Kesunyian di Desa Belimbing Usai Ditinggal Mati 29 Warganya

Siswanto, Welly Hidayat

Senin, 06 November 2017 | 18:26 WIB
Kesunyian di Desa Belimbing Usai Ditinggal Mati 29 Warganya
Suasana Desa Belimbing, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten [suara.com/Welly Hidayat]
Suasana Desa Belimbing, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten, kini terasa sepi. Penduduknya masih berduka

Kebakaran pabrik mercon, PT. Panca Buana Cahaya Sukses, merenggut nyawa sebagian warga Desa Belimbing.

Ketua RT 30, RW 15, Muncar (30), sampai hari ini masih tak habis pikir. Kebakaran yang terjadi pada Kamis (26/10/2017) memakan 48 nyawa, 29 orang (dari RT 30 sebanyak 11 orang) di antaranya dari Belimbing.

"Masih nggak menyangka warga kami di sini mas, banyak korban yang meninggal. Ada anak, ibu - ibu, bapak - bapak juga ada," kata Muncar kepada Suara.com, Senin (6/11/2017).
 


Dari kejadian itu, Muncar baru menyadari ternyata banyak warganya yang bekerja di sana. Pabrik tersebut baru sekitar dua bulan beroperasi.

"Saya nggak tahu kalau warga saya banyak kerja di sana. Pak RW juga nggak tahu. Orang tahunya ya mereka kerja saja (pabrik Mercon). Nggak nyangka harus sampai kaya gini mas," ujar Muncar.

Muncar berkata sebagian warganya memiliki pendidikan yang rendah. Warga di desa ini umumnya orang miskin.
 
"Ya, warga yang kerja kan ada yang kurang mampu sama sekolahnya nggak tinggi. Jadi diajak kerja untuk cari uang ya ikut saja, nggak tahu soal faktor keselamatan, ya ada hasil dapat uang mereka kerja," kata Muncar.

Semenjak tragedi itu, Desa Belimbing terasa lain.

"Biasanya ramai warga, ya kalau siang lari - larian anak- anak main, ya kalau ibu banyak juga ngobrol di gang. Sekarang sudah kelihatan sepi semenjak ini, (kebakaran pabrik)," kata Muncar.

Tiap malam minggu, pasar malam di Desa Belimbing selalu ramai. Tapi semenjak warganya banyak yang meninggal, pasar jadi sunyi.
 


"Ya, kami di sini ada hiburan kalau malam minggu ada pasar malam.Tapi semenjak kejadian jarang warga lihat," kata Muncar.

Muncar mengatakan tujuh warganya sampai sekarang belum ketemu. Mereka diduga ikut menjadi korban meninggal dan jenazahnya masih berada di RS Polri, Kramatjati, karena belum berhasil dikenali.

"Ini kami masih menunggu mas. Saya pegang data ada dari RT 26, 30, 31, dan 32. Ini masih tujuh orang belum ditemukan. Semua dari di desa Belimbing," kata Muncar.

Setiap hari, Muncar bertemu keluarga yang kehilangan anggota. Muncar terus menerus menasihati mereka agar selalu sabar.

"Saya terus pantau pihak keluarga yang belum ketemu jasad keluarganya mas. Tiap hari saya minta sabar, kalau Allah izinkan pasti akan ketemu. Semua usaha pasti dilakukan rumah sakit kan," ujar Muncar.

Muncar sudah tak memikirkan lagi pekerjaannya semenjak tragedi Kosambi.

"Ini saya fokus buat warga saya dulu mas. Saya mau semua keluarga korban dapat lihat jasad keluarganya. Saya tinggalin kerjaan saya yang lain, saya dahulukan warga dulu. Warga di RT lain banyak mengadu ke saya. Kalau tempat saya tinggal 1 warga saya lagi belum ketemu," ujar Muncar.

Hampir setiap hari, Muncar didatangi warganya. Mereka minta bantuan agar Muncar mencari tahu kabar dari RS Polri.

"Ada yang sampai nangis- nangis mas anaknya datang ke rumah saya mau ketemu jasad ibunya. Saya terus kontak dengan Rumah sakit juga, hanya terus tunggu dari pihak rumah sakit," kata Muncar.

