Datangi 'Rumah Sekap' KPK, Niko: "Dulu Lebih Kumuh"

Syaiful Rachman, Bagus Santosa

Jum'at, 11 Agustus 2017 | 19:28 WIB
Datangi 'Rumah Sekap' KPK, Niko: "Dulu Lebih Kumuh"
Rumah Aman KPK di Jalan TPA, RT 03/03, Cipayung, Depok, Jawa Barat, mendadak ramai pada Jumat (11/8/2017) sore. [Suara.com/Bagus Santosa]

Suara.com - Panitia Khusus Angket KPK ditemani Niko Panji Tirtayasa melakukan kunjungan ke 'rumah sekap' di Cipayung, Depok, Jumat (11/8/2017).

Rumah sekap ini ‎muncul dari pernyataan Niko saat memberikan keterangan dalam rapat dengar pendapat umum dengan Pansus Angket KPK beberapa waktu lalu.  

Rumah ini merupakan tempat ketika Niko diinterogasi terkait penyidikan kasus korupsi yang melibatkan Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Muchtar.

Niko bercerita, rumah yang didatangi ini sudah lebih baik dari sebelum dia tempati. Dia menempati rumah ini sejak Mei 2013 sampai Februari 2015.

"Dulu lebih kumuh dari ini. Kalau hujan pasti tergenang. Masih ada bekas-bekas airnya," kata Niko Panji sembari menunjuk beberapa sudut bekas air ditembok rumah.

Pengamatan suara.com, rumah ini berukuran sekira 10 x 10 meter ini. Rumah ini berada persis di pinggir Jalan TPA. Sementara di samping rumah ini hanyalah sebidang tanah kosong.

Ada empat kamar ‎yang ada di rumah ini. Satu kamar berada di depan di dekat ruangan semacam garasi. Sementara tiga kamar berada di ruang utama.

"Saya kalau tidur di ruang tengah, nggak tidur di kamar karena panas," kata Niko.

Dia menerangkan, selama di rumah ini dia bersama dua saksi kasus korupsi lainnya serta dua orang Penjaga yang ‎mengaku sebagai polisi.

"Kalau yang dua orang penjaganya itu tidur di kamar yang paling depan," tuturnya.

Di rumah ini, Niko merasa disekap karena tidak bisa berhubungan dengan dunia luar. Dia juga tidak bisa menghubungi keluarganya.

"Setiap pagi ada orang dari KPK yang mengecek kita. Selama itu kita nggak bisa kemana-mana," tuturnya.

Dua tahun belakangan ini, rumah tersebut tidak berpenghuni. Tidak heran bila di sejumlah sudut rumah sudah dipenuhi debu dan sarang laba-laba. ‎

Nanang, pemilik warung di depan rumah yang dititipi kunci oleh pemilik rumah, Yusman, mengatakan jika rumah tersebut disewakan. Biaya sewa yang dibanderol pemilik berkisar di angka Rp2,8 juta per bulan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pansus Angket DPR Ajukan Panggilan ke Pemimpin KPK

Pansus Angket DPR Ajukan Panggilan ke Pemimpin KPK

News | Jum'at, 11 Agustus 2017 | 17:45 WIB

Suramnya 'Rumah Sekap' KPK di Depok

Suramnya 'Rumah Sekap' KPK di Depok

News | Jum'at, 11 Agustus 2017 | 17:31 WIB

Elza Syarief Kembali Diperiksa KPK

Elza Syarief Kembali Diperiksa KPK

Foto | Jum'at, 11 Agustus 2017 | 15:08 WIB

Satu Anggota DPR Akan 'Susul' Setnov Jadi Tersangka Korupsi e-KTP

Satu Anggota DPR Akan 'Susul' Setnov Jadi Tersangka Korupsi e-KTP

News | Jum'at, 11 Agustus 2017 | 14:28 WIB

Terkini

Singapura Ancam Perusahaan Penyebab Kabut Asap dengan Denda Rp250 Miliar

Singapura Ancam Perusahaan Penyebab Kabut Asap dengan Denda Rp250 Miliar

News | Jum'at, 06 November 2026 | 22:00 WIB

Bukan Pegasus, Mengenal LIMS: Teknologi Penegak Hukum yang Dipakai Menyadap Prabowo

Bukan Pegasus, Mengenal LIMS: Teknologi Penegak Hukum yang Dipakai Menyadap Prabowo

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:35 WIB

Hindia Acungkan Tiga Jari di AMI Awards, Musisi Lain Ikut Bersolidaritas!

Hindia Acungkan Tiga Jari di AMI Awards, Musisi Lain Ikut Bersolidaritas!

Video | Jum'at, 06 November 2026 | 21:30 WIB

Bakal Jadi Kado 5 Abad, Jakarta Ajukan Kebun Raya Mangrove Pertama di Kamal Muara

Bakal Jadi Kado 5 Abad, Jakarta Ajukan Kebun Raya Mangrove Pertama di Kamal Muara

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:27 WIB

Panglima TNI Angkat Bicara Soal Dugaan Seskab Teddy Diperiksa POM TNI

Panglima TNI Angkat Bicara Soal Dugaan Seskab Teddy Diperiksa POM TNI

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:24 WIB

Soleman Ponto Sebut Tim Khusus Polri Belum Memadai, Desak BAIS dan BIN Usut Penyadapan Presiden

Soleman Ponto Sebut Tim Khusus Polri Belum Memadai, Desak BAIS dan BIN Usut Penyadapan Presiden

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:14 WIB

Jenazah Prajurit Korban Helikopter Mi-17 Berhasil Dievakuasi, Dimakamkan di Trenggalek

Jenazah Prajurit Korban Helikopter Mi-17 Berhasil Dievakuasi, Dimakamkan di Trenggalek

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:11 WIB

Tumbuh 19,6 Persen, Laba Bank Mandiri Tembus Rp46,5 Triliun per Oktober 2026

Tumbuh 19,6 Persen, Laba Bank Mandiri Tembus Rp46,5 Triliun per Oktober 2026

Jakarta | Jum'at, 06 November 2026 | 21:10 WIB

Miskonsepsi Frugal Living: Romantisasi Kemiskinan di Balik Nasihat Hemat

Miskonsepsi Frugal Living: Romantisasi Kemiskinan di Balik Nasihat Hemat

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 21:00 WIB

Demokrat Cetak Kemenangan Terbesar di Pemilu Sela AS, Donald Trump Tantrum

Demokrat Cetak Kemenangan Terbesar di Pemilu Sela AS, Donald Trump Tantrum

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:00 WIB

×