27 Kepala Daerah Komitmen Bangun Kota dengan Anggaran Transparan

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Selasa, 07 November 2017 | 16:47 WIB
27 Kepala Daerah Komitmen Bangun Kota dengan Anggaran Transparan
Pameran Hari Habitat Dunia (HHD) dan Hari Kota Dunia (HKD) Tahun 2017 di Kampus Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (6/11/2017). (Sumber: Kementerian PUPR)

Suara.com - Kepadatan penduduk yang tinggi di kawasan perkotaan di Indonesia terjadi akibat arus urbanisasi yang deras dan membuat kehidupan di kota menjadi tidak nyaman. Kota-kota menghadapi tantangan, seperti munculnya kawasan kumuh di  kota besar, degradasi lingkungan, kesenjangan sosial hingga tingkat kriminalitas yang tinggi. Saat ini, diperkirakan lebih dari 53 persen penduduk Indonesia memilih tinggal di kota.  

"Kolaborasi diperlukan antara pemerintah pusat dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk mewujudkan perkotaan yang lebih layak huni berdasarkan konsep pembangunana inovatif, kreatif dan terpadu sesuai dengan rencana tata ruang wilayah (RTRW). Upaya tersebut melalui peningkatan layanan infrastruktur dasar pemukiman, air minum dan sanitasi layak," kata Sekjen Kementerian PUPR,  Anita Firmanti dalam sambutannya mewakili Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, saat membuka Pameran Hari Habitat Dunia (HHD) dan Hari Kota Dunia (HKD) Tahun 2017 di Kampus Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (6/11/2017).

Untuk memperkuat kerja sama yang sudah terjalin, dilakukan penandatanganan pernyataan komitmen pembangunan perkotaan berkelanjutan antara pemerintah pusat yang diwakili Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Sri Hartoyo dengan 27 kepala daerah di Indonesia. Sebelum ditandatangani, pernyataan komitmen dibacakan oleh  Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, yang intinya, komitmen merupakan bentuk pelaksanaan  amanat  UU  No.  1  tahun  2011  tentang  Perumahan  dan  Kawasan Permukiman,  serta  melaksanakan  kesepakatan  dunia  tentang  Pembangunan  Berkelanjutan  dan Agenda  Baru  Perkotaan  yang  bertujuan  mewujudkan  kota  yang  inklusif,  aman,  tangguh  dan berkelanjutan.

Terdapat lima poin yang disepakati untuk dilaksanakan dengan sunguh-sungguh dan konsisten yakni ;

Pertama, bersama-sama dengan seluruh lapisan masyarakat akan menyelenggarakan pembangunan kota  dengan perencanaan dan penganggaran yang transparan untuk mewujudkan permukiman yang aman, tangguh dan berkelanjutan untuk semua tanpa terkecuali.

Kedua, berkolaborasi  dengan  pemerintah  pusat,  provinsi,  kabupaten/kota,  dan  seluruh  masyarakat dalam rangka menyelenggarakan pembangunan perkotaan dan kewilayahan yang inovatif, kreatif dan terpadu, sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Ketiga, secara pro-aktif dan inovatif, menyediakan perumahan layak dan terjangkau serta meningkatkan kualitas dan mencegah permukiman kumuh, melalui penyediaan infrastruktur dasar permukiman, antara lain layanan air minum aman, sanitasi layak, akses pada ruang publik serta akses yang menghubungkan masyarakat pada fasilitas publik maupun fasilitas lainnya untuk melaksanakan kegiatan produktif.

Keempat, secara  pro-aktif  dan  inovatif,  bersama  dengan  seluruh  warga  kota melaksanakan  peraturan bangunan gedung yang tertib dan andal, serta semua peraturan untuk perwujudan permukiman layak,  melalui  perkuatan  kapasitas  unit  pengelola  layanan  permukiman  untuk  pembangunan perkotaan berkelanjutan.

Kelima, penyataan akan memimpin segenap upaya penanggulangan kemiskinan dalam rangka pemerataan pembangunan  melalui  pembangunan  perkotaan  berkelanjutan  yang  produktif  dan  tanggap terhadap perkembangan kota, berdasarkan karakteristik, potensi wilayah, dan pelestarian budaya lokal.

Sebanyak 27 Kabupaten/Kota Menyatakan Siap Menata Kota
Ke-27 daerah tersebut terdiri dari 24 Kota dan 3 Kabupaten, yakni Kota Surabaya, Balikpapan, Bogor, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Padang, Medan, Malang, Palu, Kupang, Jayapura, Banjarmasin, Ternate, Banda Aceh, Yogyakarta, Palembang, Semarang, Pekalongan, Palangkaraya, Manado, Kendari, Tarakan, Ambon dan Sorong, Kabupaten Nunukan, Sumbawa Barat, dan Sumbawa.

Sri Hartoyo mengatakan, semua daerah tersebut memiliki komitmen dan sangat siap dalam melakukan penataan kota bila dibandingkan dengan daerah lain. Kesiapan terebut dalam hal program di masing-masing wilayah, dan anggaran untuk penataan kawasan.

“Tidak mungkin upaya penanganan kawasan kumuh tanpa komitmen atau prakarsa, menyediakan anggaran pengelolaan, sampai mendampingi masyarakatnya berpartisipasi aktif. Tanpa itu semua, kegiatan penanganan kawasan kumuh tidak bisa dilakukan,” katanya.

Menurutnya, daerah lain bisa saja ikut dalam komitmen penyelenggaran tata kota yang layak ini sepanjang mereka siap, sehingga pemerintah akan melakukan pengawasan terkait pelaksanaan program tersebut.

“Dan yang menjadi nakhoda adalah pemerintah daerah untuk mencitptakan tata kota yang layak dan nyaman,” katanya

Pameran dilaksanakan selama dua hari, yaitu 6 - 7 November 2017. Pameran diikuti oleh  36 booth, diantaranya Kementerian PUPR, pemerintah daerah, perguruan tinggi sampai kelompok masyarakat yang terlibat dalam program penyediaan infrastruktur dasar, seperti air minum, sanitasi, dan penataan kawasan kumuh.  

Selain pameran, juga digelar diskusi dan peluncuran buku Panduan Praktis Implementasi Agenda Baru Perkotaan (New Urban Agenda) dan The State of Indonesian Cities 2017 oleh Kepala BPIW, Rido Matari Ichwan, dan dilakukan penyerahan secara simbolis kepada Walikota Ternate, Burhan Abdurahman, Bupati Sumbawa Barat, Musyafirin, Asosiasi Filantropi Indonesia, Timotius Lesmana, dan akademisi Teti Armiati.





Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pada 2018, Kementerian PUPR Bangun 19 Jembatan di NTT

Pada 2018, Kementerian PUPR Bangun 19 Jembatan di NTT

News | Selasa, 07 November 2017 | 11:38 WIB

Kementerian PUPR: Tol Batang-Semarang Ditargetkan Beroperasi 2018

Kementerian PUPR: Tol Batang-Semarang Ditargetkan Beroperasi 2018

News | Selasa, 07 November 2017 | 12:00 WIB

Wapres Tinjau Pasar Atas Bukittinggi Setelah Terbakar

Wapres Tinjau Pasar Atas Bukittinggi Setelah Terbakar

News | Selasa, 07 November 2017 | 09:45 WIB

Terkini

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:41 WIB

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:38 WIB

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:33 WIB

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:34 WIB

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:00 WIB

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:50 WIB

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:38 WIB

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:31 WIB

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:20 WIB

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:01 WIB