Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.580.000
Beli Rp2.455.000
IHSG 6.041,972
LQ45 599,903
Srikehati 294,680
JII 362,104
USD/IDR 18.060

Bisa Cegah Stunting, Peneliti UI Usul Sirup Sawit Merah Masuk Menu MBG

Dicky Prastya

Kamis, 16 Juli 2026 | 15:18 WIB
Bisa Cegah Stunting, Peneliti UI Usul Sirup Sawit Merah Masuk Menu MBG
Potret dapur MBG (bgn.go.id)
baca 10 detik
  • Guru Besar UI Ratu Ayu Dewi Sartika menciptakan sirup emulsi minyak sawit merah untuk menekan stunting di Indonesia.
  • Produk hasil riset BPDP KS ini terbukti klinis menurunkan risiko Bayi Berat Lahir Rendah bagi ibu hamil.
  • Inovasi ini berpotensi menjadi suplemen pendukung program Makan Bergizi Gratis guna mencapai kedaulatan pangan nasional yang mandiri.

Suara.com - Guru Besar Departemen Gizi Universitas Indonesia (UI) Ratu Ayu Dewi Sartika berhasil menciptakan terobosan produk turunan minyak sawit merah (Red Palm Oil) berbentuk sirup emulsi.

Sirup Sawit Merah ini dinilainya efektif memutus rantai stunting langsung dari hulu, serta berpotensi menjadi amunisi komplementer bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah.

Lewat riset yang didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP KS), sirup ini terbukti secara klinis mampu menekan risiko kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) secara signifikan.

Dalam paparannya, Ratu Ayu menjelaskan bahwa stunting dan wasting tidak hanya mengintai balita, tetapi juga banyak terjadi pada anak-anak usia sekolah. Hal ini menjadi titik temu krusial dengan program strategis pemerintah saat ini, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Di usia sekolah, kebutuhan vitamin A sangat penting untuk tumbuh kembang, sekaligus menekan angka stunting dan wasting yang masih marak di kalangan anak sekolah kita. Di sinilah ada peluang besar bagi minyak sawit merah untuk masuk mendukung skema MBG," ujar Ratu Ayu dalam diskusi yang digelar di Kantor BPDP, Jakarta, dikutip Kamis (16/7/2026).

Ratu Ayu menambahkan, jika MBG berfokus pada pemenuhan gizi anak sekolah di hilir, maka inovasi sirup sawit merah ini hadir sebagai jaring pengaman utama di sisi hulunya, yaitu pada periode emas 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sejak bayi dalam kandungan.

Guru Besar Departemen Gizi Universitas Indonesia (UI), Ratu Ayu Dewi Sartika (kiri) dalam acara diskusi yang digelar di Kantor BPDP Kemenkeu, Jakarta, Rabu (16/7/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
Guru Besar Departemen Gizi Universitas Indonesia (UI), Ratu Ayu Dewi Sartika (kiri) dalam acara diskusi yang digelar di Kantor BPDP Kemenkeu, Jakarta, Rabu (16/7/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]

Hasil risetnya menunjukkan bahwa ibu hamil yang tidak mendapatkan suplemen sirup sawit merah ini memiliki risiko 4 kali lipat lebih besar untuk melahirkan bayi BBLR—yang merupakan prediktor utama stunting—dibandingkan ibu yang mengonsumsinya.

Formulasi sirup emulsi dipilih agar zat gizi makro dan mikro di dalamnya tidak rusak. Selama ini, pemanfaatan sawit merah pada produk makanan seperti margarin atau mayones kerap mengalami penurunan kadar beta-karoten akibat proses pemanasan yang tinggi.

Dengan formula sirup ini, konsumsi cukup 1 hingga 2 sendok obat per hari sudah mampu memenuhi tambahan kebutuhan vitamin A bagi ibu hamil sebesar 300–350 mikrogram dari total kebutuhan 850 mikrogram per hari. 

baca juga

Intervensi pangan lokal berbasis sawit ini terbukti secara klinis memiliki efektivitas yang setara dengan intervensi medis komersial.

Riset yang kini telah berproses di Jurnal Internasional Scopus Q2 tersebut diharapkan dapat segera menjadi fondasi bukti klinis (evidence-based) bagi perumusan kebijakan nasional.

