Etnis Rohingya 'Banjiri' Bangladesh

Syaiful Rachman

Minggu, 03 September 2017 | 17:52 WIB
  • Sekelompok warga Rohingya yang melarikan dari dari aksi kekejaman militer Myanmar, memasuki wilayah Teknaf, Bangladesh [AFP]
    Sekelompok warga Rohingya yang melarikan dari dari aksi kekejaman militer Myanmar, memasuki wilayah Teknaf, Bangladesh [AFP]
  • Sekelompok warga Rohingya yang melarikan dari dari aksi kekejaman militer Myanmar, tiba di wilayah Ukhiya, Bangladesh [AFP]
    Sekelompok warga Rohingya yang melarikan dari dari aksi kekejaman militer Myanmar, tiba di wilayah Ukhiya, Bangladesh [AFP]
  • Sekelompok warga Rohingya yang melarikan dari dari aksi kekejaman militer Myanmar, menuju kamp pengungsian di Ukhiya, Bangladesh [AFP]
    Sekelompok warga Rohingya yang melarikan dari dari aksi kekejaman militer Myanmar, menuju kamp pengungsian di Ukhiya, Bangladesh [AFP]
  • Sekelompok warga Rohingya yang melarikan dari dari aksi kekejaman militer Myanmar, duduk di tepi jalan Nykkhongchhari, Bangladesh [AFP]
    Sekelompok warga Rohingya yang melarikan dari dari aksi kekejaman militer Myanmar, duduk di tepi jalan Nykkhongchhari, Bangladesh [AFP]
  • Anak-anak Rohingya mengantre pembagian daging qurban oleh warga Bangladesh di Nykkhongchhari [AFP]
    Anak-anak Rohingya mengantre pembagian daging qurban oleh warga Bangladesh di Nykkhongchhari [AFP]
  • Sekelompok warga Rohingya yang melarikan dari dari aksi kekejaman militer Myanmar, mendiami wilayah perbukitan di Ukhiya, Bangladesh [AFP]
    Sekelompok warga Rohingya yang melarikan dari dari aksi kekejaman militer Myanmar, mendiami wilayah perbukitan di Ukhiya, Bangladesh [AFP]
  • Sekelompok warga Rohingya yang melarikan dari dari aksi kekejaman militer Myanmar, mendiami bataran sungai di wilayah Nykkhongchhari, Bangladesh [AFP]
    Sekelompok warga Rohingya yang melarikan dari dari aksi kekejaman militer Myanmar, mendiami bataran sungai di wilayah Nykkhongchhari, Bangladesh [AFP]
  • Sekelompok warga Rohingya yang melarikan dari dari aksi kekejaman militer Myanmar, memasuki wilayah Teknaf, Bangladesh [AFP]
  • Sekelompok warga Rohingya yang melarikan dari dari aksi kekejaman militer Myanmar, tiba di wilayah Ukhiya, Bangladesh [AFP]
  • Sekelompok warga Rohingya yang melarikan dari dari aksi kekejaman militer Myanmar, menuju kamp pengungsian di Ukhiya, Bangladesh [AFP]
  • Sekelompok warga Rohingya yang melarikan dari dari aksi kekejaman militer Myanmar, duduk di tepi jalan Nykkhongchhari, Bangladesh [AFP]
  • Anak-anak Rohingya mengantre pembagian daging qurban oleh warga Bangladesh di Nykkhongchhari [AFP]
  • Sekelompok warga Rohingya yang melarikan dari dari aksi kekejaman militer Myanmar, mendiami wilayah perbukitan di Ukhiya, Bangladesh [AFP]
  • Sekelompok warga Rohingya yang melarikan dari dari aksi kekejaman militer Myanmar, mendiami bataran sungai di wilayah Nykkhongchhari, Bangladesh [AFP]

Suara.com - Lebih dari 20.000 etnis Rohingya memasuki wilayah Bangladesh. Ribuan warga Rohingya tersebut meninggalkan tanah kelahiran mereka di Myanmar menyusul kekejaman militer.

Tercatat, kekejaman militer negeri pimpinan Aung San Suu Kyi, peraih nobel perdamaian, hingga saat ini telah menewaskan lebih dari 400 orang.

Mereka yang menyelamatkan diri ke Bangladesh diantaranya mendiami wilayah bantaran sungai dan perbukitan di Ukhiya dan Nykkhongchhari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Usai Diserang Bom Molotov, Kedubes Myanmar Dijaga Ketat

Usai Diserang Bom Molotov, Kedubes Myanmar Dijaga Ketat

News | Minggu, 03 September 2017 | 17:32 WIB

Semua Pemuka Agama Negara ASEAN Diajak Tekan Myanmar

Semua Pemuka Agama Negara ASEAN Diajak Tekan Myanmar

News | Minggu, 03 September 2017 | 17:16 WIB

Temui Para Biksu, Cak Imin Bahas Krisis Rohingya

Temui Para Biksu, Cak Imin Bahas Krisis Rohingya

Foto | Minggu, 03 September 2017 | 17:06 WIB

Banyak Negara Asia Tenggara Punya Rohingya-Rohingya Sendiri

Banyak Negara Asia Tenggara Punya Rohingya-Rohingya Sendiri

News | Minggu, 03 September 2017 | 16:48 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×