Politisi PDIP ini Samakan Gatot dengan Erdogan dan Trump

Pebriansyah Ariefana | Dian Rosmala | Suara.com

Kamis, 05 Oktober 2017 | 16:08 WIB
Politisi PDIP ini Samakan Gatot dengan Erdogan dan Trump
Di atas kapal laut KRI Dr. Soeharso - 990, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menjadi inspektur upacara [suara.com/Welly Hidayat]

Suara.com - Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Pareira menganggap apa yang dilakukan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo adalah tindakan yang mirip dengan gaya politik tokoh internasional. Andreas mengatakan yang dilakukan Gatot sama dengan yang dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Turki Erdogan Recep Tayyip.‎

Kata Andreas, apa yang dilakukan tokoh-tokoh tadi adalah politik populisme, yaitu tren politik yang menampilkan diri dalam konteks membela kepentingan rakyat.

Di mana, Trump sukses menarik simpati dari silent majority yang tidak puas dengan kebijakan Barrack Obama. Sedangkan Erdogan adalah presiden yang sering mengambil kebijakan populis hingga akhirnya dibela rakyat ketika dikepung militer Turki.‎

"Bagaimana dia (Gatot) memberikan reaksi demokrasi yang populer. Erdogan di Turki juga. Kalau ini memang sedang mendunia, populis demokratis dan populis reaksi, menggunakan gaya itu untuk menarik simpati publik," papar Andreas dalam acara diskusi berjudul 'Nasib Reformasi TNI: Apa yang Kau Cari Panglima?' di D'Hotel, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/10/2017).

Dia menambahkan, tindakan populis Gatot ini bisa dilihat dari prilaku dan gayanya satu tahun belakangan ini. Dalam catatannya, kekinian, Gatot memunculkan gaya populis ketika menyebut adanya pembelian senjata ilegal selain institusi TNI.

Anggota Komisi I DPR kemudian menelaah komentar-komentar Gatot yang terekam belakangan ini. Kata Andreas, Gatot lebih sering membicarakan hal-hal politis ketimbang tugasnya dalam menjaga keamanan.

"Kalau teman-teman mau menggunakan metode analisis konten media‎, dalam setahun berapa banyak pembicaraannya tentang militer, dan berapa banyak tentang politik? Saya yakin lebih banyak politisnya dibanding pembicaraan tentang strategi pertahanan," tuturnya.

Ini pula yang kemudian membuat Presiden Joko Widodo menegurnya. Karena menurut Andreas, Presiden memerintahkan supaya Gatot bekerja sesuai dengan kompetensinya tanpa membuat gaduh.

"Ini pula yang terjadi dengan Pak Rizal Ramli (Menteri Koordinator Kemaritiman). Tapi kalau dipecat, jangan-jangan dia (Gatot) nanti gunakan politik play victim. Menjadi korban dan mendapat simpati. Menang lagi dia, naik lagi dia," kata Andreas.

Dia pun meyakini, prilaku dan gaya komunikasi yang dilakukan Gatot ‎tidak bisa dianggap sebagai suara institusi TNI atau tiga matra yang ada di TNI. Menurutnya, ini adalah gaya individu Gatot yang memiliki agenda tertentu. Namun, Andreas tidak mau berspekulasi tentang agenda tertentu itu.

"Jadi saya rasa ini belum tentu juga diinternal (TNI) setuju. Saya perhatikan belum tentu semuanya setuju dengan gaya individual ini. Coba kita bikin survei, tapi kalau berani," kata Andreas.‎

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kontras Khawatir TNI Berambisi Kembali Berpolitik

Kontras Khawatir TNI Berambisi Kembali Berpolitik

News | Kamis, 05 Oktober 2017 | 12:17 WIB

Panglima TNI Beberkan Ancaman Regional dan Global

Panglima TNI Beberkan Ancaman Regional dan Global

News | Kamis, 20 Juli 2017 | 21:28 WIB

Jenderal Gatot: Tindak Perusuh Pilkada, Panglimamu Siap Didakwa!

