Trump: Teroris New York Harus Dihukum Mati!

Dythia Novianty

Jum'at, 03 November 2017 | 07:12 WIB
Trump: Teroris New York Harus Dihukum Mati!
Presiden AS, Donald Trump. [Shutterstock]

Suara.com - Presiden Donald Trump mengatakan bahwa Sayfullo Saipov, pengendara mobil yang dituduh membunuh delapan orang di New York City pada hari Selasa (31/10/2017) dalam serangan teror, harus menghadapi hukuman mati atas tindakannya tersebut.

"Teroris NYC senang karena dia meminta untuk memasang bendera ISIS di kamar rumahnya, dia membunuh 8 orang, sebabkan 12 orang terluka parah. Harus mendapatkan hukuman mati!" tweet Trump melalui akun pribadinya.

Kicauan ini sebagai tanggapannya atas laporan bahwa Saipov berusaha untuk mengibarkan bendera Negara Islam (ISIS) di kamar rumah sakit Bellevue-nya setelah serangan tersebut.

Komentar Trump ini dinilai banyak pihak sangat tidak lazim. Dimana seorang presiden yang sedang duduk untuk menimbang proses persidangan pidana yang sedang berlangsung, apalagi merekomendasikan hukuman mati, dan berpotensi mempersulit upaya untuk menuntut Saipov.

Saipov secara resmi dikenai hukuman atas pembunuhan delapan orang tersebut dan belasan orang terluka yang ditimbulkannya dengan membajak sebuah truk sewaan ke jalur bersepeda yang ramai di dekat One World Trade Centre.

Kicauan Donald Trump. [Twitter]

Trump menjadi pendukung vokal hukuman mati sebelum dan sejak memasuki dunia politik. Bahkan, pada saat tersangka atau tersangka belum diadili. Saat kampanye 2016, kandidat Trump berjanji untuk memberlakukan perintah eksekutif yang memungkinkan dia memberlakukan hukuman mati.

Sejak serangan hari Selasa, presiden berulang kali mengecam tindakan tersangka teror tersebut. Saat terjadi teror, Trump menyesali serangan yang terjadi dan pelakunya dianggap 'sakit dan gila' pada akun Twitternya juga.

Keesokan harinya Trump mengatakan bahwa dia akan mempertimbangkan untuk mengirim Saipov ke penjara Teluk Guantanamo karena dia menyebut sistem peradilan AS sebagai "bahan tertawaan" karena ketidakmampuannya untuk merespon lebih cepat yang bersangkutan dengan tersangka teror. [Politico]

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Teroris New York Minta Polisi Pasang Bendera ISIS di Ruang Rawat

Teroris New York Minta Polisi Pasang Bendera ISIS di Ruang Rawat

News | Kamis, 02 November 2017 | 14:12 WIB

FBI Buru Pelaku Kedua Serangan Truk di New York

FBI Buru Pelaku Kedua Serangan Truk di New York

News | Kamis, 02 November 2017 | 06:49 WIB

Pasca Serangan Truk, Lelaki Tembak Orang Lalu Bunuh Diri

Pasca Serangan Truk, Lelaki Tembak Orang Lalu Bunuh Diri

News | Kamis, 02 November 2017 | 05:47 WIB

Serangan Truk, Lelaki Uzbekistan Jadi Perhatian Penyidik AS

Serangan Truk, Lelaki Uzbekistan Jadi Perhatian Penyidik AS

News | Kamis, 02 November 2017 | 01:15 WIB

New York Diteror, Trump Terapkan 'Program Penyaringan Ekstrem'

New York Diteror, Trump Terapkan 'Program Penyaringan Ekstrem'

News | Rabu, 01 November 2017 | 14:50 WIB

Teror Berdarah di New York,  ISIS: Happy Halloween Amerika

Teror Berdarah di New York, ISIS: Happy Halloween Amerika

News | Rabu, 01 November 2017 | 13:31 WIB

Terkini

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 22:13 WIB

Terungkap, Uang Ratusan Juta di Kanwil BPN Jatim Berasal dari Pemohon Layanan dan Setoran Kantah

Terungkap, Uang Ratusan Juta di Kanwil BPN Jatim Berasal dari Pemohon Layanan dan Setoran Kantah

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:11 WIB

Suahasil Janji Kasih Bunga KPR Murah ke Warga RI Penghasilan Rendah

Suahasil Janji Kasih Bunga KPR Murah ke Warga RI Penghasilan Rendah

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:09 WIB

Kesehatan Remaja Jadi Perhatian, Pencegahan Penyakit Tidak Menular Didorong Sejak Dini

Kesehatan Remaja Jadi Perhatian, Pencegahan Penyakit Tidak Menular Didorong Sejak Dini

Health | Jum'at, 25 September 2026 | 22:08 WIB

Apa Itu DOGSO? Bikin Pemain Singapura Kartu Merah Usai Langgar Mitchell Baker

Apa Itu DOGSO? Bikin Pemain Singapura Kartu Merah Usai Langgar Mitchell Baker

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 22:06 WIB

Kelas Menengah RI Terus Merosot Setelah Pandemi, Kesempatan Kerja Makin Sedikit

Kelas Menengah RI Terus Merosot Setelah Pandemi, Kesempatan Kerja Makin Sedikit

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:05 WIB

Belanja Fashion Bisa Dapat Hadiah dan Ketemu Amel Carla, Ada Promo hingga 70% di 9to9

Belanja Fashion Bisa Dapat Hadiah dan Ketemu Amel Carla, Ada Promo hingga 70% di 9to9

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 21:57 WIB

Manchester City Dinyatakan Bersalah atas 114 dari 115 Dakwaan Pelanggaran Finansial, Apa Hukumannya?

Manchester City Dinyatakan Bersalah atas 114 dari 115 Dakwaan Pelanggaran Finansial, Apa Hukumannya?

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 21:51 WIB

Analis Sebut Pendekatan Terukur Dasco Lindungi Stabilitas Sistem Presidensial

Analis Sebut Pendekatan Terukur Dasco Lindungi Stabilitas Sistem Presidensial

News | Jum'at, 25 September 2026 | 21:19 WIB

×