Pembunuh Pasutri Bos Garmen: 30 Tahun Kerja, Gaji Dibagi Dua

Reza Gunadha

Jum'at, 15 September 2017 | 11:59 WIB
Pembunuh Pasutri Bos Garmen: 30 Tahun Kerja, Gaji Dibagi Dua
Detik-detik pengangkatan mayat Zakaria husni (58) dan Zakiya Masrur (53) di Sungai Klawing, Purbalingga, Jawa Tengah, Senin (11/9/2017). [Facebook]

Suara.com - Sudah bekerja puluhan tahun tapi ketika pabrik ditutup tak diberi pesangon, membuat tiga sekawan sakit hati terhadap mantan majikannya. Alhasil, mereka bersamuh dan merencanakan perampokan sang bos yang berakhir tragis.

Sutarto—sebelumnya ditulis inisial Su—mengakui dulu tak pernah berpikir hubungan baiknya dengan suami istri yang juga bosnya di pabrik garmen, Husni Zarkasih (58) dan Zakiah Husni (53), berubah menjadi perseteruan berdarah.

Ia mengaku tega membunuh pasutri bos pabrik Garmen di Tangerang tersebut karena sakit hati. Padahal, ia sudah mengenal keduanya selama lebih dari tiga dekade terakhir.

“Saya sudah bekerja dengan mereka selama 30 tahun. Bekerja di pabrik garmennya di Tangerang. Saya juga terkadang menjadi sopir di pabrik,” tutur Sutarto ketika ditanya Kasubdit VI Ranmor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Antonius Agus di RS Bhayangkara Semarang, Rabu (13/9/2017).

Per pekan, kata Sutarto, ia mendapatkan gaji Rp600 ribu sampai Rp1 juta. Tapi, uang itu bukan hanya untuk dirinya, melainkan dibagi dua bersama rekan sekerjanya yang juga pelaku bernama Ahmad Zulkifli.

“Gajinya memang dibagi dua. Tidak menentu juga dapatnya berapa. Kadang Rp800 ribu, terkadang Rp1 juta seminggu,” tukasnya.

Zulkifli—sebelumnya ditulis berinisial AZ—dulu juga sopir pasutri tersebut. Ia sudah bekerja dengan keduanya selama 20 tahun terakhir. Zul ditembak mati polisi karena mabuk dan melawan saat diminta menunjukkan penadah perhiasan hasil curiannya.

“Saya sangat mengenal Pak Husni dan Bu Zakiah. Saya sudah bekerja kepada mereka sejak kelahiran anak pertamanya. Saya juga sudah kenal dari anak-anaknya dari kecil hingga kini sudah besar-besar,” terang Sunarto.

Loyalitasnya bekerja kepada korban terusik ketika pabrik garmen tempatnya beraktivitas ditutup pasutri itu sebelum Idul Fitri 2017.

baca juga

Setelah pabik ditutup, pasutri itu hanya mengatakan berterima kasih kepada dua pegawai setianya, Sunarto dan Zulkifli. Mereka tak memberi uang pesangon.

“Saya sakit hati dan beberapa waktu terakhir terpikir untuk menagih. Saya mengajak Zul untuk pergi ke rumah mereka bersama, karena dia juga tak dapat pesangon. Tapi Zul ternyata memunyai pemikiran lain, untuk membalas sakit hati dia mengajak merampok,” terangnya.

Zul dan Sutarto juga mengajak mantan karyawan bernama Engkos Kuswara (33). Tidak seperti Zul dan Sutarto, Engkos belum terlalu lama menjadi pegawai, namun dia bersedia mengikuti ajakan Zul.

Nyatanya, tidak hanya merampok, ketiganya membunuh pasutri tersebut di rumah mereka di Jalan Pengairan nomor 21, Bendungan Hilir Tanah Abang hari Minggu (10/9/2017) lalu sekitar pukul 19.00 WIB.

Bahkan dua korban dibuang di sungai Klawing, Purbalingga, Jawa Tengah, yang berjaran ratusan kilometer dari Jakarta dengan kondisi dibungkus selimut.

Para pelaku ditangkap tim dari Dit Reskrimum Polda Metro Jaya, Jatanras Polda Jateng, dan Resmob Polres Grobogan hari Selasa (12/9) malam, sekitar 19.00 WIB.

Para pelaku ditangkap saat sedang mabuk dan foya-foya di Hotel dan Karaoke Harmoni Indah, Kabupaten Grobogan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tak Banyak Orang Tahu, Pasutri yang Dibunuh Itu Dermawan Sekali

Tak Banyak Orang Tahu, Pasutri yang Dibunuh Itu Dermawan Sekali

News | Kamis, 14 September 2017 | 18:00 WIB

Mengerikan! Ini 5 Fakta Pembunuhan Sadis Pasutri Bos Garmen

Mengerikan! Ini 5 Fakta Pembunuhan Sadis Pasutri Bos Garmen

News | Kamis, 14 September 2017 | 17:40 WIB

Brankas Pasutri yang Dibantai Ditemukan di Bengkel Las

Brankas Pasutri yang Dibantai Ditemukan di Bengkel Las

News | Kamis, 14 September 2017 | 16:13 WIB

Penghuni Kos Rumah TKP Pembunuhan Pasutri Mengungsi

Penghuni Kos Rumah TKP Pembunuhan Pasutri Mengungsi

News | Kamis, 14 September 2017 | 15:54 WIB

Pembunuh Pasutri Bos Garmen Ditangkap Gara-Gara Calon Pembeli

Pembunuh Pasutri Bos Garmen Ditangkap Gara-Gara Calon Pembeli

News | Kamis, 14 September 2017 | 14:30 WIB

Terkini

Sopir Angkot Kritik Prabowo: MBG Buang-buang Makanan, BPJS Bikin Warga Gagal Berobat!

Sopir Angkot Kritik Prabowo: MBG Buang-buang Makanan, BPJS Bikin Warga Gagal Berobat!

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:55 WIB

4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman

4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:51 WIB

PPP: Anak Muda Harus Jadi Pemimpin Masa Depan, Bukan Cuma Objek Politik 2029

PPP: Anak Muda Harus Jadi Pemimpin Masa Depan, Bukan Cuma Objek Politik 2029

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:43 WIB

IPO Anthropic Sita Perhatian Wall Street, Target Valuasi Tembus Rp36 Kuadriliun

IPO Anthropic Sita Perhatian Wall Street, Target Valuasi Tembus Rp36 Kuadriliun

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:39 WIB

Demo Sumpah Pemuda di Malioboro Ricuh, Terduga Provokator Bawa Sajam dan Mabuk Miras Ditangkap

Demo Sumpah Pemuda di Malioboro Ricuh, Terduga Provokator Bawa Sajam dan Mabuk Miras Ditangkap

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:37 WIB

Pakar Hukum Soroti Ferry Yanto: Disebut Pemeras Tan Kian, Kenapa Dilindungi LPSK?

Pakar Hukum Soroti Ferry Yanto: Disebut Pemeras Tan Kian, Kenapa Dilindungi LPSK?

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:34 WIB

Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045

Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:31 WIB

Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi

Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:30 WIB

11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa

11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:20 WIB

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:05 WIB

×