Jenderal Gatot: Tindak Perusuh Pilkada, Panglimamu Siap Didakwa!

News | Selasa, 18 April 2017 | 13:06 WIB

Gerindra Minta Permenhan No 28/2015 Ditinjau Ulang

Gerindra Minta Permenhan No 28/2015 Ditinjau Ulang

News | Rabu, 08 Februari 2017 | 15:45 WIB

Ini Tiga Nama Calon KSAU yang Diajukan Panglima TNI ke Presiden

Ini Tiga Nama Calon KSAU yang Diajukan Panglima TNI ke Presiden

News | Rabu, 11 Januari 2017 | 14:03 WIB

Sikap Panglima TNI Terhadap Militer Australia Dinilai Tepat

Sikap Panglima TNI Terhadap Militer Australia Dinilai Tepat

News | Rabu, 04 Januari 2017 | 21:58 WIB

Panglima TNI Dipuji karena Batalkan Beli Helikopter AW 101

Panglima TNI Dipuji karena Batalkan Beli Helikopter AW 101

News | Senin, 02 Januari 2017 | 16:45 WIB

Menteri hingga Kapolri Bertemu Forum Pemred, Bahas Apa?

Menteri hingga Kapolri Bertemu Forum Pemred, Bahas Apa?

News | Kamis, 22 Desember 2016 | 03:36 WIB

TNI Perkuat Kehadiran dan Kemampuan di Seluruh Kawasan Nusantara

TNI Perkuat Kehadiran dan Kemampuan di Seluruh Kawasan Nusantara

News | Senin, 18 Juli 2016 | 18:21 WIB

Terkini

Tinjau Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Anggota DPR Sudjatmiko: Situasi Sangat Mencekam

Tinjau Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Anggota DPR Sudjatmiko: Situasi Sangat Mencekam

News | Selasa, 28 April 2026 | 00:21 WIB

Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS

Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS

News | Selasa, 28 April 2026 | 00:01 WIB

Tabrakan Kereta Bekasi Timur: 29 Korban Dievakuasi, 6-7 Orang Masih Terjepit

Tabrakan Kereta Bekasi Timur: 29 Korban Dievakuasi, 6-7 Orang Masih Terjepit

News | Senin, 27 April 2026 | 23:52 WIB

KAI Daop 1 Jakarta: Dua Korban Tabrakan Kereta Bekasi Timur Meninggal Dunia

KAI Daop 1 Jakarta: Dua Korban Tabrakan Kereta Bekasi Timur Meninggal Dunia

News | Senin, 27 April 2026 | 23:33 WIB

KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL, Dugaan Awal Akibat Kecelakaan Taksi Listrik

KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL, Dugaan Awal Akibat Kecelakaan Taksi Listrik

News | Senin, 27 April 2026 | 22:57 WIB

KAI Commuter Terapkan Rekayasa Rute Pasca Tabrakan KA di Bekasi Timur, Ini Daftar Lengkapnya

KAI Commuter Terapkan Rekayasa Rute Pasca Tabrakan KA di Bekasi Timur, Ini Daftar Lengkapnya

News | Senin, 27 April 2026 | 22:57 WIB

KAI Masih Evakuasi dan Data Korban Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur

KAI Masih Evakuasi dan Data Korban Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur

News | Senin, 27 April 2026 | 22:45 WIB

Tabrakan KRL Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Basarnas Kerahkan Tim Evakuasi

Tabrakan KRL Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Basarnas Kerahkan Tim Evakuasi

News | Senin, 27 April 2026 | 22:38 WIB

KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur

KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur

News | Senin, 27 April 2026 | 22:38 WIB

Penyebab Tabrakan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur Masih Diselidiki

Penyebab Tabrakan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur Masih Diselidiki

News | Senin, 27 April 2026 | 22:24 WIB