Integrasi inovasi sawit merah ini, baik untuk ibu hamil maupun sebagai komplementer penguat gizi dalam program MBG, dinilainya sangat cocok dengan implementasi Asta Cita kelima, yaitu menuju kemandirian ekonomi dan kedaulatan pangan nasional tanpa ketergantungan pada bahan baku suplemen impor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DPR Siapkan Panja Khusus Awasi Program MBG, Ini Alasannya

DPR Siapkan Panja Khusus Awasi Program MBG, Ini Alasannya

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:32 WIB

Peneliti ITB Ungkap Potensi Sawit, Ternyata Bisa Diolah Jadi Bensin

Peneliti ITB Ungkap Potensi Sawit, Ternyata Bisa Diolah Jadi Bensin

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:02 WIB

Banyak Penyalahgunaan! Zulhas Minta Sebulan Bereskan MBG Sebelum Lapor Prabowo

Banyak Penyalahgunaan! Zulhas Minta Sebulan Bereskan MBG Sebelum Lapor Prabowo

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 09:44 WIB

Kopdes Merah Putih Jadi Pengepul Produk Desa, Mendes: Bukan Saingan BUMDes

Kopdes Merah Putih Jadi Pengepul Produk Desa, Mendes: Bukan Saingan BUMDes

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 08:08 WIB

Prabowo Kumpulkan Menteri, Nasib MBG & Koperasi Desa Merah Putih Dibahas

Prabowo Kumpulkan Menteri, Nasib MBG & Koperasi Desa Merah Putih Dibahas

Foto | Kamis, 16 Juli 2026 | 06:00 WIB

Cara Terbaik Mencegah Anak Kelaparan adalah Menyejahterakan Orang Tuanya

Cara Terbaik Mencegah Anak Kelaparan adalah Menyejahterakan Orang Tuanya

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 20:15 WIB

Terkini

Sepatu Lari Merek Apa yang Paling Populer di Indonesia?

Sepatu Lari Merek Apa yang Paling Populer di Indonesia?

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 15:15 WIB

Siap-siap! 92 Juta Pekerjaan Bakal Hilang, Kemdiktisaintek Minta Kampus Segera Berubah

Siap-siap! 92 Juta Pekerjaan Bakal Hilang, Kemdiktisaintek Minta Kampus Segera Berubah

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 15:13 WIB

Survei: Meski Pagi Terasa Hectic, 7 dari 10 Ibu Tetap Menyiapkan Bekal untuk Anak

Survei: Meski Pagi Terasa Hectic, 7 dari 10 Ibu Tetap Menyiapkan Bekal untuk Anak

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 15:10 WIB

Bagaimana Cara Memilih Perhiasan Sesuai Zodiak Taurus?

Bagaimana Cara Memilih Perhiasan Sesuai Zodiak Taurus?

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 15:08 WIB

Pengadaan Kipas Angin 1,8 T untuk KDMP: Potret Buram Akuntabilitas Anggaran

Pengadaan Kipas Angin 1,8 T untuk KDMP: Potret Buram Akuntabilitas Anggaran

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 15:07 WIB

Ngeluh Gaji PPPK? Mendagri Tito Tantang Pemda: Bedah APBD dan Efisiensi Dulu!

Ngeluh Gaji PPPK? Mendagri Tito Tantang Pemda: Bedah APBD dan Efisiensi Dulu!

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 15:05 WIB

3 Parfum Mykonos Wangi Gourmand yang Manis dan Tahan Lama Sesuai Review Pembeli

3 Parfum Mykonos Wangi Gourmand yang Manis dan Tahan Lama Sesuai Review Pembeli

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 15:05 WIB

3 Rekomendasi Pasta Dempul Ajaib untuk Tambal Tembok Rumah yang Retak, Cuman Rp20 Ribuan

3 Rekomendasi Pasta Dempul Ajaib untuk Tambal Tembok Rumah yang Retak, Cuman Rp20 Ribuan

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 15:05 WIB

Tampang Bak BMW Harga di Bawah Brio, Intip Pesona Skoda Slavia

Tampang Bak BMW Harga di Bawah Brio, Intip Pesona Skoda Slavia

Otomotif | Kamis, 16 Juli 2026 | 15:00 WIB

Ulasan Novel Gagal Menjadi Manusia: Karya Paling Kelam Osamu Dazai

Ulasan Novel Gagal Menjadi Manusia: Karya Paling Kelam Osamu Dazai

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 15:00 WIB

×