AS Gunakan Hak Veto soal Yerusalem, Israel: Kebohongan Dikalahkan

Reza Gunadha

Selasa, 19 Desember 2017 | 11:13 WIB
AS Gunakan Hak Veto soal Yerusalem, Israel: Kebohongan Dikalahkan
Duta besar AS untuk PBB, Nikki Haley, mengangkat tangan untuk menolak resolusi DK PBB yang diajukan Mesir terkait status Yerusalem pada Senin (18/12) di Markas PBB di New York. [AFP/Kena Betancur]

Suara.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengakui senang dan berterima kasih kepada diplomat Amerika Serikat untuk PBB, Nikki Haley, yang menggunakan hak veto guna menghentikan desakan agar mereka menarik deklarasi terkait Yerusalem.

AS menggunakan hak veto setelah 14 dari 15 anggota Dewan Keamanan PBB mendesak agar negeri ‘Pakde Sam’ itu mencabut deklarasi Presiden Donald Trump, yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

“Terima kasih Diplomat Haley. Dalam perayaan Hanukkah ini, kau berbicara seperti Maccabi (pahlawan bangsa Yahudi era arkais) yang meruntuhkan Romawi,” tutur Netanyahu dalam video yang diunggah ke Twitter dan dikutip Anadolu Agency, Selasa (19/12/2017).

“Kau menghidupkan lilin kebenaran. Kau melawan kegelapan. Satu orang yang mampu mengalahkan orang banyak. Kebenaran mengalahkan kebohongan. Terima kasih Presiden Trump, terima kasih Nikki Haley,” tambah Netanyahu.

Dalam sidang DK PBB, Senin (18/12), AS memveto resolusi berisi penolakan penempatan fasilitas diplomasi di kota Yerusalem yang sedang diperebutkan.

Peristiwa ini terjadi kurang dari dua minggu sejak Washington memutuskan untuk mengakui Al Quds sebagai ibu kota Israel, dan memulai proses pemindahan kedutaan besar AS dari Tel Aviv–kota di mana semua negara menempatkan fasilitas diplomasi mereka.

Nikolay Mladenov, koordinator khusus PBB untuk perdamaian Timur Tengah berkata keputusan Presiden AS Donald Trump telah menciptakan situasi yang “semakin tegang” di wilayah tersebut.

“Kurangnya langkah penting di lapangan” terkait kesepakatan dua negara yang sudah berlarut-larut membuat kekuatan radikal semakin kuat dan melemahkan pihak moderat, kata Mledenov.

baca juga

Sebelum menjatuhkan veto, utusan AS untuk PBB berkata AS memiliki “semua hak” untuk menempatkan kedutaan besar di lokasi yang diinginkannya.

Nikki Haley juga mengecam usaha PBB untuk menciptakan perdamaian Israel-Palestina, dan berkata bahwa badan internasional ini “menghindari penyebab perdamaian”.

Tahun lalu, di bawah pemerintahan Presiden Barack Obama, AS memilih abstain dari resolusi PBB yang mengutuk pembangunan pemukiman Israel, sehingga resolusi itu bisa dikeluarkan PBB.

AS adalah sekutu terbesar Israel yang memberikan negara tersebut lebih dari USD 3 miliar bantuan militer per tahun. AS juga terus menggunakan hak veto di DK-PBB untuk melindungi Israel dari kecaman dunia internasional.

AS adalah satu dari lima negara anggota tetap DK-PBB dan memiliki hak untuk menjatuhkan veto pada resolusi dewan yang dikehendakinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

14 dari 15 Anggota DK PBB Desak AS Cabut Klaim Atas Yerusalem

14 dari 15 Anggota DK PBB Desak AS Cabut Klaim Atas Yerusalem

News | Selasa, 19 Desember 2017 | 05:15 WIB

Ribuan Warga Israel Aksi Tuntut PM Netanyahu Dihukum

Ribuan Warga Israel Aksi Tuntut PM Netanyahu Dihukum

News | Senin, 18 Desember 2017 | 08:02 WIB

PBB Gelar Pemungutan Suara Terkait Klaim Trump Terhadap Yerusalem

PBB Gelar Pemungutan Suara Terkait Klaim Trump Terhadap Yerusalem

News | Senin, 18 Desember 2017 | 03:15 WIB

Pendemo di AS: Yerusalem Ibu Kota Abadi Palestina

Pendemo di AS: Yerusalem Ibu Kota Abadi Palestina

News | Minggu, 17 Desember 2017 | 17:27 WIB

Ketua MUI Sindir Pendengaran Trump

Ketua MUI Sindir Pendengaran Trump

News | Minggu, 17 Desember 2017 | 13:32 WIB

Terkini

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:09 WIB

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:08 WIB

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:53 WIB

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:43 WIB

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:37 WIB

×