JK Cerita Konflik SARA Poso dan Ambon di New York

Sabtu, 23 September 2017 | 06:26 WIB
JK Cerita Konflik SARA Poso dan Ambon di New York
Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah) bersama Ketua MPR Zulkifli Hasan (kanan) dan Ketua DPD Oesman Sapta Odang (kiri). (ANTARA)

Suara.com - Wakil Presiden M Jusuf Kalla memberikan kuliah umum di Universitas Columbia New York tentang radikalisme dan kebhinnekaan di Indonesia. JK bercerita tentang berbagai konflik yang menyinggung keagamaan dan etnis masa lalu.

"Tidak ada negara yang seperti Indonesia, dengan jumlah penduduk nomor empat di dunia dengan berbagai etnis, suku dan budaya serta tersebar dalam berbagai pulau, tetapi saling menghormati " kata Wapres M Jusuf Kalla saat memberikan kuliah umum di Universitas Columbia, New York Amerika Serikat, Jumat (22/9/2017) waktu setempat.

Lebih lanjut Wapres menjelaskan hal itu terjadi karena di Indonesia sejak dahulu hidup dalam harmoni "Kami memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika, meski berbeda-beda tapi tetap satu " kata Wapres.

Wapres menjelaskan perbedaan agama tidak menjadi masalah. Wapres menjelaskan jika mendengar ada beberapa konflik di Indonesia persoalannya bukan karena agama, tetapi karena kesenjangan, bahkan soal demokrasi atau politik.

Wapres menjelaskan kasus di Poso atau Ambon terjadi konflik justru karena demokrasi. Sebelumnya pemimpin di wilayah tersebut ada harmoni antarumat beragama. Jika kepala daerahnya Muslim, maka wakilnya non-Muslim. Dan begitu pula sebaliknya.

"Namun tiba-tiba setelah demokrasi maka pemenang mengambil semua. Pasangan kepala daerah bisa tidak menghiraukan harmoni tersebut, yang mayoritas mengambil semuanya," kata Wapres.

Sementara terkait radikalisme dan terorisme, Wapres menegaskan bahwa hal itu terjadi di negara-negara gagal.

"Terorisme dan radikalisme datang dari negara-negara gagal, karena mereka merasa tidak ada harapan. Begitu mudah dijanjikan masuk surga, mereka dengan senang hati melakukannya," kata Wapres.

Saat ini di Indonesia telah dilakukan program de-radikalisasi terhadap lebih dari 10.000 mantan teroris yang dipenjara di 72 penjara di seluruh Indonesia. (Antara)

Baca Juga: Tangkal Radikalisme dari Keluarga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI