, pihak keluarga RS yang sudah mempunyai suami, tidak terima dan melakukan pencarian.

Setelah 23 hari lari dan bersembunyi, Mualim dan RS ditemukan keluarga RS di kawasan Kabupaten Pali untuk kemudian dibawa pulang ke rumah keluarga RS di Desa Belatung, Kecamatan Lubuk Batang, OKU.

Setelah sampai di rumah, Kamis (3/8), ternyata keluarga RS sudah menanti kedatangan RS dan Mualim hingga terjadi kasus pengeroyokan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tegur Sopir Angkot, Dua Pelajar Babak Belur Dikeroyok

Tegur Sopir Angkot, Dua Pelajar Babak Belur Dikeroyok

News | Senin, 31 Juli 2017 | 10:30 WIB

Pencuri Motor di Bekasi Babak Belur Dikeroyok Massa

Pencuri Motor di Bekasi Babak Belur Dikeroyok Massa

News | Minggu, 30 Juli 2017 | 23:10 WIB

Dituding Jadi Simpanan, Perempuan Malang Dikeroyok di Depan Umum

Dituding Jadi Simpanan, Perempuan Malang Dikeroyok di Depan Umum

News | Selasa, 07 April 2015 | 09:14 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×