Pengungsi Gunung Agung Bertambah Jadi 75.673 Orang

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 26 September 2017 | 15:35 WIB
Pengungsi Gunung Agung Bertambah Jadi 75.673 Orang
Warga dan wisatawan mancanegara terlihat mengungsi setelah Gunung Agung ditetapkan menjadi level awas di Karangasem, Bali, Jumat (22/9/2017) malam. [Antara]

Suara.com - Jumlah pengungsi Gunung Agung di Bali terus bertambah. Data pengungsi yang tercatat oleh Pusdalops BPBD Bali pada Selasa (26/9/2017) pukul 12.00 Wita mencapai 75.673 jiwa.

Pengungsi ini tersebar 377 titik pengungsian di 9 kabupaten/kota di Bali. Diperkirakan, data jumlah pengungsi masih bertambah karena pendataan masih terus dilakukan.

Berdasarkan sebaran pengungsi di kabupaten/kota, pengungsi tersebar di Kabupaten Badung sebanyak 9 titik (756 jiwa), Kabupaten Bangli 29 titik (4.890 jiwa), Kabupaten Buleleng 24 titik (8.518 jiwa), Kota Denpasar 27 titik (2.539 jiwa), Kabupaten Gianyar 12 titik (540 jiwa), Jembrana 4 titik (82 jiwa), Kabupaten Karangasem 93 titik (37.812 jiwa), Kabupaten Klungkung 162 titik (19.456 jiwa), dan Kabupaten Tabanan 17 titik (1.080 jiwa).

"Jumlah pengungsi ini lebih besar daripada penduduk yang tinggal di dalam radius berbahaya yang direkomendasikan PVMBG untuk dikosongkan, yaitu radius 9 kilometer dari puncak kawah Gunung Agung ditambah 12 kilometer di sektor utara-timur laut dan 12 kilometer di sektor tenggara-selatan-barat daya," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Selasa (26/9/2017).

Menurut dia, sulit menentukan jumlah penduduk secara pasti. Sebab data penduduk menggunakan basis administrasi desa, sedangkan data radius menggunakan batas daerah berbahaya oleh letusan Gunung Agung.

Wilayah desa terpotong oleh garis radius berbahaya, sehingga untuk memastikan jumlah penduduk secara pasti dalam wilayah desa tersebut menjadi tidak mudah. Akhirnya disepakati menggunakan pendekatan dan diperkirakan jumlah penduduk yang harus dievakuasi adalah 62.000 jiwa sesuai pernyataan Wakil Bupati Karangasem.

"Batas radius berbahaya itu mudah terlihat di peta. Di lapangan tidak nampak. Di lapangan masyarakat tidak tahu mereka tinggal di dalam radius berapa. Inilah yang menyebabkan masyarakat yang tinggal di luar garis radius berbahaya pun ikut mengungsi. Apalagi saat dinaikkan status Awas (Level IV), ribuan masyarakat mengungsi pada malam hari yang menyebabkan masyarakat di desa-desa yang terdapat di luar radius berbahaya pun ikut mengungsi," kata pengajar di UI itu.

Sutopo menilai itu hal yang wajar saat bencana. Saat letusan Gunung Merapi tahun 2010, pengungsi mencapai lebih dari 500.000 jiwa saat radius berbahaya dinaikkan dari 15 kilometer menjadi 20 kilometer. Padahal di peta, jumlah penduduk di dalam radius 20 kilometer hanya sekitar 200.000 jiwa.

Begitu juga saat letusan Gunung Sinabung, jumlah penduduk yang ada di dalam radius berbahaya dan harus mengungsi hanya sekitar 7.000 jiwa saat dinaikkan status Awas pada 24 Desember 2014. Namun yang mengungsi ternyata mencapai 11.618 jiwa pada 26 Desember 2014, bahkan mencapai 30.117 jiwa pada 23 Januari 2015.

baca juga

"Ada faktor psikologis dan sosial yang melatarbelakangi masyarakat ikut mengungsi. Saat seseorang mendengar ada ancaman atau bahaya dan melihat langsung masyarakat pada mengungsi, maka secara naluriah orang tersebut akan ikut mengungsi. Apalagi jika gunungnya sudah meletus dan terlihat awan panas, hujan abu pekat, suara dentuman dan lainnya, maka masyarakat akan mengungsi ke tempat aman," jelas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gunung Agung Dalam Masa Kritis

