Suu Kyi: Dunia Salah soal Rohingya karena Termakan Berita Hoaks

Reza Gunadha | Suara.com

Kamis, 07 September 2017 | 07:38 WIB
Suu Kyi: Dunia Salah soal Rohingya karena Termakan Berita Hoaks
Aung San Suu Kyi. [AFP]

Suara.com - Konselor Pemerintah Myanmar Aung San Suu Kyi, mengecam maraknya peredaran berita-berita hoaks mengenai situasi warga Rohingya di kawasan Rakhine.

Menurutnya, seperti dilansir Independent, Rabu (6/9/2017), berita-berita palsu dan kampanye berdasarkan informasi yang salah memicu krisis dan merongrong kedaulatan Myanmar.

Berita palsu tersebut, kata Suu Kyi, termasuk tentang kekejaman militer Myanmar terhadap warga imigran Bengali atau yang biasa disebut oleh pihak lain sebagai Rohingya.

Pernyataan tersebut, ditegaskan Suu Kyi saat berbicara dengan Presiden Turki Reccep Tayyip Erdogan via sambungan telepon, awal pekan ini.

Dalam pembicaraan itu juga, Suu Kyi memprotes Wakil Perdana Menteri Turki Mehmet Simsek yang mengunggah empat foto hoaks mengenai Rohingya di akun Twitter pribadinya.

Foto-foto yang diklaim sebagai warga Rohingya korban brutalitas militer Myanmar itu ternyata palsu. Meski hoaks, foto-foto tersebut sudah viral dan memicu kemarahan dan sentimen agama terhadap konflik di Myanmar.

Foto dan informasi hoaks sebenarnya tak hanya dilakukan oleh Simsek. Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Tifatul Sembiring juga sempat mengunggah foto yang diklaim sebagai warga Rohingya korban brutalitas militer Myanmar. Ternyata, foto yang diunggah anggota DPR dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu hoaks.

Bahkan, Suu Kyi menilai beragam foto, berita, dan informasi hoaks mengenai Rohingya itu justru membantu mempromosikan gerombolan teroris di Rakhine, yakni Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA).

Gerombolan ARSA yang berideologi sama seperti Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), menyerang 20 pos polisi di Rakhine, Kamis (25/8)dua pekan lalu.

Setelah insureksi ARSA, pemerintah Myanmar merespons dengan mengerahkan militer dan mejadikan Rakhine sebagai daerah operasi. Terkait hal ini, Suu Kyi mengklaim militer Myanmar melindungi setiap warga negara yang berada di daerah tersebut.

Militer Myanmar sendiri mengungkapkan, 400 orang yang tewas dalam operasi militer di Rakhine mayoritas adalah anggota ARSA.

Untuk diketahui, Suu Kyi dalam dua pekan terakhir mendapat kecaman dari dunia internasional karena dinilai bungkam atas krisis Rohingya di Rakhine.

Itu setelah operasi militer Myanmar membuat 125.000 Rohingya terpaksa melarikan diri ke arah perbatasan negeri itu dengan Bangladesh, demikian laporan yang dipublikasikan PBB.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kedubes Myanmar 'Dikepung' Lautan Massa Solidaritas Rohingya

Kedubes Myanmar 'Dikepung' Lautan Massa Solidaritas Rohingya

Video | Rabu, 06 September 2017 | 20:28 WIB

Komunitas Ini Punya Cara Beda Dukung Warga Rohingya

Komunitas Ini Punya Cara Beda Dukung Warga Rohingya

News | Rabu, 06 September 2017 | 19:16 WIB

Aksi di Kedubes Myanmar Bubar, Tiga Demonstran "Operasi Semut"

Aksi di Kedubes Myanmar Bubar, Tiga Demonstran "Operasi Semut"

