Pengamat Farmasi Sebut Ini Alasan Obat Terlarang Tetap Beredar

Dythia Novianty | Nikolaus Tolen | Suara.com

Sabtu, 16 September 2017 | 15:43 WIB
Pengamat Farmasi Sebut Ini Alasan Obat Terlarang Tetap Beredar
Obat PCC yang populer disebut 'Pil Zombie'. (Foto: Istimewa)

Suara.com - Pengamat Farmasi Anthony Charles Sunarjo mengungkapkan alasan tetap beredarnya obat yang dinyatakan terlarang oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di masyarakat. Kata dia, salah satu alasannya adalah karena omzet dari obat tersebut sangat besar.

"Orang yang melihat ini bisa sebagai peluang yang luar biasa. Karena obat-obat lama yang sudah ditarik (dilarang) itu, omzetnya luar biasa," kata Anthony di Gado-gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (16/9/2017).

Ketua Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia 1996-2011 tersebut mengatakan, obat-obatan yang dinyatakan terlarang akan ditarik perusahaannya. Itu dilakukan dengan memerintahkan distributor secara berjenjang dari bawah (kecil) ke atas (distributor besar).

"Kemudian dikumpulkan, lalu dimusnahkan dengan disaksikan oleh BPOM, apakah itu BPOM pada tingkat nasional atau propinsi," katanya.



Namun, terkait kejadian yang terjadi di Kendari, Sulawesi Tenggara, Antjony mengaku heran. Sebab, peredaran obat jenis Paracetamol Caffein Carisoprodol (PCC) sudah lama dilarang BPOM.

"Jadi, kalau melihat fenomena yang sekarang, memang agak sedikit mengherankan, sesudah tiga tahun tanpa terjadi apa-apa, tanpa berita apa-apa baru muncul sekarang," lanjut Anthony.

Oleh karena itu, dia meminta kepada pihak yang berwajib agar memastikan sumber obat-obat yang beredar tersebut. Sebab, bisa saja obat tersebut berasal dari stok lama dan masih tersimpan pascadilarang oleh BPOM.

"Apakah itu masih sisa dari stok yang tidak tertarik oleh pabrik. Kedua, apakah ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan barangkali kekosongan-kekosongan yang ada," kata Anthony.

Parahnya, menurut Anthony adalah masih banyak masyarakat yang mencari-cari obat yang lama. Pasalnya, tidak semua dokter di Indonesia tahu kalau ada obat-obat yang sudah dilarang oleh BPOM. Sebab, yang paling tahu soal obat adalah apoteker.

"Biasanya apoteker tahu. Yang pertama paling tahu adalah apotekernya. Kalau ada pemberitahuan dari BPOM itu biasanya yang tahu lebih dulu adalah apoteker, teman sejawatlah, baru yang lain," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

DPR Desak Aparat Segera Investigasi Peredaran Obat PCC

DPR Desak Aparat Segera Investigasi Peredaran Obat PCC

News | Sabtu, 16 September 2017 | 14:39 WIB

Pengedar PCC di Yogyakarta Hanya Dihukum Enam Bulan

Pengedar PCC di Yogyakarta Hanya Dihukum Enam Bulan

News | Sabtu, 16 September 2017 | 13:23 WIB

"Pil Zombie" Ternyata Tak Miliki Izin Edar BPOM Sejak 2013

"Pil Zombie" Ternyata Tak Miliki Izin Edar BPOM Sejak 2013

Health | Jum'at, 15 September 2017 | 08:19 WIB

Terkini

Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil

Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 23:05 WIB

Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas

Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 22:10 WIB

Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera

Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 21:53 WIB

MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI

MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 21:42 WIB

Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak

Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 21:15 WIB

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:31 WIB

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:30 WIB

Mudik Lebaran Lancar dan Kondusif, Kakorlantas Polri: Terima Kasih untuk Semua Pihak yang Terlibat

Mudik Lebaran Lancar dan Kondusif, Kakorlantas Polri: Terima Kasih untuk Semua Pihak yang Terlibat

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:25 WIB

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:19 WIB

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:16 WIB