KPK Sebut Nilai Suap di PN Jakarta Selatan Rp300 Juta

Pebriansyah Ariefana, Ummi Hadyah Saleh

Senin, 21 Agustus 2017 | 23:03 WIB
KPK Sebut Nilai Suap di PN Jakarta Selatan Rp300 Juta
Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dan Basaria Panjaitan bersama penyidik KPK menunjukkan barang bukti hasil OTT di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (6/6).

Suara.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan menyebut ada uang Rp300 juta dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap panitera pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (21/8/2017).

"Iya (Uang diduga suap dalam OTT panitera pengganti PN Jakarta Selatan sebesar Rp 300 juta)," ujar Basaria saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Senin (21/8/2017).

Uang tersebut diduga diterima oleh panitera pengganti yang berinisial T dari dua pengacara yang ikut ditangkap penyidik KPK dalam operasi tangkap tangan.

Total dalam operasi tangkap tangan KPK sebanyak empat orang. Mereka adalah panitera pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, dua advokat dan seorang office boy PN Jakarta Selatan.

Basaria menuturkan penangkapan terhadap empat orang tersebut berkaitan dengan dugaan suap dalam penanganan perkara yang tengah disidangkan di PN Jaksel.

"Terdapat indikasi transaksi suap terkait dengan sengketa perdata yang sedang berproses di PN Jaksel. Informasi lebih lanjut akan kami sampaikan berikutnya," kata dia.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah belum bisa menjelaskan sumber uang dalam OTT.

"Terlalu dini saya kira kalau bicara itu sekarang. Kami konfirmasi dahulu peristiwanya, pihak-pihak yang diamankan, dan tim sekarang sedang melakukan pemeriksaan intensif," kata Febri.

Febri menambahkan pihaknya juga belum bisa menjelaskan identitas empat orang yang ditangkap dalam hasil OTT KPK di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

baca juga

"Belum bisa kita sampaikan saat ini. Perlu dilakukan pemeriksaan lebih dahulu. Karena itulah KPK minta waktu juga sekitar paling lama sekitar 24 jam setelah OTT ini dilakukan, sebelum kami umumkan secara lebih rinci apa informasi yang bisa disampaikan," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mantan Hakim Bilang Kalau ICW Berperan Cabut SK Hakim Tipikor

Mantan Hakim Bilang Kalau ICW Berperan Cabut SK Hakim Tipikor

News | Senin, 21 Agustus 2017 | 20:28 WIB

Ini Mobil Mewah yang Disegel Oleh OTT KPK di PN Jaksel

Ini Mobil Mewah yang Disegel Oleh OTT KPK di PN Jaksel

News | Senin, 21 Agustus 2017 | 17:46 WIB

Panitera PN Jaksel Diringkus Saat Berada di Ruang Kerja

Panitera PN Jaksel Diringkus Saat Berada di Ruang Kerja

News | Senin, 21 Agustus 2017 | 17:26 WIB

KPK Tangkap Panitera PN Jaksel, Segel Mobil Honda HR-V

KPK Tangkap Panitera PN Jaksel, Segel Mobil Honda HR-V

News | Senin, 21 Agustus 2017 | 15:40 WIB

Dapati 11 Penyelewengan, Pansus Angket Akan Klarifikasi ke KPK

Dapati 11 Penyelewengan, Pansus Angket Akan Klarifikasi ke KPK

News | Senin, 21 Agustus 2017 | 15:23 WIB

Elza Klaim Miryam Kecewa ke KPK karena BAP Bocor ke Publik

Elza Klaim Miryam Kecewa ke KPK karena BAP Bocor ke Publik

News | Senin, 21 Agustus 2017 | 12:55 WIB

Wapres JK: Diaspora Indonesia Jangan Tiru Johannes Marliem

Wapres JK: Diaspora Indonesia Jangan Tiru Johannes Marliem

News | Senin, 21 Agustus 2017 | 11:41 WIB

Masinton: Pansus Angket KPK Temukan Empat Penyimpangan Kerja KPK

Masinton: Pansus Angket KPK Temukan Empat Penyimpangan Kerja KPK

News | Senin, 21 Agustus 2017 | 11:04 WIB

Ini Cara Kartunis Dukung KPK

Ini Cara Kartunis Dukung KPK

Foto | Minggu, 20 Agustus 2017 | 18:19 WIB

Terkini

Garap Rentetan Saksi Korupsi HGB Summarecon, KPK Panggil Pejabat BPN Bogor hingga Petinggi Swasta

Garap Rentetan Saksi Korupsi HGB Summarecon, KPK Panggil Pejabat BPN Bogor hingga Petinggi Swasta

Bogor | Kamis, 05 November 2026 | 15:08 WIB

Korupsi Saat Bencana Bisa Berujung Hukuman Mati, Ini Kata Ketua Komisi III DPR

Korupsi Saat Bencana Bisa Berujung Hukuman Mati, Ini Kata Ketua Komisi III DPR

News | Kamis, 05 November 2026 | 15:08 WIB

Tak Hanya Emas, Tokenisasi CPO Jadi Peluang Baru Pasar Kripto RI

Tak Hanya Emas, Tokenisasi CPO Jadi Peluang Baru Pasar Kripto RI

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 15:03 WIB

BPS Akui Belanja Pemerintah Meroket di Q3 2026 Gegara Gaji Pegawai hingga MBG

BPS Akui Belanja Pemerintah Meroket di Q3 2026 Gegara Gaji Pegawai hingga MBG

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 15:01 WIB

Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau: Tentang Rasa Sakit yang Tak Pernah Benar-benar Pergi

Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau: Tentang Rasa Sakit yang Tak Pernah Benar-benar Pergi

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 15:00 WIB

Penjualan LCGC Turun 11 Persen pada 2026, Sektor Pembiayaan Buka Suara Soal Penyebabnya

Penjualan LCGC Turun 11 Persen pada 2026, Sektor Pembiayaan Buka Suara Soal Penyebabnya

Otomotif | Kamis, 05 November 2026 | 15:00 WIB

Ini Syarat Anak Disabilitas Masuk Sekolah Rakyat

Ini Syarat Anak Disabilitas Masuk Sekolah Rakyat

Sulsel | Kamis, 05 November 2026 | 14:59 WIB

Layanan Dokter ke Rumah 24 Jam Jadi Alternatif Akses Kesehatan di Surabaya

Layanan Dokter ke Rumah 24 Jam Jadi Alternatif Akses Kesehatan di Surabaya

Health | Kamis, 05 November 2026 | 14:58 WIB

HP realme Harga Rp2 Jutaan Punya Baterai hingga 8.000 mAh, Ini Pilihannya

HP realme Harga Rp2 Jutaan Punya Baterai hingga 8.000 mAh, Ini Pilihannya

Tekno | Kamis, 05 November 2026 | 14:58 WIB

Soroti Perlinduangan Anak di Asrama, KPAI Dorong Sekolah Rakyat Masuk Sistem Pendidikan Nasional

Soroti Perlinduangan Anak di Asrama, KPAI Dorong Sekolah Rakyat Masuk Sistem Pendidikan Nasional

News | Kamis, 05 November 2026 | 14:55 WIB

×