Trio Pembunuh Pasutri Bos Garmen: Kami Minta Maaf

Reza Gunadha | Suara.com

Jum'at, 15 September 2017 | 13:14 WIB
Trio Pembunuh Pasutri Bos Garmen: Kami Minta Maaf
Detik-detik pengangkatan mayat Zakaria husni (58) dan Zakiya Masrur (53) di Sungai Klawing, Purbalingga, Jawa Tengah, Senin (11/9/2017). [Facebook]

Suara.com - Komplotan tiga sekawan yang merampok dan membunuh pasangan suami istri pemilik pabrik garmen, mengutarakan ucapan permintaan maaf kepada anak-anak dan seluruh keluarga korbannya.

Ketiga pelaku, yakni Sutarto, Ahmad Zulkifli, dan Engkos Kuswara, telah ditangkap polisi di Grobogan, Jawa Tengah, Selasa (12/9/2017).

Perampokan dan pembunuhan itu terjadi di di Jalan Pengairan nomor 21, Bendungan Hilir Tanah Abang hari Minggu (10/9) lalu sekitar pukul 19.00 WIB. Mayat pasutri itu ditemukan di Purbalingga, Jawa Tengah, Senin (11/9).

“Saya menyesal. Ya saya minta maaf yang sebesar-besarnya untuk kelakuan kami. Kami meminta maaf kepada anak-anak dan keluarga besar korban,” ujar Sutarto mewakili kedua rekan lainnya yang satu di antaranya—Zulkifli—sudah tewas ditembak polisi.

Sunarto mengakui perampokan dan pembunuhan itu karena mereka bertiga sudah gelap pikiran, marah karena terlanjur sakit hati.

Pasalnya, kata Sunarto, ia yang sudah bekerja kepada pasutri itu selama 30 tahun terakhit tak diberikan uang pesanon ketika pabrik garmen milik si bos di Tangerang tutup.

“Saya sudah bekerja dengan mereka selama 30 tahun. Bekerja di pabrik garmennya di Tangerang. Saya juga terkadang menjadi sopir di pabrik. Tapi, sebelum Idul Fitri 2017 pabriknya ditutup dan kami tak dapat uang pesangon,” tutur Sutarto seperti dilansir laman resmi Polri, Tribratanews, Kamis (14/9).

Selama bekerja dulu, kata Sunarto, ia mendapatkan gaji Rp600 ribu sampai Rp1 juta per pekan. Tapi, uang itu bukan hanya untuk dirinya, melainkan dibagi dua bersama rekan sekerjanya yang juga pelaku bernama Ahmad Zulkifli.

“Gajinya memang dibagi dua. Tidak menentu juga dapatnya berapa. Kadang Rp800 ribu, terkadang Rp1 juta seminggu,” tukasnya.

Setelah pabik ditutup, pasutri itu hanya mengatakan berterima kasih kepada dua pegawai setianya, Sunarto dan Zulkifli. Mereka tak memberi uang pesangon.

“Saya sakit hati dan beberapa waktu terakhir terpikir untuk menagih. Saya mengajak Zul untuk pergi ke rumah mereka bersama, karena dia juga tak dapat pesangon. Tapi Zul ternyata memunyai pemikiran lain, untuk membalas sakit hati dia mengajak merampok,” terangnya.

Zul dan Sutarto juga mengajak mantan karyawan bernama Engkos Kuswara (33). Tidak seperti Zul dan Sutarto, Engkos belum terlalu lama menjadi pegawai, namun dia bersedia mengikuti ajakan Zul.

Nyatanya, tidak hanya merampok, ketiganya membunuh pasutri tersebut di rumah mereka di Jalan Pengairan nomor 21, Bendungan Hilir Tanah Abang hari Minggu (10/9/2017) lalu sekitar pukul 19.00 WIB.

 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pembunuh Pasutri Bos Garmen: 30 Tahun Kerja, Gaji Dibagi Dua

