Pada 2018, Kementerian PUPR Bangun 19 Jembatan di NTT

Fabiola Febrinastri

Selasa, 07 November 2017 | 11:38 WIB
Pada 2018, Kementerian PUPR Bangun 19 Jembatan di NTT
Direktorat Jenderal Bina Marga (DJBM) Kementerian PUPR membangun 19 jembatan baru dan melanjutkan pembangunan jalan perbatasan. (Sumber: Kementerian PUPR)

Suara.com - Untuk mendukung pengembangan wilayah perbatasan Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 2018, Direktorat Jenderal Bina Marga (DJBM) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun 19 jembatan baru dan melanjutkan pembangunan jalan perbatasan.

“Total kebutuhannya ada 27 jembatan, dengan total panjang 1.744 meter. Jembatan yang dibangun pada 2017 ada empat, dan tahun depan rencananya akan dibangun 19 jembatan,” tutur Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.5 Pembangunan Jalan Sabuk Merah Perbatasan PJN Wilayah II NTT DJBM Kementerian PUPR, Muhamad Edwin, Jakarta, Senin (6/11/2017).

Edwin mengatakan, jembatan tersebut nantinya akan dibangun di jalan perbatasan sepanjang 176,19 km, yang membentang dari Motamasin ke Motaain, atau yang dikenal dengan istilah "Sabuk Merah Sektor Timur". Total anggaran pembangunan 27 jembatan tersebut sebesar Rp558 miliar, yang dimulai pada 2017 dan rencananya selesai pada 2019.

Jembatan yang dibangun juga termasuk jembatan Motaain, yang berada tepat di batas negara yang menghubungkan wilayah Indonesia dengan Timor Leste.

“Sebelumnya pada 2017, kami membangun jembatan di Motamasin dengan anggaran Rp11 miliar, yang dikerjakan selama 8 bulan, dengan panjang 35 meter. Untuk Motaain hampir sama, panjangnya 30 meter,” tambah Edwin.

Selain Motamasin, jembatan yang dibangun pada 2017 diantaranya jembatan Haliwen (Waeutu), Sungai Pos Lookeu (Motamasin-Laktulus-Dafala), dan Fatumatak.  Sementara itu, dari 176,19 km jalan Sabuk Merah Sektor Timur masih terdapat 21,6 km jalan yang belum terbuka.

Edwin mengatakan, pada November ini, pekerjaannya akan segera dilakukan lelang dini dan ditargetkan pada 2018, jalan dari Motamasin hingga Motaain telah terbuka seluruhnya, walau sebagian belum teraspal.

“Pekerjaan perbatasan tersebut dilaksanakan sejak 2015. Pekerjaannya sendiri bervariasi, ada pengaspalan, pelebaran dan pembukaan jalan baru. Sekitar 40 persen diantaranya memang membuka jalan baru, yang sebelumnya hanya berupa jalan yang hanya dapat dilalui sepeda motor,” tambah Edwin.

Menurutnya, dalam pelaksanaannya, pekerjaan jalan di daerah perbatasan tidak menemui kendala yang berarti.

“Sejak perencanaan dan studi, kami melakukan dialog dengan tokoh masyarakat dan mereka mendukung penuh. Mereka memang membutuhkan, terbukti dalam 2 tahun terakhir mobilitas masyarakat mengalami peningkatan,” ujarnya.

Sebagai informasi, selain sektor timur, pembangunan juga dilaksanakan di jalan perbatasan Sabuk Merah Sektor Barat, di daerah Timor Tengah Utara, dengan panjang jalan sekitar 130,88 km dan 12 jembatan. Selain membangun jalan perbatasan, Kementerian PUPR juga membangun Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu, yakni PLBN Motaain di Kabupaten Belu dan PLBN Motamassin di Kabupaten Malaka, yang telah diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Dalam 2 tahun terakhir, mobilitas masyarakat Indonesia maupun Timor Leste di kawasan perbatasan meningkat. Hal ini terlihat dari penambahan penerbangan dari dan menuju Atambua maupun Kupang.

Pembangunan jalan yang diharapkan dapat meningkatan sektor pariwisata pun mulai memperlihatkan hasilnya. Jika semula hanya ada satu hotel berbintang di Kupang, saat ini bertambah menjadi empat hotel. Dampak pembangunan jalan dan PLBN juga dirasakan oleh salah seorang petani di Kabupaten Malaka, yang berbatasan dengan Timor Leste, Aris Seantufahik.

Ia mengatakan, sekarang dapat dengan mudah membawa hasil pertanian menuju ke Timor Leste untuk dijual di sana.

“Sekarang sudah ada gedung (PLBN) dan jalan juga bagus. Penjualan pun meningkat. Biasanya kirim bawang merah ke pasar-pasar di daerah perbatasan atau Timor Leste,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Wapres Tinjau Pasar Atas Bukittinggi Setelah Terbakar

Wapres Tinjau Pasar Atas Bukittinggi Setelah Terbakar

News | Selasa, 07 November 2017 | 09:45 WIB

Menteri PUPR Cek Pembangunan Tol Pemalang-Batang

Menteri PUPR Cek Pembangunan Tol Pemalang-Batang

News | Senin, 06 November 2017 | 12:00 WIB

Kementerian PUPR Bangun Ruang Terbuka Hijau Baru di Kota Makassar

Kementerian PUPR Bangun Ruang Terbuka Hijau Baru di Kota Makassar

News | Senin, 06 November 2017 | 11:00 WIB

Terkini

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo

Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan

Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:44 WIB

Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji

Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:31 WIB

Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset

Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:24 WIB

×