KPK Ungkap Alasan Banyak Politisi Partai yang Korupsi

Pebriansyah Ariefana, Nikolaus Tolen

Rabu, 13 September 2017 | 17:45 WIB
KPK Ungkap Alasan Banyak Politisi Partai yang Korupsi
Diskusi sistem integritas partai politik antara KPK dengan Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat di Jakarta, Rabu (13/9).

Suara.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Basaria Panjaitan membeberkan empat faktor penyebab kurang berintegritasnya partai politik. Sehingga banyak politisi dari partai yang tertangkap KPK karena korupsi.

Hal itu disampaikan oleh Basaria setelah KPK melakukan kajian dari Tahun 2012.

"Kalau kita lihat dari hasil kajian tersebut secara menyeluruh, secara singkat ada empat faktor utama yang menyebabkan persoalan integritas partai," kata Basaria di Kantor DPP Demokrat, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (13/9/2017).

Faktor pertama kata Basaria adalah tidak adanya standar-standar etik dari partai dan politisi. Kemudian masalah yang kedua adalah rekrutmen politik dan kaderisasi berjalan secara tradisional yang mana aturan-aturannya tidak tertata dengan baik, seperti tidak ada persyaratan-persyaratan.

"Kemudian yang ketiga adalah masalah pendanaan yang belum memadai. Kita tahu dari angka 108 dan kemudian saat ini sudah naik menjadi 10 ribu. Itu menurut kajiannya, tapi ini sekarang baru mencapai angka 1.000. Jadi masih jauh, masih 10 persen dari yang diharapkan dari hasil kajian dari KPK," kata Basaria.

Sementara faktor keempat kata Basaria adalah partai politik tidak transparan dan akuntabel. Khususnya masalah sumber tentang pendanaan, dana-dana yang dikelola oleh partai politik itu sendiri.

"Inilah kira-kira permasalahan yang ditemukan oleh KPK sehingga nantinya ada beberapa rekomendasi yang diberikan oleh KPK termasuk berintegritas bagi calon-calonnya kader partai politik," kata Basaria.

Lebih lanjut Basaria mengatakan kajian tersebut disusun bersama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Karena itu, dia berharap diskusi tentang sistem integritas partai politik dapat terus berlanjut.

"Yang kita harapkan adalah suatu kelanjutan dari hasil kajian-kajian yang dibuat oleh KPK ini, walaupun terus terang tadi saya dapat informasi dari teman-teman dari tim kita, katanya Partai Demokrat ini bahkan sudah ada departemen yang khusus berhubungan dengan KPK," kata Basaria.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

SBY Bertemu Pimpinan KPK

SBY Bertemu Pimpinan KPK

Foto | Rabu, 13 September 2017 | 17:20 WIB

KPK: Demokrat Paling Maju soal Integritas

KPK: Demokrat Paling Maju soal Integritas

News | Rabu, 13 September 2017 | 17:10 WIB

Dukung KPK, SBY: Saya Bukan Anak Kemarin Sore dalam Dunia Politik

Dukung KPK, SBY: Saya Bukan Anak Kemarin Sore dalam Dunia Politik

News | Rabu, 13 September 2017 | 16:58 WIB

KPK: Politisi Banyak Dipenjara karena Korupsi

KPK: Politisi Banyak Dipenjara karena Korupsi

News | Rabu, 13 September 2017 | 16:45 WIB

Jaksa Agung Tak Pernah Ucap Mau Ambil Penuntutan dari KPK

Jaksa Agung Tak Pernah Ucap Mau Ambil Penuntutan dari KPK

News | Rabu, 13 September 2017 | 16:18 WIB

SBY: Jangan Cuma Dukung KPK Habis-habisan Saat Kadernya Aman

SBY: Jangan Cuma Dukung KPK Habis-habisan Saat Kadernya Aman

News | Rabu, 13 September 2017 | 16:11 WIB

Pimpinan KPK Jelaskan Kenapa ke Kantor Demokrat

Pimpinan KPK Jelaskan Kenapa ke Kantor Demokrat

News | Rabu, 13 September 2017 | 15:55 WIB

Artalyta Kembali Diperiksa KPK

Artalyta Kembali Diperiksa KPK

Foto | Rabu, 13 September 2017 | 14:27 WIB

Program Pencegahan, Giliran KPK Datang ke Nasdem dan Demokrat

Program Pencegahan, Giliran KPK Datang ke Nasdem dan Demokrat

News | Rabu, 13 September 2017 | 13:52 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×