Pembunuh Pasutri Bos Garmen: 30 Tahun Kerja, Gaji Dibagi Dua

News | Jum'at, 15 September 2017 | 11:59 WIB

Tak Banyak Orang Tahu, Pasutri yang Dibunuh Itu Dermawan Sekali

Tak Banyak Orang Tahu, Pasutri yang Dibunuh Itu Dermawan Sekali

News | Kamis, 14 September 2017 | 18:00 WIB

Mengerikan! Ini 5 Fakta Pembunuhan Sadis Pasutri Bos Garmen

Mengerikan! Ini 5 Fakta Pembunuhan Sadis Pasutri Bos Garmen

News | Kamis, 14 September 2017 | 17:40 WIB

Brankas Pasutri yang Dibantai Ditemukan di Bengkel Las

Brankas Pasutri yang Dibantai Ditemukan di Bengkel Las

News | Kamis, 14 September 2017 | 16:13 WIB

Penghuni Kos Rumah TKP Pembunuhan Pasutri Mengungsi

Penghuni Kos Rumah TKP Pembunuhan Pasutri Mengungsi

News | Kamis, 14 September 2017 | 15:54 WIB

Pembunuh Pasutri Bos Garmen Ditangkap Gara-Gara Calon Pembeli

Pembunuh Pasutri Bos Garmen Ditangkap Gara-Gara Calon Pembeli

News | Kamis, 14 September 2017 | 14:30 WIB

Terungkap! Pasutri Bos Garmen Dibunuh karena Tak Beri Pesangon

Terungkap! Pasutri Bos Garmen Dibunuh karena Tak Beri Pesangon

News | Kamis, 14 September 2017 | 14:16 WIB

Awalnya, Pelaku Mau Antar Mayat Bos Garmen ke Kampung Halaman

Awalnya, Pelaku Mau Antar Mayat Bos Garmen ke Kampung Halaman

News | Kamis, 14 September 2017 | 14:03 WIB

Kejam, Ternyata Begini Kejadiannya Sebelum Pasutri Dibantai

Kejam, Ternyata Begini Kejadiannya Sebelum Pasutri Dibantai

News | Kamis, 14 September 2017 | 13:43 WIB

Warga Geregetan, Ingin Lihat Pelaku Bunuh Pasutri

Warga Geregetan, Ingin Lihat Pelaku Bunuh Pasutri

News | Kamis, 14 September 2017 | 13:15 WIB

Terkini

Polisi Periksa PT Vinfast Auto hingga Green SM, 36 Saksi Digeber Bongkar Tragedi KRL Bekasi!

Polisi Periksa PT Vinfast Auto hingga Green SM, 36 Saksi Digeber Bongkar Tragedi KRL Bekasi!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 13:29 WIB

7 Fakta Kasus Pencabulan di Ponpes Pati, Korban Diduga Capai 50 Santriwati

7 Fakta Kasus Pencabulan di Ponpes Pati, Korban Diduga Capai 50 Santriwati

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 13:11 WIB

Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum

Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:45 WIB

Kronologi Waketum PSI Bro Ron Dipukul Orang Tak Dikenal, Pelaku Kini Mendekam di Polsek

Kronologi Waketum PSI Bro Ron Dipukul Orang Tak Dikenal, Pelaku Kini Mendekam di Polsek

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:44 WIB

Bela Nasib Karyawan Malah Dipukul, Polisi Ciduk 2 Pelaku Penganiaya Waketum PSI Bro Ron

Bela Nasib Karyawan Malah Dipukul, Polisi Ciduk 2 Pelaku Penganiaya Waketum PSI Bro Ron

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:40 WIB

Bantah Jadi Pembisik Prabowo Soal Yaman, Dudung Beri Pesan Menohok ke Habib Rizieq: Jaga Mulut

Bantah Jadi Pembisik Prabowo Soal Yaman, Dudung Beri Pesan Menohok ke Habib Rizieq: Jaga Mulut

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:31 WIB

Putus Rantai Tawuran, Pemkot Jaksel Bangun Gelanggang Olahraga di Manggarai

Putus Rantai Tawuran, Pemkot Jaksel Bangun Gelanggang Olahraga di Manggarai

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:24 WIB

Iran: Kroco Donald Trump Serang Kapal Sipil di Selat Hormuz, 5 Orang Tewas

Iran: Kroco Donald Trump Serang Kapal Sipil di Selat Hormuz, 5 Orang Tewas

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:17 WIB

Nekat! Meski Ada Aparat, Pria Tak Dikenal Tetap Hajar Waketum PSI Bro Ron, Ini Kronologinya

Nekat! Meski Ada Aparat, Pria Tak Dikenal Tetap Hajar Waketum PSI Bro Ron, Ini Kronologinya

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:04 WIB

KPK Bongkar Aliran Dana CSR BI ke Yayasan Milik Heri Gunawan dan Satori, Dua Eks Pejabat Diperiksa

KPK Bongkar Aliran Dana CSR BI ke Yayasan Milik Heri Gunawan dan Satori, Dua Eks Pejabat Diperiksa

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:01 WIB