Paus Fransiskus Desak Myanmar Hormati Hak Warga Rohingya

Ardi Mandiri

Rabu, 29 November 2017 | 04:21 WIB
Paus Fransiskus Desak Myanmar Hormati Hak Warga Rohingya
Paus Fransiskus. (AFP)

Suara.com - Paus Fransiskus mendesak pemimpin Myanmar, yang sebagian besar beragama Buddha dan terperangkap ke dalam kemelut atas nasib Muslim Rohingya, terikat pada keadilan, hak asasi manusia dan penghormatan terhadap setiap kelompok suku dan jati dirinya, Selasa.

Paus menghindari tanggapan diplomatik dengan tidak menggunakan istilah "Rohingya" dalam pidatonya kepada pejabat itu, termasuk pemimpin Aung San Suu Kyi.

Namun, kata-katanya berlaku untuk anggota suku kecil terkepung, yang tidak diakui Myanmar sebagai warga negara atau sebagai anggota kelompok suku berbeda.

Lebih dari 620 ribu warga Rohingya melarikan diri ke Bangladesh -tempat Paus akan berkunjung pada Kamis- sejak akhir Agustus, lari dari tindakan keras militer, yang Washington katakan termasuk "kekejaman mengerikan" untuk "pembersihan suku".

Fransiskus memberikan tanggapannya di Naypyitaw, kota besar negara tersebut, tempat ia diterima Suu Kyi, pemenang Nobel Perdamaian dan juara demokrasi yang telah menghadapi kritik internasional karena mengungkapkan keraguan tentang laporan pelanggaran hak terhadap penduduk Rohingya dan gagal untuk mengutuk militer.

"Masa depan Myanmar harus damai, kedamaian berdasarkan penghormatan terhadap martabat dan hak setiap anggota masyarakat, menghormati setiap kelompok etnis dan identitasnya, menghormati peraturan undang-undang, dan menghormati tatanan demokratis yang memungkinkan masing-masing individu dan setiap kelompok - tidak terkecuali- untuk menawarkan kontribusi yang sah terhadap kepentingan bersama," katanya.

Myanmar menolak istilah "Rohingya" dan penggunaannya, dengan kebanyakan orang merujuk pada suku kecil Muslim di negara bagian Rakhine sebagai pendatang gelap dari negara tetangga, Bangladesh.

Paus menggunakan kata Rohingya dalam dua permohonan banding dari Vatikan pada tahun ini.

Namun, sebelum melakukan perjalanan berisiko secara diplomatis, penasihat dari paus sendiri merekomendasikan agar tidak menggunakan kata tersebut di Myanmar, jika tidak, dia menimbulkan insiden diplomatik yang dapat mengubah militer dan pemerintah negara tersebut melawan orang Kristen minoritas.

Kelompok hak asasi manusia seperti Amnesty International, yang menuduh tentara melakukan "kejahatan terhadap kemanusiaan", telah mendesak Paus untuk mengucapkannya.

Kelompok garis keras biksu Buddha memperingatkan pada Senin -tanpa menjelaskan- bahwa akan ada "tanggapan" jika ia berbicara secara terbuka tentang Rohingya.  [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bahas Krisis Rohingya, Paus Akan Temui Panglima Tentara Myanmar

Bahas Krisis Rohingya, Paus Akan Temui Panglima Tentara Myanmar

News | Rabu, 22 November 2017 | 23:52 WIB

Ironi Besar Aung San Suu Kyi

Ironi Besar Aung San Suu Kyi

News | Minggu, 01 Oktober 2017 | 05:52 WIB

Sidarto Sebut Tuduhan Prabowo pada Jokowi soal Rohingya Tak Tepat

Sidarto Sebut Tuduhan Prabowo pada Jokowi soal Rohingya Tak Tepat

News | Senin, 18 September 2017 | 17:12 WIB

Minggu Depan, Jokowi akan Berangkatkan Lagi Bantuan Buat Myanmar

Minggu Depan, Jokowi akan Berangkatkan Lagi Bantuan Buat Myanmar

News | Rabu, 13 September 2017 | 22:05 WIB

Pengiriman Pasukan Perdamaian ke Myanmar Harus Lewat PBB

Pengiriman Pasukan Perdamaian ke Myanmar Harus Lewat PBB

News | Senin, 11 September 2017 | 04:00 WIB

Krisis Rohingya, Apa yang Masyarakat Indonesia Tahu?

Krisis Rohingya, Apa yang Masyarakat Indonesia Tahu?

Video | Jum'at, 08 September 2017 | 17:16 WIB

Terkini

Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat

Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:38 WIB

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:30 WIB

4 Pesona Surgawi Bhutan, Ada Proyek Pembangunan 108 Stupa dalam Sehari yang Bikin Takjub!

4 Pesona Surgawi Bhutan, Ada Proyek Pembangunan 108 Stupa dalam Sehari yang Bikin Takjub!

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:28 WIB

Kiprah Heyzer Harsono, Sosok di Balik Samator Indo Gas dan Voli Nasional

Kiprah Heyzer Harsono, Sosok di Balik Samator Indo Gas dan Voli Nasional

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:26 WIB

10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha

10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Urutan Skincare Pasca Pico Laser agar Flek Hitam Tidak Menghitam Lagi

Urutan Skincare Pasca Pico Laser agar Flek Hitam Tidak Menghitam Lagi

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya

Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:19 WIB

Sisi Gelap Solo Traveling yang Gak Ada di Algoritma Instagram, Perempuan Wajib Tahu!

Sisi Gelap Solo Traveling yang Gak Ada di Algoritma Instagram, Perempuan Wajib Tahu!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:17 WIB

Hujan Mulai Turun, Ahmad Luthfi Optimis Target Produksi Padi Jateng 2026 Tercapai

Hujan Mulai Turun, Ahmad Luthfi Optimis Target Produksi Padi Jateng 2026 Tercapai

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Menguak Andil Manusia, Benarkah Kepunahan Keenam akan Segera Tiba?

Menguak Andil Manusia, Benarkah Kepunahan Keenam akan Segera Tiba?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:10 WIB

×