Hindari Calo TKI, Pemerintah Sempurnakan Program Desmigratif

Fabiola Febrinastri

Selasa, 12 Desember 2017 | 09:05 WIB
Hindari Calo TKI, Pemerintah Sempurnakan Program Desmigratif
Menaker, Hanif Dhakiri, dalam dalam acara penganugerahaan Paramakarya tahun 2017, diJakarta, Jumat (8/12/2017). (Sumber: Kemnaker)

Suara.com - Program Desa Migran Produktif (Desmigratif) merupakan program besar pemerintah yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan. Pada 2017 merupakan momentum awal dalam implementasi Program Desmigratif, yang mana tahun ini, Kementerian Ketenagakerjaan telah mengidentifikasi Desmigratif di 120 desa.

Untuk mensukseskan program ini butuh proses panjang. Butuh langkah-langkah strategis, diantaranya sosialisasi, pembekalan kepada para petugas Desmigratif, memberikan pemahaman yang konferenhensif kepada para pembangku kepetingan (stakeholder, khususnya para kepala desa dan perangkatnya), monitoring, dan evaluasi.

Tahun ini, Program Desmigratif dinilai belum sempurna seperti yang diharapkan, sehingga masih perlu pembenahan dalam melengkapi setiap kegiatan di desa-desa yang telah ditetapkan.

Adapun kesembilan desa yang telah dikunjungi tim Desmigratif adalah;
1. Desa Kenanga, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat;
2. Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat;
3. Desa Kuripan, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah;
4. Desa Leksono    Lipursari, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah;
5. Desa Brongkal, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Jawa Timur;
6. Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, Jawa Timur;
7. Desa Helanlangowuyo, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur;
8. Desa Riangkemie, Kecamatan Ile Mandiri, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur;
9. Desa Ranggatalo, Kecamatan Lio Timur, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.

Salah satu tujuan utama dari kegiatan Pilar I adalah menekan jumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) non prosedural, yang mana selama ini banyak  TKI yang berangkat keluar negeri tanpa melalui jalur yang benar, termasuk dengan memanipulasi dokumen. Banyak TKI memilih diurus oleh calo yang dikenal dengan istilah petugas lapangan (PL) atau sponsor.  

Para calo ini beroperasi dengan modus seolah-olah menguntungkan dan membantu calon TKI. Mereka menawarkan pekerjaan dengan gaji besar dan biaya pembuatan paspor serta dokumen dikatakan ditanggung oleh calo.

Bagi para calon TKI di beberapa desa, kondisi macam ini tidak dipermasalahkan asalkan bisa berangkat dan bekerja di luar negeri. Mereka tidak menyadari bahwa yang dilakukan para calo tersebut adalah pelanggaran.

Salah satu faktor penyebab masih banyaknya calo yang beroperasi dan para calon TKI lebih memilih tawaran calo selama ini adalah kekurangtahuan calon TKI dan minimnya informasi yang mereka dapatkan mengenai proses keberangkatan bekerja ke luar negeri dengan jalur yang benar. Kondisi inilah yang dimanafaatkan oleh para calo untuk mengeruk keuntungan.

Hadirnya Pilar I atau Pusat Informasi Ketenagakerjaan dan Layanan Migrasi di desa bertujuan untuk mendekatkan masyarakat calon TKI dengan informasi yang mereka butuhkan. Pemerintah berharap, penyediaan informasi ketenagakerjaan bagi calon TKI akan membuat mereka mampu menghemat waktu dan uang, serta terhindar dari penipuan para calo.   

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Presiden: Pemerintah dan APJATI akan Integrasikan Sistem Terpadu

Presiden: Pemerintah dan APJATI akan Integrasikan Sistem Terpadu

News | Sabtu, 09 Desember 2017 | 15:06 WIB

Soal Efisiensi Anggaran, Menaker: Presiden Apresiasi Kemnaker

Soal Efisiensi Anggaran, Menaker: Presiden Apresiasi Kemnaker

News | Jum'at, 08 Desember 2017 | 13:00 WIB

Jakarta Raih "Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan" Tertinggi 2017

Jakarta Raih "Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan" Tertinggi 2017

News | Kamis, 07 Desember 2017 | 13:00 WIB

Terkini

Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya

Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026

Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan

Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:23 WIB

IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini

IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:21 WIB

Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun

Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun

Jogja | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:16 WIB

BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas

BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:11 WIB

Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya

Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya

Jawa Tengah | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:09 WIB

707 Korban Jadi Alarm: Zero Tolerance BGN Cukup Hentikan Keracunan MBG?

707 Korban Jadi Alarm: Zero Tolerance BGN Cukup Hentikan Keracunan MBG?

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:06 WIB

Pasokan Semen ke Aceh Seret, Bos SIG Turun Gunung

Pasokan Semen ke Aceh Seret, Bos SIG Turun Gunung

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:01 WIB

Perusahaan Bursa Berjangka Perkuat Harga Referensi Komoditas Domestik

Perusahaan Bursa Berjangka Perkuat Harga Referensi Komoditas Domestik

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:01 WIB

×