KPAI Turun Tangan di Kasus Bully Anak 'Mirip Ahok'

Selasa, 31 Oktober 2017 | 17:57 WIB
KPAI Turun Tangan di Kasus Bully Anak 'Mirip Ahok'
Ilustrasi anak korban bullying (Shutterstock)

Suara.com - KPAI menerima sejumlah pengaduan melalui akun Facebook KPAI maupun aplikasi WhatsApp  terkait kasus dugaan persekusi di salah satu SD Negeri di wilayah Pasar Rebo,  Jakarta Timur. 

Dalam tulisan yang viral tersebut dinyatakan bahwa siswa SB mengalami kekerasan dari teman sebayanya dengan menggunakan ujung pena dan dijuluki Ahok.

“Setelah menerima pengaduan,  KPAI segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta untuk meminta klarifikasi,” kata Komisioner KPAI bidang Pendidikan, Retno Listyarti, Selasa (31/10/2017).

Dari informasi yang diterima KPAI,  saat itu sedang berlangsung mediasi antara orangtua ananda SB termasuk pamannya,  pihak sekolah,  dan pengawas sekolah.  Belakangan pihak Polsek setempat juga datang ke sekolah.  Sayangnya saat KPAI tiba di sekolah,  pertemuan tersebut sudah selesai dan para pihak sudah meninggalkan lokasi. 

Saat KPAI meminta informasi hasil mediasi, ternyata tidak ada poin-poin kesepakatan.  KPAI menduga hal tersebut bukan mediasi tapi klarifikasi. Satu-satunya informasi yang muncul adalah,  bahwa ibunda SB meminta kasus ini tidak diperpanjang. 

KPAI menyayangkan saat mediasi tersebut, SB ada dalam ruangan dan diduga juga ada pihak media massa yang ikut di dalamnya. Retno mengatakan, pihak sekolah mengaku banyak tidak mengenali pihak-pihak yang hadir tersebut. 

“Sesampai di sekolah, KPAI segera meminta keterangan pihak-pihak terkait di sekolah,  seperti Kepala Sekolah,  wali kelas, guru agama Ananda SB,  dan juga pengawas sekolah.  Secara kebetulan,  rombongan dinas pendidikan provinsi DKI Jakarta juga sudah tiba di lokasi,” kata Retno.

KPAI akan melakukan kunjungan ke rumah untuk menemui SB dan keluarganya di hari lain. KPAI dengan kasus ini dan akan mendalami. 

“Jika memang ananda SB membutuhkan pemulihan secara psikologis untuk mengatasi trauma healingnya maka KPAI akan merujuk P2TP2A Jakarta untuk mendampingi.  Jika memang ada luka pada tubuh ananda SB maka KPAI akan merujuk pada Rumah Sakit terdekat untuk pengobatan.  Selain itu,  LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban) juga sempat berkoordinasi dengan KPAI untuk pendampingan ananda SB dan keluarga jika dibutuhkan,” kata Retno. 

Baca Juga: Ahok Ternyata Sempat Ingin Tutup 'Kolam Cetek' Alexis

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI