Cerita Dupa Rumahan Kelas Dunia dari Desa Dalisodo, Malang

Pebriansyah Ariefana, Dwi Bowo Raharjo

Senin, 18 Desember 2017 | 15:14 WIB
Cerita Dupa Rumahan Kelas Dunia dari Desa Dalisodo, Malang
pengrajin dupa di Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur. (suara.com/Dwi Bowo Raharjo)

Suara.com - Sriyani asik mengayunkan pisau di tangan kanan. Bambu di tangannya disayat hingga halus. Bambu itu sebelumnya sudah dipotong dengan ukuran seragam 32 cm.

Ibu rumah tangga yang berusia 40 tahun itu adalah pengrajin dupa di Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dia bersama beberapa pengrajin lainnya tengah asik membuat biting dupa. Di sana terdapat satu mesin pembuat biting dupa dan alat penghalus biting.

Proses pembuatan dupa dilakukan dengan cara manual dan dilakukan lewat industri rumahan.

Pengrajin dupa di Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur. (suara.com/Dwi Bowo Raharjo)

Berjalan sekitar 1 km dari rumah Sriyani, proses pencampuran serbuk dupa dilakukan. Dari rumah yang terbuat dari bambu-bambu itu terdapat satu mesin pencampur bahan produksi dupa dan seikat dupa yang sudah siap dikirim.

Suara.com berkesempatan melihat proses pembuatan dupa itu. Dimulai dari bambu betung yang sudah siap dipanen itu ditebang. Biasanya, kelompok tani Andini melibatkan warga lain untuk menebang. 

Permintaan dupa pada kelompok tani Andini bermacam-macam ukuran. Mulai dari yang terkecil, 22 sentimeter sampai dengan 42 sentimeter.

Setelah bambu betung dipotong sesuai ukuran, proses selanjutnya adalah menghaluskan biting dupa. Setelah halus, proses berikutnya mencampurkan lidi dupa ke serbuk yang sudah ditentukan.

Pengrajin dupa di Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur. (suara.com/Dwi Bowo Raharjo)

"Proses jemurnya butuh waktu 8 jam. Kalau musim hujan bisa 2-3 hari, itu kendala kami. Setelah itu siap dijual menjadi lidi dupanya," kata Nain, bendahara kelompok tani Andini.

Dupa yang diproduksi kelompok tani Andini tidak langsung dikirim ke luar negeri, melainkan harus melalui proses packing di Bali.

Kelompokok tani Andini hanya terdiri dari 25 orang. Tiap satu orang anggota berpenghasilan sekitar Rp10 juta perbulan atau 20 persen dari omzet.

pengrajin dupa di Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur. (suara.com/Dwi Bowo Raharjo)

Untuk mengurangi kepunahan bambu betung di Desa Dalisodo, kelompok tersebut mendatangkan bambu dan biting dari berbagai daerah. Di antaranya dari dekat Gunung Kawi, Trenggalek, dan Ponorogo.

Dalam satu hari, petani membutuhkan 300 batang bambu betung. Tidak hanya kaum Adam yang tergabung dalam kelompok ini, perempuan juga dilibatkan dalam proses produksi dupa, di antaranya mencacah bambu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Enam Tempat Menakjubkan di Indonesia, tapi Bukan Bali

Enam Tempat Menakjubkan di Indonesia, tapi Bukan Bali

Lifestyle | Minggu, 03 Desember 2017 | 10:51 WIB

Banjir, Kereta Api ke Malang Ubah Rute

Banjir, Kereta Api ke Malang Ubah Rute

News | Selasa, 28 November 2017 | 07:01 WIB

Benarkah Ririn Dwi Ariyanti Hamil Anak Ketiga?

Benarkah Ririn Dwi Ariyanti Hamil Anak Ketiga?

Entertainment | Minggu, 19 November 2017 | 07:30 WIB

Mahasiswi Universitas Brawijaya Tewas Tertimbun Longsor di Kost

Mahasiswi Universitas Brawijaya Tewas Tertimbun Longsor di Kost

News | Senin, 13 November 2017 | 03:06 WIB

Mahasiswi Unibraw Tewas Saat Tidur di Kos Tertimbun Longsor

Mahasiswi Unibraw Tewas Saat Tidur di Kos Tertimbun Longsor

News | Minggu, 12 November 2017 | 20:45 WIB

Terkini

Kades Ramai-ramai Minta Pilkades Ditunda dan Jabatan Diperpanjang, Mendagri Beri Jawaban Ini

Kades Ramai-ramai Minta Pilkades Ditunda dan Jabatan Diperpanjang, Mendagri Beri Jawaban Ini

News | Senin, 14 September 2026 | 13:45 WIB

3 Poin Konten YouTube Maudy Ayunda Soal Bad News yang Dianggap Tone Deaf

3 Poin Konten YouTube Maudy Ayunda Soal Bad News yang Dianggap Tone Deaf

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 13:44 WIB

Tito Soroti Wacana Pemakzulan Bupati Tapteng: Jangan Korbankan Rakyat karena Konflik Politik

Tito Soroti Wacana Pemakzulan Bupati Tapteng: Jangan Korbankan Rakyat karena Konflik Politik

News | Senin, 14 September 2026 | 13:43 WIB

3 Rekomendasi Parfum Woody Citrus Lokal untuk Tampil Segar dan Elegan

3 Rekomendasi Parfum Woody Citrus Lokal untuk Tampil Segar dan Elegan

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 13:43 WIB

Nada Kasih Gelar Konser Amal Harapan dalam Harmoni,  Bantu Anak Butuh Layanan Kesehatan

Nada Kasih Gelar Konser Amal Harapan dalam Harmoni, Bantu Anak Butuh Layanan Kesehatan

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 13:42 WIB

Defisit APBN Tembus Rp235,6 Triliun hingga Juli 2026, Purbaya: Masih Terkendali

Defisit APBN Tembus Rp235,6 Triliun hingga Juli 2026, Purbaya: Masih Terkendali

Video | Senin, 14 September 2026 | 13:36 WIB

Mobil Bekas 7 Seater dengan AC Double Blower, Harga 100 Jutaan

Mobil Bekas 7 Seater dengan AC Double Blower, Harga 100 Jutaan

Otomotif | Senin, 14 September 2026 | 13:31 WIB

Erick Thohir Pasang Target Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Vietnam Ancaman Nyata

Erick Thohir Pasang Target Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Vietnam Ancaman Nyata

Bola | Senin, 14 September 2026 | 13:31 WIB

Kabut Asap Karhutla Lintas Negara, Seberapa Siap ASEAN Mengatasinya?

Kabut Asap Karhutla Lintas Negara, Seberapa Siap ASEAN Mengatasinya?

News | Senin, 14 September 2026 | 13:30 WIB

Manga Shojo In the Clear Moonlit Dusk Akan Tamat di Volume ke-12 pada 2027

Manga Shojo In the Clear Moonlit Dusk Akan Tamat di Volume ke-12 pada 2027

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 13:30 WIB

×