Partai Demokrat Diminta segera Klaim AHY sebagai Tokoh Masa Depan

Reza Gunadha | Bagus Santosa | Suara.com

Selasa, 28 November 2017 | 09:23 WIB
Partai Demokrat Diminta segera Klaim AHY sebagai Tokoh Masa Depan
Agus Harimurti Yudhoyono. (Sumber: Instagram)

Suara.com - Survei lembaga Poltracking Indonesia, menempatkan nama Agus Harimurti Yudhoyono sebagai salah satu orang yang dinilai bisa menjadi calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo dalam Pemilu 2019.

Putra Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono itu berada satu tingkat di bawah Panglima TNI Jenderal Gatot Nyrmantyo, dalam hasil survei Poltracking tentang tokoh pendamping Jokowi.

Putu Supadma Rudana, politikus Partai Demokrat, meminta pemimpin partainya menindaklanjuti hasil survei Poltracking itu, yakni segera menyatakan Agus sebagai figur yang pantas diajukan untuk ikut kontestasi politik tingkat nasional ke depannya.

Apalagi, kata dia, Agus kekinian juga telah berkeliling Indonesia untuk menyampaikan gagasannya mengenai kebangsaan.

"Harapan saya, harusnya Demokrat menyatakan bahwa inilah (Agus) figur kami ke depan," kata Rudana  di Jakarta, Selasa (28/11/2017).

Rudana  mengatakan, Agus sementara ini bukan kader Demokrat. AHY—akronim beken Agus—masih berstatus politikus independen meski dekat dengan partai besutan ayahnya tersebut.

Menurutnya, status politik Agus itulah yang tak menutup kemungkinan ada partai-partai lain yang tertarik dan meminangnya.

Karenanya, Rudana minta Demokrat segera membuat pernyataan agar Agus dinilai sebagai tokoh masa depan partai berlambang Bintang Mercy tersebut.

Apalagi, sambungnya, Demokrat memiliki tugas untuk mencarikan tokoh masa depan untuk melanjutkan estafet kepimpinan SBY.

"Kemarin, AHY diundang di Fraksi Demokrat, besok mungkin diundang di Fraksi PKB, Gerindra, PAN, PPP atau fraksi lain. Bisa saja kemungkinan itu terjadi. Jadi artinya apa? Tugas partai adalah mencarikan figur-figur pemimpin masa depan, mengambil alih atau melanjutkan estafet kepemimpinan," jelasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan survei Poltracking Indonesia dengan skema simulasi tujuh kandidat calon wakil presiden untuk Jokowi, Gatot menempati posisi teratas dengan perolehan 16,4 persen. Sedangkan AHY di posisi kedua dengan perolehan 16 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Disebut Gunakan Cara "Outsourcing", Ibas Nilai Mbalelo Emil Wajar

Disebut Gunakan Cara "Outsourcing", Ibas Nilai Mbalelo Emil Wajar

News | Senin, 27 November 2017 | 22:11 WIB

Agus SBY Bantah Dapat Tawaran Menteri dari Jokowi

Agus SBY Bantah Dapat Tawaran Menteri dari Jokowi

News | Senin, 27 November 2017 | 16:41 WIB

Surati Jokowi Soal Pilgub Jatim, Khofifah Mundur dari Kabinet?

Surati Jokowi Soal Pilgub Jatim, Khofifah Mundur dari Kabinet?

News | Senin, 27 November 2017 | 00:04 WIB

Jadi Jurkam Khofifah-Emil di Jatim, AHY Akan Terjun ke Lapangan

Jadi Jurkam Khofifah-Emil di Jatim, AHY Akan Terjun ke Lapangan

News | Kamis, 23 November 2017 | 19:42 WIB

Agus SBY 3 Kali Ditawarkan Jadi Menteri Jokowi, Tapi Menolak

Agus SBY 3 Kali Ditawarkan Jadi Menteri Jokowi, Tapi Menolak

News | Kamis, 23 November 2017 | 17:48 WIB

Terkini

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:41 WIB

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:38 WIB

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:33 WIB

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:34 WIB

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:00 WIB

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:50 WIB

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:38 WIB

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:31 WIB

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:20 WIB

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:01 WIB