Setelah kejadian, Muncar bersama warga gotong royong menyelenggarakan tahlilan.

"Kami sudah lakukan tahlilan bersama keluarga korban didekat pabrik. 7 hari pasca kejadian. Rencana nanti 40 harian kami akan tahlilan lagi," ujar Muncar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hukum Menyalakan Petasan dalam Islam: Perbuatan Bahaya dan Mubazir

Hukum Menyalakan Petasan dalam Islam: Perbuatan Bahaya dan Mubazir

News | Selasa, 28 Maret 2023 | 15:49 WIB

5 Fakta Ledakan Bahan Petasan di Magelang: Belasan Rumah Hancur, Jasad Korban Tak Utuh

5 Fakta Ledakan Bahan Petasan di Magelang: Belasan Rumah Hancur, Jasad Korban Tak Utuh

News | Selasa, 28 Maret 2023 | 13:23 WIB

Ledakan Petasan Maut di Magelang, Satu Orang Meninggal dan 11 Rumah Rusak

Ledakan Petasan Maut di Magelang, Satu Orang Meninggal dan 11 Rumah Rusak

Foto | Senin, 27 Maret 2023 | 15:23 WIB

Ledakan Dahsyat di Blitar, Ketahui 4 Risiko Bermain Petasan

Ledakan Dahsyat di Blitar, Ketahui 4 Risiko Bermain Petasan

Your Say | Rabu, 22 Februari 2023 | 19:15 WIB

Kronologi Ledakan Rumah Produksi Mercon di Blitar, Ada Korban Tertimbun Puing Bangunan

Kronologi Ledakan Rumah Produksi Mercon di Blitar, Ada Korban Tertimbun Puing Bangunan

News | Senin, 20 Februari 2023 | 12:48 WIB

Penyebab 2 Ledakan Dahsyat Beruntun di Blitar, Korban Jiwa Terpental hingga 100 Meter

Penyebab 2 Ledakan Dahsyat Beruntun di Blitar, Korban Jiwa Terpental hingga 100 Meter

News | Senin, 20 Februari 2023 | 11:27 WIB

Dahsyatnya Ledakan Mercon Di Blitar: 15 Rumah Rusak, 1 Orang Tewas Dan 3 Tertimbun Reruntuhan

Dahsyatnya Ledakan Mercon Di Blitar: 15 Rumah Rusak, 1 Orang Tewas Dan 3 Tertimbun Reruntuhan

News | Senin, 20 Februari 2023 | 10:48 WIB

Terkini

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

Grace Natalie Soroti Perdebatan Kunjungan Jokowi ke Palue: Fokus pada Pemulihan Warga

Grace Natalie Soroti Perdebatan Kunjungan Jokowi ke Palue: Fokus pada Pemulihan Warga

Jakarta | Sabtu, 19 September 2026 | 21:32 WIB

Nusron Wahid Mundur dari Pengurus Golkar, Sudah Pamit ke Bahlil 6 Bulan Lalu

Nusron Wahid Mundur dari Pengurus Golkar, Sudah Pamit ke Bahlil 6 Bulan Lalu

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:18 WIB

Bertemu Presiden UMNO, Surya Paloh: Hubungan Indonesia-Malaysia Tak Boleh Sekadar Hitung Untung Rugi

Bertemu Presiden UMNO, Surya Paloh: Hubungan Indonesia-Malaysia Tak Boleh Sekadar Hitung Untung Rugi

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:05 WIB

4 Cushion Matte Finish untuk Kulit Berminyak, Bikin Makeup Flawless Bebas Kilap

4 Cushion Matte Finish untuk Kulit Berminyak, Bikin Makeup Flawless Bebas Kilap

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 21:00 WIB

Saat Abu Vulkanik Ancam Kualitas Udara, Teknologi Air Purifier Jadi Benteng di Rumah

Saat Abu Vulkanik Ancam Kualitas Udara, Teknologi Air Purifier Jadi Benteng di Rumah

Tekno | Sabtu, 19 September 2026 | 21:00 WIB

×