Makin Kritis, Status Level "Orange" di Jalur Penerbangan Bali

Suwarjono Suara.Com
Rabu, 27 September 2017 | 10:16 WIB
Makin Kritis, Status Level "Orange" di Jalur Penerbangan Bali
Gunung Agung yang berstatus awas di Karangasem, Bali, Selasa (26/9).

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan peringatan level "orange" untuk jalur penerbangan terkait status awas Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali karena berpotensi terjadi letusan dengan estimasi ketinggian lima hingga 10 kilometer.

"Oleh karena Gunung Agung status kritis walaupun abu belum muncul tetapi ada gajala di bawah permukaan sehingga kami umumkan kepada pilot bahwa ini 'orange' karena setiap saat bisa meletus," kata Kepala Bidang Mitigasi Gunungapi PVMBG Gede Suantika di Pos Pengamatan Gunungapi Agung di Desa Rendang, Karangasem, Bali Rabu.

Menurut Suantika meski saat ini belum terpantau abu namun informasi tersebut diharapkan menjadi pertimbangan kepada pilot untuk mewaspadainya dengan menghindari jalur di atas Gunung Agung karena letusan gunung yang tidak dapat diprediksi.

Peringatan tersebut, lanjut dia telah dikeluarkan melalui laman Vulcano Observatory Notice to Aviation (VONA) pada Selasa (26/9) malam.

Suantika menjelaskan aktivitas magnitudo gempa sekuat 4,2 skala Richter pada Selasa (26/9) dengan kedalaman lima kilometer pada episentrum empat kilometer barat laut Karangasem juga menjadi salah satu indiktor pihaknya menaikkan level "orange" untuk penerbangan.

"Begitu ada gempa besar kami takut ada letusan tiba-tiba," kata Suantika.

Meski pihaknya mengeluarkan level "orange" tersebut namun kewenangan untuk melarang melintas di jalur udara atau di atas Gunung Agung selebihnya berada di tangah otoritas terkait.

Sementara itu terkait aktivitas vulkanik Gunung Agung, Suantika mengatakan jumlah kegempaan tercatat menurun namun energi yang dikeluarkan semakin besar.

"Jumlah kegempaan cenderung menurun tetapi jika dikonversi gempa ke energi memang masih merangkak naik," ucapnya.

PVMBG mencatat aktivitas vulkanik dalam pada Senin (25/9) mencapai 448 kali namun jumlah itu menurun menjadi 416 kali pada Selasa (26/9).

Dari pengamatan visual Rabu ini mulai pukul 00.00 hingga 06.00 WITA, Suantika menjelaskan tinggi asap kawah tidak teramati dengan Gunung Agung yang tertutup kabut tebal dan tanda-tanda erupsi belum tampak.

Aktivitas kegempaan terekam untuk vulkanik dangkal sebanyak 106 kali, vulkanik dalam 165 kali dan tektonik lokal 27 kali.

PVMBG masih merekomendasikan daerah bahaya tidak boleh ada aktivitas yakni dalam radius sembilan kilometer dari puncak dan dalam sektoral barat daya, selatan, tenggara, timur laut dan utara sejauh 12 kilometer dari puncak. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI