Begini Cara Kerja Saracen Sebar Ujaran Kebencian dan Isu SARA

Pebriansyah Ariefana, Welly Hidayat

Jum'at, 25 Agustus 2017 | 06:23 WIB
Begini Cara Kerja Saracen Sebar Ujaran Kebencian dan Isu SARA
Kombes Pol Awi Setiyono dari Mabes Polri didampingi Kabid Humas Polda Metro Jaya dan Analis Kebijakan Madya Divhumas Polri memberikan keterangan terkait penemuan bom Bekasi, di Jakarta, Minggu (11/12/2016). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Kepala Bagian Mitra Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Komisaris Besar Awi Setiyono menjelaskan proses kerja sindikat kelompok Saracen yang menyebarkan ujaran kebencian dan SARA melalui Facebook.

Kelompok Saracen ini memberikan proposal kepada pemesannya dengan mematok harga sebesar Rp75 juta. Adapun jumlah uang itu dibagikan untuk membuat situs website dan membayar sejumlah anggota Saracen untuk membuat ujaran kebencian.

"Proposal untuk pembuat website, dia patok harga Rp15 juta. Kemudian untuk membuat Buzzer sekitar 15 orang dikenakan biaya sebulan Rp45 juta," kata Awi di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (24/8/2017).

Sementara itu, Ketua Grup Saracen berinisial JAS (32), mendapatkan honor berbeda untuk mengunggah postingan provokatif yang mengandung isu SARA meminta upah sebanyak Rp10 juta.

"Kemudian dia (JAS) sendiri ketuanya itu mematok harga Rp10 juta. Kemudian untuk hal yang lainnya jadi total Rp72 juta dari angka yang tadi," kata Awi.

Awi menambahkan untuk dana yang sisa dari jumlah pengajuan proposal, bahkan ada dana yang disiapkan untuk media-media.

"Untuk semua terkait masalah pemesanan itu begini untuk proses penyidikan ini, penyidik menemukan ada satu proposal. Yang terakhir ada cost untuk wartawan," ujar Awi.

Awi mengatakan penyidik juga menemukan banyak sim card yang diduga dipakai kelompok sindikat Saracen untuk memalsukan komunikasi antara sesama anggota Saracen.

"Kami temukan sim card yang banyak. Sebanyak 50 lebih. Dia bergantian bahkan yang ketua sendiri ada sekitar kita temukan hate speech nya ada enam, ada juga akun - akun lainnya 11," kata Awi.

baca juga

Awi menyatakan bahwa Sindikat Saracen memiliki struktur organisasi yang berkomunikasi hanya melalui media sosial Internet saja.

"Semua mereka melalui internet. Melalui dunia maya mereka berkomunikasi," ujar Awi.

Selanjutnya penyidik.masih mendalami siapa pemesan ujaran kebencian ke Sindikat Saracen tersebut. Lantaran penyidik dalam introgasi para tersangka tidak kooperatif.

"Itu termasuk kemudian siapa yang pesan, sampai saat ini juga sangat tertutup bersangkutan (Para tersangka). Sulit diminta keterangan," ujar Awi.

Penyidik juga masih belum menemukan aliran dana keuangan Saracen. Sebab proses pemesanan ke Kelompok Saracen melalui jalur tunai.

"Penyidik belum menemukan aliran uang karena memang pengakuan selama ini cash. Dan itu perlu pembuktian. Nanti ada alat bukti lainnya," kata Awi.

Ketiga tersangka antara lain, JAS ( 32) ketua grup Kelompok Seracen, MFT merupakan koordinator grup Saracen (43) dan SRN (32). Polisi mengamankan barang bukti, antara lain, flash disk, laptop, telepon genggam, hard disk, dan memory card.

JAS dikenai Pasal 46 ayat 2 jo Pasal 30 ayat 2 tentang Tindak Lidana Ilegal Akses dan atau Pasal 46 ayat 1 jo Pasal 30 ayat 1 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang lTE. Sedangkan, MFT dan SRN dianggap melakukan ujaran kebencian dengan konten SARA sebagaimana dimaksud dalam Pasa| 45A ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 UU nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan UU ITE dan atau pasal 45 ayat 3 jo Pasal 27 ayat 3 UU ITE.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Bahas Kasus Seracen dengan Para Pegiat Medsos di Istana