Gunung Agung Dalam Masa Kritis

Foto | Selasa, 26 September 2017 | 15:05 WIB

Bentuk Kepedulian XL Axiata pada Pengungsi Gunung Agung

Bentuk Kepedulian XL Axiata pada Pengungsi Gunung Agung

Press Release | Selasa, 26 September 2017 | 13:02 WIB

Kementerian PUPR Distribusikan Air Bersih ke Lokasi Pengungsian

Kementerian PUPR Distribusikan Air Bersih ke Lokasi Pengungsian

News | Selasa, 26 September 2017 | 12:00 WIB

Jokowi Akan Serahkan Bantuan Rp7,1 M untuk Pengungsi Gunung Agung

Jokowi Akan Serahkan Bantuan Rp7,1 M untuk Pengungsi Gunung Agung

News | Selasa, 26 September 2017 | 09:24 WIB

Gunung Agung Awas, Warga Enggan Mengungsi, Mengapa?

Gunung Agung Awas, Warga Enggan Mengungsi, Mengapa?

News | Selasa, 26 September 2017 | 06:12 WIB

Bali United Kirim Pesan Solidaritas untuk Pengungsi Gunung Agung

Bali United Kirim Pesan Solidaritas untuk Pengungsi Gunung Agung

Bola | Selasa, 26 September 2017 | 00:54 WIB

Kawasan Rawan Bencana Gunung Agung

Kawasan Rawan Bencana Gunung Agung

Foto | Senin, 25 September 2017 | 19:30 WIB

BNPB Beri Keterangan Status Gunung Agung

BNPB Beri Keterangan Status Gunung Agung

Foto | Senin, 25 September 2017 | 17:20 WIB

Unggah Status Gunung Agung, Indra Lesmana Kebanjiran Bantuan

Unggah Status Gunung Agung, Indra Lesmana Kebanjiran Bantuan

Entertainment | Senin, 25 September 2017 | 12:27 WIB

Terkini

Pernah Jadi Tukang Cuci Piring, Kisah Pengusaha Muda Salatiga Ini Kini Punya 130 Karyawan

Pernah Jadi Tukang Cuci Piring, Kisah Pengusaha Muda Salatiga Ini Kini Punya 130 Karyawan

Jawa Tengah | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 21:17 WIB

Persib Comeback 3-1 atas Port FC, Igor Tolic Puji Kecerdasan Pemain dan Umuh Sebut Mental Baja

Persib Comeback 3-1 atas Port FC, Igor Tolic Puji Kecerdasan Pemain dan Umuh Sebut Mental Baja

Jabar | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 21:15 WIB

7 Dekade Berlalu, Ini 4 Alasan Mengapa Kritik Novel '1984' Makin Relevan Hari Ini

7 Dekade Berlalu, Ini 4 Alasan Mengapa Kritik Novel '1984' Makin Relevan Hari Ini

Your Say | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 21:15 WIB

Cara Cerdik Igor Tolic Manfaatkan Celah Port FC Bawa Persib Comeback Dramatis

Cara Cerdik Igor Tolic Manfaatkan Celah Port FC Bawa Persib Comeback Dramatis

Bola | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 21:15 WIB

Dukung Strategi Investasi Nasabah, BRI Wealth Management Hadirkan Tiga Reksa Dana Baru

Dukung Strategi Investasi Nasabah, BRI Wealth Management Hadirkan Tiga Reksa Dana Baru

Bogor | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 21:14 WIB

Makin Beragam, Ini Tiga Reksa Dana Baru dari BRI Wealth Management

Makin Beragam, Ini Tiga Reksa Dana Baru dari BRI Wealth Management

Lampung | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 21:12 WIB

Nasabah BRI Private & Prioritas Silakan Nonton di The Premiere XXI Pakai Promo Beli 1 Dapat 2 Tiket

Nasabah BRI Private & Prioritas Silakan Nonton di The Premiere XXI Pakai Promo Beli 1 Dapat 2 Tiket

Sumut | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 21:08 WIB

BRI Wealth Management Tambah Tiga Reksa Dana Baru untuk Optimalkan Diversifikasi Portofolio

BRI Wealth Management Tambah Tiga Reksa Dana Baru untuk Optimalkan Diversifikasi Portofolio

Surakarta | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Kabut Asap Indonesia 'Ikut' Sesi Latihan Bebas GP Singapura, George Russell Jadi yang Tercepat

Kabut Asap Indonesia 'Ikut' Sesi Latihan Bebas GP Singapura, George Russell Jadi yang Tercepat

Sport | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 21:04 WIB

BRI Manjakan Nasabah Private dan Prioritas dengan Promo Eksklusif The Premiere

BRI Manjakan Nasabah Private dan Prioritas dengan Promo Eksklusif The Premiere

Sumbar | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 21:02 WIB

×