KPK Tawarkan 4 Poin Kerjasama dengan Partai Politik

Pebriansyah Ariefana, Dwi Bowo Raharjo

Rabu, 13 September 2017 | 18:32 WIB
KPK Tawarkan 4 Poin Kerjasama dengan Partai Politik
Kunjungan KPK di DPP Nasdem, Jalan RP Soeroso, Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (13/9/2014). (suara.com/Dwi Bowo Raharjo)

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi menawarkan empat poin kerjasama dengan partai politik. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya korupsi yanh dilakukan oleh parpol.

Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan mengatakan lembaga antirasuah sudah melakukan penelitian bareng Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia pada tahun 2014. Hal ini dikatakan setelah menyambangi DPP Partai Nasdem.

Empat poin yang ditawarkan yakni, sistem keuangan partai harus transparan, partai harus memiliki bagian yang mengatur tentang etika, rekrutmen harus dilakukan secara terbuka, dan kaderisasi di internal harus dilakukan secara transparan.

"Kita bilang partai ini secara teori pilar yang nggak boleh diabaikan. Kita identifikasi apa yang harus diperkuat di partai. Empat hal ini kita temukan," ujar Pahala di kantor DPP Partai NasDem Jalan RP Soeroso, Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (13/9/2014).

Partai politik yang sehat adalah mereka yang bisa membiayai kegiatan operasional parpol itu sendiri dan membuat pendidikan politik.

"Tapi untuk pendidikan politik kaderisasi, rekruitmen harus terstruktur, makanya pemerintah bilang Rp1000 dulu (per suara)," kata dia.

Menurut Pahala partai politik idealnya mendapatkan Rp10.000 per-satu suara yang berasil didapat, itu untuk membiayai operasional dan pendidikan politik.

"Tapi pemerintah bisanya baru sekian (Rp1.000) ya oke. Tapi kita pikir ini harus dimulai sama-sama," katanya.

Kemudian untuk soal etik, Pahala menjelaskan hampir seluruh parpol yang ada telah memiliki bagian yang mengurusi soal etik, atau seperti mahkamah etik.

baca juga

"Itu untuk upaya mendisiplinkan kader partai, untuk rekruitmen dan kaderisasi. KPK akan membantu secara langsung, kita punya modul integritas," katanya.

Ia menyarankan seluruh parpol harus memiliki investasi. Ini untuk menciptakan kader dari pada tingkat awal atau pemula. Contohnya kata dia anak-anak yang baru lulus kuliah bisa dijadikan sayap partai. Setelah sayap, bisa diangkat menjadi pengurus.

"Sehingga pencalonan (di kepala daerah) itu kadernya partai. Selama ini kan dapat orang datang minta rekomendasi partai maju ke pilkada, setelah kepilih nggak ngomong lagi ke partai, begitu ketangkap (KPK), orang bilang partai a yang mengusung," katanya.

"Kan nggak fair juga buat partai. Kan bukan katakanlah kader asli dari bawah. Makanya investasi harus mulai," lanjut Pahala.

Sejauh ini KPK sudah menawarkan kerja sama pada enam parpol, mereka adalah PDI Perjuangan, Partai Hanura, Partai Gerindra, PKB, Partai Nasdem, dan Partai Demokrat. Kesemua parpol yang sudah dikunjungi KPK mengatakan memiliki sekolah parpol.

"Tapi kita belum lihat benr nggak itu. Untuk etik mereka bilang punya standar etik, punya makamah. Kita belum lihat berjalan atau nggak," katanya.

Saat ini KPK masih menunggu konfirmasi dari empat parpol yang lain. Pertemuan belum bisa dilakukan karena masih menunggu jadwal yang tepat.

"Intinya KPK datang menawarkan kerja sama. Artinya buat KPK partai itu suka nggak suka harus ada dan harus lebih kuat. Makamya kita menawarkn kerja sama bagiamana responya," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

OTT Lagi, KPK Tangkap Bupati Batubara

OTT Lagi, KPK Tangkap Bupati Batubara

News | Rabu, 13 September 2017 | 18:05 WIB

KPK Ungkap Alasan Banyak Politisi Partai yang Korupsi

KPK Ungkap Alasan Banyak Politisi Partai yang Korupsi

News | Rabu, 13 September 2017 | 17:45 WIB

SBY Bertemu Pimpinan KPK

SBY Bertemu Pimpinan KPK

Foto | Rabu, 13 September 2017 | 17:20 WIB

KPK: Demokrat Paling Maju soal Integritas

KPK: Demokrat Paling Maju soal Integritas

News | Rabu, 13 September 2017 | 17:10 WIB

Dukung KPK, SBY: Saya Bukan Anak Kemarin Sore dalam Dunia Politik

Dukung KPK, SBY: Saya Bukan Anak Kemarin Sore dalam Dunia Politik

News | Rabu, 13 September 2017 | 16:58 WIB

KPK: Politisi Banyak Dipenjara karena Korupsi

KPK: Politisi Banyak Dipenjara karena Korupsi

News | Rabu, 13 September 2017 | 16:45 WIB

Jaksa Agung Tak Pernah Ucap Mau Ambil Penuntutan dari KPK

Jaksa Agung Tak Pernah Ucap Mau Ambil Penuntutan dari KPK

News | Rabu, 13 September 2017 | 16:18 WIB

SBY: Jangan Cuma Dukung KPK Habis-habisan Saat Kadernya Aman

SBY: Jangan Cuma Dukung KPK Habis-habisan Saat Kadernya Aman

News | Rabu, 13 September 2017 | 16:11 WIB

Pimpinan KPK Jelaskan Kenapa ke Kantor Demokrat

Pimpinan KPK Jelaskan Kenapa ke Kantor Demokrat

News | Rabu, 13 September 2017 | 15:55 WIB

Terkini

Impor Melonjak 4 Kali Lebih Cepat dari Ekspor: Siapa Sebenarnya Penikmat Surplus RI?

Impor Melonjak 4 Kali Lebih Cepat dari Ekspor: Siapa Sebenarnya Penikmat Surplus RI?

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 19:13 WIB

Belum Ada Konferensi Pers Penangkapan Pelaku, Koalisi Pers Sumsel Siapkan Aksi 11 November

Belum Ada Konferensi Pers Penangkapan Pelaku, Koalisi Pers Sumsel Siapkan Aksi 11 November

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 19:12 WIB

Dibunuh Era Orba, Wartawan Udin Kini Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Dibunuh Era Orba, Wartawan Udin Kini Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

News | Selasa, 03 November 2026 | 19:12 WIB

Polisi Selidiki Dugaan Pengeroyokan Kepala Dispar Sultra di Kantor

Polisi Selidiki Dugaan Pengeroyokan Kepala Dispar Sultra di Kantor

Sulsel | Selasa, 03 November 2026 | 19:11 WIB

Sisi Gelap 'Magang': Kerja Profesional, Kenapa Dihargai Upah Sukarela?

Sisi Gelap 'Magang': Kerja Profesional, Kenapa Dihargai Upah Sukarela?

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 19:10 WIB

BUMD Banten Gandeng Perusahaan Korea Selatan, Cabai dan Tomat Lokal Dibidik Tembus Pasar Ekspor

BUMD Banten Gandeng Perusahaan Korea Selatan, Cabai dan Tomat Lokal Dibidik Tembus Pasar Ekspor

Banten | Selasa, 03 November 2026 | 19:08 WIB

Terima Audiensi PB PMII, Mensos Gus Ipul: Pasal 31, 33, dan 34 Jadi Jantung Negara Kesejahteraan

Terima Audiensi PB PMII, Mensos Gus Ipul: Pasal 31, 33, dan 34 Jadi Jantung Negara Kesejahteraan

News | Selasa, 03 November 2026 | 19:05 WIB

Ekspansi Mobil Mewah Hongqi dan Foton Sapa Warga Lewat Indomobil Expo 2026

Ekspansi Mobil Mewah Hongqi dan Foton Sapa Warga Lewat Indomobil Expo 2026

Otomotif | Selasa, 03 November 2026 | 19:03 WIB

Wamensos Apresiasi Bupati Sidrap Sediakan Lahan untuk Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat

Wamensos Apresiasi Bupati Sidrap Sediakan Lahan untuk Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat

News | Selasa, 03 November 2026 | 19:01 WIB

Krisis Iklim Ancam Kesehatan Dunia, WHO Didesak Tetapkan Status Darurat

Krisis Iklim Ancam Kesehatan Dunia, WHO Didesak Tetapkan Status Darurat

Health | Selasa, 03 November 2026 | 19:01 WIB

×