Terjadi Krisis Kemanusiaan di Myanmar, ASEAN Diminta Bertindak

Syaiful Rachman, Dian Kusumo Hapsari

Minggu, 03 September 2017 | 18:10 WIB
Terjadi Krisis Kemanusiaan di Myanmar, ASEAN Diminta Bertindak
Sekelompok warga Rohingya yang melarikan dari dari aksi kekejaman militer Myanmar, menuju kamp pengungsian di Ukhiya, Bangladesh [AFP]

Suara.com - Negara-negara ASEAN diminta untuk segera merespon krisis kemanusiaan etnis Rohingya yang tengah terjadi di Myanmar. Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif Amnesty International Usman Hamid.

Menurut Hamid, sudah terlalu banyak korban sipil berjatuhan, terutama anak-anak dan perempuan, sehingga kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan.

"Seharusnya, ASEAN memberikan bantuan diplomasi sebagai persatuan bangsa-bangsa se-Asia Tenggara. Karena itu (Myanmar) ada di wilayah ASEAN," kata Usman dalam diskusi di kantor Amnesty Internasional, Jakarta Pusat, Minggu (3/9/2017).

Menurut Usman, tindak kekerasan yang telah berlangsung sudah puluhan tahun dan ini jelas masuk pelanggaran HAM berat. Sehingga perlu kerjasama dengan lembaga internasional untuk menyelesaikan permasalahan ini.

"Kalau tidak ada dorongan untuk menyelesaikan permasalahan ini, maka korban akan semakin banyak. Ini sudah sangat darurat kemanusiaan," ujarnya.

Dilansir Reuters, sejak beberapa bulan terakhir, jumlah korban tewas Rohingya di Rakhine, Myanmar, mencapai lebih dari 1.000 orang. Dua badan PBB yang diwawancara Reuters di Cox Bazar--tempat pengungsian 70 ribu Rohingya di Bangladesh, menyebutkan mereka telah mengalami tindak kekerasan dari tentara dan polisi Myanmar.

Kekerasan terbaru yang melanda wilayah Rohingya dipicu penyerbuan sebuah pos kepolisian yang menewaskan 30 orang aparat. Serangan yang terjadi pada 25 Agustus tersebut kabarnya dilakukan oleh gerilyawan The Arakan Rohingya Salvation Army, atau ARSA.

Pemerintah Myanmar telah mengevakuasi sedikitnya empat ribu warga desa non-Muslim di tengah bentrokan yang berlangsung. Sementara ribuan Muslim Rohingya melarikan diri ke Bangladesh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sudah 6 Saksi Diperiksa Terkait Bom Molotov di Kedubes Myanmar

Sudah 6 Saksi Diperiksa Terkait Bom Molotov di Kedubes Myanmar

News | Minggu, 03 September 2017 | 18:06 WIB

Etnis Rohingya 'Banjiri' Bangladesh

Etnis Rohingya 'Banjiri' Bangladesh

Foto | Minggu, 03 September 2017 | 17:52 WIB

Semua Pemuka Agama Negara ASEAN Diajak Tekan Myanmar

Semua Pemuka Agama Negara ASEAN Diajak Tekan Myanmar

News | Minggu, 03 September 2017 | 17:16 WIB

Banyak Negara Asia Tenggara Punya Rohingya-Rohingya Sendiri

Banyak Negara Asia Tenggara Punya Rohingya-Rohingya Sendiri

News | Minggu, 03 September 2017 | 16:48 WIB

Ketemu Bhiksu, Cak Imin: Tragedi Rohingya Bukan Soal Agama

Ketemu Bhiksu, Cak Imin: Tragedi Rohingya Bukan Soal Agama

News | Minggu, 03 September 2017 | 16:15 WIB

Terkini

Singapura Ancam Perusahaan Penyebab Kabut Asap dengan Denda Rp250 Miliar

Singapura Ancam Perusahaan Penyebab Kabut Asap dengan Denda Rp250 Miliar

News | Jum'at, 06 November 2026 | 22:00 WIB

Bukan Pegasus, Mengenal LIMS: Teknologi Penegak Hukum yang Dipakai Menyadap Prabowo

Bukan Pegasus, Mengenal LIMS: Teknologi Penegak Hukum yang Dipakai Menyadap Prabowo

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:35 WIB

Hindia Acungkan Tiga Jari di AMI Awards, Musisi Lain Ikut Bersolidaritas!

Hindia Acungkan Tiga Jari di AMI Awards, Musisi Lain Ikut Bersolidaritas!

Video | Jum'at, 06 November 2026 | 21:30 WIB

Bakal Jadi Kado 5 Abad, Jakarta Ajukan Kebun Raya Mangrove Pertama di Kamal Muara

Bakal Jadi Kado 5 Abad, Jakarta Ajukan Kebun Raya Mangrove Pertama di Kamal Muara

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:27 WIB

Panglima TNI Angkat Bicara Soal Dugaan Seskab Teddy Diperiksa POM TNI

Panglima TNI Angkat Bicara Soal Dugaan Seskab Teddy Diperiksa POM TNI

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:24 WIB

Soleman Ponto Sebut Tim Khusus Polri Belum Memadai, Desak BAIS dan BIN Usut Penyadapan Presiden

Soleman Ponto Sebut Tim Khusus Polri Belum Memadai, Desak BAIS dan BIN Usut Penyadapan Presiden

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:14 WIB

Jenazah Prajurit Korban Helikopter Mi-17 Berhasil Dievakuasi, Dimakamkan di Trenggalek

Jenazah Prajurit Korban Helikopter Mi-17 Berhasil Dievakuasi, Dimakamkan di Trenggalek

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:11 WIB

Tumbuh 19,6 Persen, Laba Bank Mandiri Tembus Rp46,5 Triliun per Oktober 2026

Tumbuh 19,6 Persen, Laba Bank Mandiri Tembus Rp46,5 Triliun per Oktober 2026

Jakarta | Jum'at, 06 November 2026 | 21:10 WIB

Miskonsepsi Frugal Living: Romantisasi Kemiskinan di Balik Nasihat Hemat

Miskonsepsi Frugal Living: Romantisasi Kemiskinan di Balik Nasihat Hemat

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 21:00 WIB

Demokrat Cetak Kemenangan Terbesar di Pemilu Sela AS, Donald Trump Tantrum

Demokrat Cetak Kemenangan Terbesar di Pemilu Sela AS, Donald Trump Tantrum

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:00 WIB

×