Nobel Perdamaian 2017 untuk Organisasi Antisenjata Nuklir

Liberty Jemadu

Sabtu, 07 Oktober 2017 | 07:44 WIB
Nobel Perdamaian 2017 untuk Organisasi Antisenjata Nuklir
Kordinator ICAN, Daniel Hogstan (kiri), Direktur Eksekutif ICAN, Beatrice Fihn dan suaminya, Will Fihn Ramsay berfoto bersama spanduk ICAN usai diumumkan sebagai penerima Anugerah Nobel Perdamaian 2017 pada Jumat (6/10). [AFP/Fabrice Coffrini]

Suara.com - Hadiah Nobel Perdamaian 2017 dianugerahkan kepada ICAN, sebuah kelompok yang memperjuangkan pelarangan senjata-senjata nuklir di seluruh dunia, demikian diumumkan Komite Nobel pada Jumat (9/10/2017) di Oslo, Norwegia.

International Campaign to Abolish Nuclear Weapons (ICAN) dinilai pantas menerima hadiah bergengsi itu karena mereka berhasil mendorong lahirnya sebuah kesepakatan internasional yang berisi pelarangan atas senjata nuklir.

"Kita hidup di dunia di saat risiko penggunaan senjata nuklir lebih besar ketimbang sebelumnya," kata Berit Reiss-Andersen, ketua Komite Nobel, ketika mengumumkan penerima Nobel Perdamaian 2017.

Ia menyebut isu senjata nuklir Korea Utara sebagai salah satu contoh dari risiko penggunaan senjata nuklir itu.

Pada Juli lalu, setelah ditekan oleh ICAN, sebanyak 122 negara mendukung sebuah kesepakatan yang digagas oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa yang berisi pelarangan dan penghancuran semua senjata nuklir di dunia.

Sayang, kesepakatan itu tak didukung oleh sembilan negara pemilik senjata nuklir di dunia seperti Rusia, Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Cina, Pakistan, India, Israel, dan Korea Utara.

ICAN, yang merupakan koalisi dari sekitar 100 lembaga swadaya masyarakat di seluruh dunia, kini berusia 10 tahun dan bermarkas di Jenewa, Swiss.

Direktur eksekutif ICAN, Beatrice Fihn, mengatakan pihaknya terkejut atas pengumuman itu. Meski demikian ia menegaskan bahwa Nobel Perdamaian 2017 ini merupakan sinyal bahwa karya-karya ICAN "diperlukan dan dihargai".

"Hukum perang mengatur bahwa kita tak bisa menyasar warga sipil. Sementara senjata nuklir dirancang untuk membunuh warga sipil; untuk melenyapkan kota-kota di dunia," kata dia.

Ketika ditanya, apakah ia punya pesan khusus untuk pemimpin Korut, Kim Jong-un dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang pernah mengancam akan melenyapkan Korut, Fihn mengatakan bahwa kedua orang itu harus sadar bahwa senjata nuklir kini ilegal.

"Senjata nuklir adalah ilegal. Mengancam akan menggunakan senjata nuklir juga ilegal. Memiliki dan mengembangkan senjata nuklir adalah ilegal. Mereka harus berhenti," tegas dia.

Dua hari sebelumnya Fihn dalam akun Twitter-nya menyebut Trump sebagai "orang tolol". Ia mengaku bahwa kecaman itu ditulis ketika membaca berita bahwa bahkan Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson, menggunakan kata yang sama untuk menggambarkan Trump.

Tetapi dia menegaskan bahwa karakter Trump yang meledak-ledak justru menunjukkan betapa pentingnya pelarangan senjata nuklir di dunia, apa lagi jika dikuasai oleh pemimpin seperti Trump.

"Seseorang yang bisa Anda pancing hanya dengan sebuah tweet untuk mengambil keputusan irasional dan menolak masukkan para pakar, menunjukkan arti sebenarnya dari senjata nuklir. Tak ada tangan yang tepat untuk senjata yang salah," ujar dia. (Reuters/BBC)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dendam yang Tak Pernah Selesai dalam Novel Peraih Nobel Beauty and Sadness

Dendam yang Tak Pernah Selesai dalam Novel Peraih Nobel Beauty and Sadness

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 12:30 WIB

Thousand Cranes: Luka Masa Lalu dalam Karya Peraih Nobel Yasunari Kawabata

Thousand Cranes: Luka Masa Lalu dalam Karya Peraih Nobel Yasunari Kawabata

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:30 WIB

Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG

Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:11 WIB

Diusulkan Jadi Nobel Perdamaian, Makalah MBG yang Cantumkan Nama Prabowo Kini Diinvestigasi

Diusulkan Jadi Nobel Perdamaian, Makalah MBG yang Cantumkan Nama Prabowo Kini Diinvestigasi

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 15:26 WIB

Studio Ghibli Resmi Menerima Penghargaan Bergengsi Setara Nobel di Spanyol

Studio Ghibli Resmi Menerima Penghargaan Bergengsi Setara Nobel di Spanyol

Your Say | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:00 WIB

Saat Alwijo "Memasak" Judul Wattpad Abal-abal: Layak Dapat Nobel atau Cuma Viral?

Saat Alwijo "Memasak" Judul Wattpad Abal-abal: Layak Dapat Nobel atau Cuma Viral?

Your Say | Selasa, 21 April 2026 | 10:52 WIB

Berkontribusi bagi Keamanan dan Kesejahteraan, BPJS Kesehatan Masuk Nominasi Nobel Perdamaian

Berkontribusi bagi Keamanan dan Kesejahteraan, BPJS Kesehatan Masuk Nominasi Nobel Perdamaian

News | Selasa, 14 Oktober 2025 | 19:38 WIB

Nobel Perdamaian Dikasih ke Pendukung Genosida? 5 Dosa Pemenang Nobel 2025 yang Bikin Geger

Nobel Perdamaian Dikasih ke Pendukung Genosida? 5 Dosa Pemenang Nobel 2025 yang Bikin Geger

Your Say | Senin, 13 Oktober 2025 | 07:20 WIB

Nobel Perdamaian 2025 Penuh Duri: Jejak Digital Pro-Israel Penerima Penghargaan Jadi Bumerang

Nobel Perdamaian 2025 Penuh Duri: Jejak Digital Pro-Israel Penerima Penghargaan Jadi Bumerang

News | Minggu, 12 Oktober 2025 | 23:10 WIB

5 Rekomendasi Novel Karya Laszlo Krasznahorkai: Peraih Nobel Sastra 2025

5 Rekomendasi Novel Karya Laszlo Krasznahorkai: Peraih Nobel Sastra 2025

Lifestyle | Sabtu, 11 Oktober 2025 | 19:15 WIB

Terkini

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:05 WIB

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

×