Jokowi Bahas Kasus Seracen dengan Para Pegiat Medsos di Istana

News | Kamis, 24 Agustus 2017 | 17:05 WIB

Presiden Jokowi Kumpulkan Pegiat Media Sosial di Istana

Presiden Jokowi Kumpulkan Pegiat Media Sosial di Istana

News | Kamis, 24 Agustus 2017 | 16:40 WIB

Istana Apresiasi Polri Bongkar Sindikat 'Seracen' Penyebar Hoax

Istana Apresiasi Polri Bongkar Sindikat 'Seracen' Penyebar Hoax

News | Kamis, 24 Agustus 2017 | 15:48 WIB

Ini Daftar Tarif Fantastis Kelompok Saracen

Ini Daftar Tarif Fantastis Kelompok Saracen

News | Rabu, 23 Agustus 2017 | 21:33 WIB

Polisi: Kelompok Saracen Penyedia Jasa Meme Hate Speech

Polisi: Kelompok Saracen Penyedia Jasa Meme Hate Speech

News | Rabu, 23 Agustus 2017 | 19:22 WIB

Peran Tiga Tersangka Kelompok Saracen Terungkap

Peran Tiga Tersangka Kelompok Saracen Terungkap

News | Rabu, 23 Agustus 2017 | 17:47 WIB

Grup Saracen Pembuat Meme SARA Terbongkar, Tiga Orang Dibekuk

Grup Saracen Pembuat Meme SARA Terbongkar, Tiga Orang Dibekuk

News | Rabu, 23 Agustus 2017 | 17:35 WIB

Gerindra Laporkan Victor Laiskodat dengan UU ITE

Gerindra Laporkan Victor Laiskodat dengan UU ITE

News | Jum'at, 04 Agustus 2017 | 17:18 WIB

Apa Kata Rieke Diah Pitaloka Soal Perppu Ormas?

Apa Kata Rieke Diah Pitaloka Soal Perppu Ormas?

News | Jum'at, 28 Juli 2017 | 22:20 WIB

Terkini

Siap Garap Album Baru di Tahun 2027, My Chemical Romance Bakal Rehat Tur

Siap Garap Album Baru di Tahun 2027, My Chemical Romance Bakal Rehat Tur

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:45 WIB

Kabar Baik Warga Jakbar! Proyek Pelebaran Jalan Raya Joglo Dilanjutkan Usai Mandek Sejak 2019

Kabar Baik Warga Jakbar! Proyek Pelebaran Jalan Raya Joglo Dilanjutkan Usai Mandek Sejak 2019

News | Selasa, 03 November 2026 | 18:36 WIB

Tito Dorong Percepatan Penanganan Bencana, Daerah Diberi Ruang Tetapkan Status Tanggap Darurat

Tito Dorong Percepatan Penanganan Bencana, Daerah Diberi Ruang Tetapkan Status Tanggap Darurat

News | Selasa, 03 November 2026 | 18:36 WIB

Membaca Pikiran Orang Seperti Membaca Buku: Memahami Bahasa Tubuh Manusia

Membaca Pikiran Orang Seperti Membaca Buku: Memahami Bahasa Tubuh Manusia

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:35 WIB

Dari Cabut Izin hingga Kompensasi Korban, Ini 5 Tuntutan Koalisi soal Karhutla

Dari Cabut Izin hingga Kompensasi Korban, Ini 5 Tuntutan Koalisi soal Karhutla

News | Selasa, 03 November 2026 | 18:34 WIB

Dekan FEB Unair: Ekonomi Kuartal III-2026 Tumbuh 5,3 Persen, Investasi dan Manufaktur Menguat

Dekan FEB Unair: Ekonomi Kuartal III-2026 Tumbuh 5,3 Persen, Investasi dan Manufaktur Menguat

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 18:30 WIB

Sinopsis Love and Wifi in the Palace, Cinta Beda Zaman Lewat Smartphone

Sinopsis Love and Wifi in the Palace, Cinta Beda Zaman Lewat Smartphone

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:30 WIB

Bukan Hanya Warga Miskin, Desil 7-8 Juga Diusulkan Dapat BPJS PBI

Bukan Hanya Warga Miskin, Desil 7-8 Juga Diusulkan Dapat BPJS PBI

News | Selasa, 03 November 2026 | 18:28 WIB

Lip Balm Tinted untuk Apa? Intip Manfaat dan 3 Rekomendasinya

Lip Balm Tinted untuk Apa? Intip Manfaat dan 3 Rekomendasinya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 18:25 WIB

Bermain di Teras Saat Hujan, Bocah 12 Tahun di Gandus Palembang Tewas Tersengat Listrik

Bermain di Teras Saat Hujan, Bocah 12 Tahun di Gandus Palembang Tewas Tersengat Listrik

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 18:21 WIB

×