Lagi, Ditemukan Buku Berisi Yerusalem Ibu Kota Israel

Ririn Indriani | Erick Tanjung | Suara.com

Jum'at, 22 Desember 2017 | 06:00 WIB
Lagi, Ditemukan Buku Berisi Yerusalem Ibu Kota Israel
Buku berjudul 'Bangsa dan Negara Negara di Dunia' ini berisi Yerusalem Ibukota Israel.

Suara.com - Setelah buku pelajaran Sekolah Dasar Kelas VI yang membuat heboh, kali ini ditemukan buku resmi pemerintah Indonesia berisi tentang Yerusalem Ibu Kota negara Israel.

Buku itu berjudul 'Bangsa dan Negara Negara di Dunia' diterbitkan oleh Direktorat Pelayanan Penerangan Luar Negeri Departemen Penerangan Republik Indonesia, pada Februari 1997.

Buku resmi pemerintah ini dibeberkan oleh Prof Marthen Napang, Ahli Hukum Internasional Universitas Hassanudin Makasar, dalam sebuah diskusi bertema 'Pro-Kontra Yerusalem Dalam Berbagai Perspektif'.

Diskusi tersebut diselenggarakan oleh Pewarna (Persatuan Wartawan Nasrani) Indonesia bekerjasama Yakoma-PGI di Kafe Libry-Toko Buku BPK Gunung Mulia, Jalan Kwitang Raya, Jakarta Pusat, Kamis (21/12/2017) malam.

"Sebenarnya pemerintah kita melalui Departemen Penerangan pernah menerbitkan buku yang menyebutkan Ibu Kota Israel adalah Yerusalem," kata Marthen.

Ini dia bagian isi buku berjudul 'Bangsa dan Negara Negara di Dunia' yang berisi Yerusalem Ibukota Israel.

Buku wana biru dan bersampul depan gambar globe ini ‎berisi tentang profil dan sejarah 188 negara yang tergabung dan diakui Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Di halaman 130 tertulis Israel, Ibu Kota Negara Jerussalam (Yerusalem) dengan bahasa resmi Yahudi, dan agama terdiri Yahudi (82 persen), Islam (14 persen).

Kemudian tercatat, Israel memiliki luas wilayah 21.147 Km‎ persegi dengan jumlah penduduk 6.142.834 atau 6 juta lebih jiwa pada 1995.

‎Namun dari 188 negara negara dunia yang tercatat di dalam buku itu tidak ada Palestina. Sebab Palestina belum merdeka dan belum masuk dalam anggota PBB, meski sudah pernah menyatakan kemerdekaannya.

"Saya tidak tahu kalau sudah direvisi, buku ini dari berbagai sumber. Palestina tak termasuk, karena belum merdeka," ujar dia.

‎Menurutnya berdasarkan kesepakatan PBB dan hukum internasional, setiap bangsa berhak untuk merdeka dan membangun negara sendiri, termasuk Palestina dan Israel. Namun Palestina yang telah menyatakan kemerdekannya, namun hal itu terhalang oleh Israel. Sebab untuk kemerdekaan suatu negara di PBB harus ada pengakuan dari negara-negara yang merdeka sebelumnya, dan Israel sebagai anggota PBB tak mengakui Palestina.

"Bahwa suatu bangsa mempunyai hak untuk menentukan nasibnya sendiri, mendirikan negara atau pemerintahan, itu hak semua bangsa. Kemudian pada saat yang sama ada pengakuan suatu negara atau bangsa baru dari negara yang merdeka sebelumnya (Israel) di PBB," kata dia.




Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Asiana Airlines Bisa Kirim Buku Korea ke Indonesia Gratis

Asiana Airlines Bisa Kirim Buku Korea ke Indonesia Gratis

Press Release | Selasa, 12 Desember 2017 | 11:20 WIB

Anda Gemar Baca Buku? Ini Manfaat Menakjubkan yang Didapat

Anda Gemar Baca Buku? Ini Manfaat Menakjubkan yang Didapat

Lifestyle | Senin, 04 Desember 2017 | 07:52 WIB

69 Alasan Menjadi Lajang Itu Menyenangkan

69 Alasan Menjadi Lajang Itu Menyenangkan

Lifestyle | Kamis, 07 September 2017 | 13:15 WIB

Terkini

AS Blokade Selat Hormuz, China-Rusia Bersatu Tekan Washington

AS Blokade Selat Hormuz, China-Rusia Bersatu Tekan Washington

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:32 WIB

Wamendagri: Penyusunan Anggaran Daerah harus Selaras dengan RKPD

Wamendagri: Penyusunan Anggaran Daerah harus Selaras dengan RKPD

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:31 WIB

Cegah Keberangkatan Non-Prosedural, Pemerintah Siapkan Satgas Haji Ilegal

Cegah Keberangkatan Non-Prosedural, Pemerintah Siapkan Satgas Haji Ilegal

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:23 WIB

400 Tentara AS Terluka dalam Perang Iran

400 Tentara AS Terluka dalam Perang Iran

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:16 WIB

Disenggol Soal Paus Leo XIV hingga Tak Dibantu di Selat Hormuz, Trump Tantrum ke PM Italia

Disenggol Soal Paus Leo XIV hingga Tak Dibantu di Selat Hormuz, Trump Tantrum ke PM Italia

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:16 WIB

Anak Palestina Dilarang Sekolah, Israel Tembak Gas Air Mata ke 55 Siswa SD

Anak Palestina Dilarang Sekolah, Israel Tembak Gas Air Mata ke 55 Siswa SD

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:12 WIB

Usai Kasus Foto AI PPSU, Pramono Benahi Sistem JAKI dan Batasi Akses Laporan ASN

Usai Kasus Foto AI PPSU, Pramono Benahi Sistem JAKI dan Batasi Akses Laporan ASN

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:11 WIB

Senyap, Iran Siap-siap Stok Rudal dan Drone di Tengah Gencatan Senjata

Senyap, Iran Siap-siap Stok Rudal dan Drone di Tengah Gencatan Senjata

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:01 WIB

Bukan di Bawah Menteri, Baleg DPR Sepakat Bentuk Badan Baru Untuk Kelola Satu Data Indonesia

Bukan di Bawah Menteri, Baleg DPR Sepakat Bentuk Badan Baru Untuk Kelola Satu Data Indonesia

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:00 WIB

Petisi Tembus 1 Juta Tanda Tangan, Warga Eropa Desak Uni Eropa Putus Hubungan dengan Israel

Petisi Tembus 1 Juta Tanda Tangan, Warga Eropa Desak Uni Eropa Putus Hubungan dengan Israel

News | Rabu, 15 April 2026 | 15:57 WIB