News | Rabu, 06 September 2017 | 19:12 WIB

Mantan Warga Turki Aksi Dukung Etnis Rohingya, Begini Caranya

Mantan Warga Turki Aksi Dukung Etnis Rohingya, Begini Caranya

News | Rabu, 06 September 2017 | 18:18 WIB

Kalangan Ini Diuntungkan Demonstrasi Dukung Etnis Rohingya

Kalangan Ini Diuntungkan Demonstrasi Dukung Etnis Rohingya

News | Rabu, 06 September 2017 | 18:06 WIB

DPR Minta yang Ingin ke Myanmar Menahan Diri

DPR Minta yang Ingin ke Myanmar Menahan Diri

News | Rabu, 06 September 2017 | 17:55 WIB

Memanas, Massa Bakar Bendera Myanmar di Depan Kedubes

Memanas, Massa Bakar Bendera Myanmar di Depan Kedubes

News | Rabu, 06 September 2017 | 17:22 WIB

Siapa Rohingya?

Siapa Rohingya?

Video | Rabu, 06 September 2017 | 16:57 WIB

Demo Bela Warga Rohingya, Ustadz Arifin Ilham Nangis Saat Doa

Demo Bela Warga Rohingya, Ustadz Arifin Ilham Nangis Saat Doa

News | Rabu, 06 September 2017 | 16:51 WIB

Demo Rohingya Bawa Tiga Anak, Menurut Bapaknya Itu Pelajaran

Demo Rohingya Bawa Tiga Anak, Menurut Bapaknya Itu Pelajaran

News | Rabu, 06 September 2017 | 15:23 WIB

Terkini

Skandal Proyek Fiktif Telkom Rp464 Miliar: Eks GM dan 10 Terdakwa Jalani Sidang Vonis Hari Ini

Skandal Proyek Fiktif Telkom Rp464 Miliar: Eks GM dan 10 Terdakwa Jalani Sidang Vonis Hari Ini

News | Senin, 06 April 2026 | 11:26 WIB

Innalillahi Donald Trump Dilarikan ke Rumah Sakit?

Innalillahi Donald Trump Dilarikan ke Rumah Sakit?

News | Senin, 06 April 2026 | 11:25 WIB

Trump Ancam Lumpuhkan Listrik Iran Jika Selat Hormuz Tak Segera Dibuka

Trump Ancam Lumpuhkan Listrik Iran Jika Selat Hormuz Tak Segera Dibuka

News | Senin, 06 April 2026 | 11:12 WIB

Pengamat Uhamka Nilai Indonesia Terancam Terjebak Invisible Trap di Tengah Konflik Iran-AS

Pengamat Uhamka Nilai Indonesia Terancam Terjebak Invisible Trap di Tengah Konflik Iran-AS

News | Senin, 06 April 2026 | 11:11 WIB

Jeritan Warga Iran Setelah Satu Bulan Digempur Amerika dan Israel

Jeritan Warga Iran Setelah Satu Bulan Digempur Amerika dan Israel

News | Senin, 06 April 2026 | 11:06 WIB

Ngomong Kotor dan Puji Allah saat Ancam Iran, Trump Dinilai Makin Frustrasi

Ngomong Kotor dan Puji Allah saat Ancam Iran, Trump Dinilai Makin Frustrasi

News | Senin, 06 April 2026 | 11:04 WIB

Indonesia dalam Pusaran Waste Colonialism: Saat Limbah Global Berlabuh di Negeri Sendiri

Indonesia dalam Pusaran Waste Colonialism: Saat Limbah Global Berlabuh di Negeri Sendiri

News | Senin, 06 April 2026 | 11:00 WIB

Menlu Iran: Amerika Lakukan Kejahatan Perang!

Menlu Iran: Amerika Lakukan Kejahatan Perang!

News | Senin, 06 April 2026 | 10:59 WIB

Menag Minta Tambahan Anggaran Rp 24,8 Triliun, Ribuan Madrasah Akan Direvitalisasi

Menag Minta Tambahan Anggaran Rp 24,8 Triliun, Ribuan Madrasah Akan Direvitalisasi

News | Senin, 06 April 2026 | 10:50 WIB

Viral! 17 Tahun Bekerja Berujung Dipecat Gegara Gagalkan Pencurian Coklat Paskah

Viral! 17 Tahun Bekerja Berujung Dipecat Gegara Gagalkan Pencurian Coklat Paskah

News | Senin, 06 April 2026 | 10:50 WIB