Riyanto yang Koyak pada Natal Berdarah, Satu Epos Kemanusiaan

Reza Gunadha

Sabtu, 23 Desember 2017 | 09:49 WIB
Riyanto yang Koyak pada Natal Berdarah, Satu Epos Kemanusiaan
Foto almarhum Riyanto dan baju seragam Banser NU miliknya yang koyak karena bom. [Net]

Suara.com - Ketika segelintir kelompok kekinian masih meributkan boleh tidaknya umat Muslim mengucapkan selamat Natal, berdebat soal busana ala sinterklas, hingga ancam mengancam boikot muapun sweeping, ada Riyanto yang sudah berkorban nyawa demi kemanusiaan antarumat beragama.

Riyanto sudah bersiap meninggalkan rumah untuk menjalankan tugas dari sang komandan. Ia lantas pamit kepada sang ayah, Sukarmin, Namun, siapa sangka, ia yang berpamit tak lagi pernah bisa pulang.

Senin tanggal 24 Desember pada 17 tahun silam itu masih sore. Namun, Riyanto yang kala itu masih berusia 25 tahun sudah berpamitan kepada ayahnya untuk pergi bertugas.

Oleh Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama (NU), Riyanto diperintahkan menjaga Gereja Jemaat Pantekosta Indonesia (GSJPDI) Eben Haezer, Jalan Kartini Nomor 4, Kota Mojokerto, Jawa Timur.

Riyanto menjaga umat Kristen yang mengadakan misa malam Natal 2000 di gereja tersebut, bersama dengan tiga rekannya.

Awalnya, Riyanto dkk bertugas seperti biasa. Berpatroli keliling gereja.

Namun, situasi berubah pada pukul 20.30 WIB. Persisnya ketika seorang jemaat menemukan dua barang mencurigakan di dua lokasi berbeda dalam lingkungan gereja.

"Ada bungkusan tas plastik di bawah telepon umum depan gereja. Satu barang lainnya adalah tas berisi kado. Kami temukan di bawah bangku gereja," tutur Rudi Sanusi Wijaya, pendeta Gereja Eben Haezer, saat mengenang peristiwa itu pada 26 Desember 2016.

baca juga

Pengurus gereja khawatir sekaligus panik. Mereka mengkhawatirkan dua benda mencurigakan itu berisi bom. Kekhawatiran mereka beralasan, "Karena bungkusan plastik di bawah telepon umum itu berisi rangkaian kabel," kata Rudi.

Pengurus gereja lantas memberitahukan temuan itu kepada anggota Banser NU yang melakukan penjagaan. Setelahnya, Riyanto berinisiatif membuka bungkusan dalam tas hitam yang tampak terdapat kabel menjulur.

Riyanto panik ketika membuka tas itu, karena terdapat percikan api.

"Tiaraappp!" teriak Riyanto memperingatkan khalayak untuk berlindung.

Ia lantas membuang jauh-jauh tas tersebut agar tidak meledak dalam gereja. Ia lemparkan bom tersebut ke tempat sampah di luar gereja. Sayang, lemparannya tak tepat. Tas itu justru terpental.

Riyanto tak putus asa. Ia lantas kembali mengambil tas berisi bom tersebut. Riyanto memutuskan untuk lari sekencang-kencangnya sembari membawa bom itu. Tujuannya hanya satu, membawa bom itu keluar dari lingkungan gereja.

Namun, bom dalam pegangannya itu keburu meledak. Riyanto tewas. Jemaat berteriak histeris. Pagar gereja roboh berantakan. Kaca almari dan etalase Studio Kartini yang persis di seberang depan gereja hancur.

Tiga jam kemudian, sisa potongan tubuh Riyanto ditemukan di sebelah utara kompleks gereja. Persisnya 100 meter dari pusat ledakan.

"Jemaat gereja kami, dan juga umat Kristen di Mojokerto selalu mendoakan Riyanto dalam setiap perayaan Natal. Kami juga selalui memperingati haulnya," tutur Pendeta Rudi.

Tak hanya itu, pihak gereja juga membiayai sekolah salah satu adik Riyanto, yakni Supartini. Sang adik diberikan beasiswa sejak SMA hingga menyelesaikan kuliahnya di Universitas Islam Majapahit (UIM) Mojokerto, tahun 2011. Kekinian, Supartini sudah bekerja.

Selain dari pihak gereja, Pemkot Mojokerto juga menghargai kepahlawanan Riyanto. Oleh pemkot, nama Riyanto kekinian dijadikan nama jalan di wilayah Kelurahan/Kecamatan Prajuritkulon.

Terlepas dari semua penghargaan itu, Romo Alexus, pastor Katolik di Mojokerto, menilai pengorbanan Riyanto tak bisa dinilai dengan apa pun.

"Riyanto adalah contoh nyata kepedulian menjaga keamanan dalam kebinekaan," tutur Romo Alexus saat memimpin doa dalam acara penganugerahan gelar "Pejuang Kemanusiaan" bagi Riyanto dari Gerakan Peduli Pejuang Republik Indonesia (GPPRI) tahun 2016.

"Riyanto memang telah tiada, tapi kisahnya patut diketahui semua orang dan patut dijadikan contoh. Riyanto mati untuk memberi hidup, khususnya kepada umat Kristen. Itu seperti Yesus yang berkorban dan mati untuk umatnya," tutur Romo Alexus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kapolri Antisipasi Potensi Teror 'Lone Wolf' saat Perayaan Natal

Kapolri Antisipasi Potensi Teror 'Lone Wolf' saat Perayaan Natal

News | Kamis, 21 Desember 2017 | 14:04 WIB

Pesan Kapolri Buat Pemudik Natal dan Tahun Baru Saat Macet di Tol

Pesan Kapolri Buat Pemudik Natal dan Tahun Baru Saat Macet di Tol

News | Kamis, 21 Desember 2017 | 11:46 WIB

Kapolri: Tak Boleh Ada Ormas yang Sweeping Natal dan Tahun Baru

Kapolri: Tak Boleh Ada Ormas yang Sweeping Natal dan Tahun Baru

News | Kamis, 21 Desember 2017 | 10:24 WIB

Alis Santa, Tren Kecantikan Sambut Natal 2017

Alis Santa, Tren Kecantikan Sambut Natal 2017

Lifestyle | Selasa, 19 Desember 2017 | 10:45 WIB

Kasus Suap, KPK Periksa 2 Anggota DPRD Mojokerto

Kasus Suap, KPK Periksa 2 Anggota DPRD Mojokerto

News | Senin, 18 Desember 2017 | 11:26 WIB

Terkini

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:32 WIB

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:27 WIB

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:19 WIB

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:13 WIB

Penyadapan Presiden hingga Media Seret Listyo Sigit, Yusril Sebut Posisi Kepala KSP Bisa Diisi Plt

Penyadapan Presiden hingga Media Seret Listyo Sigit, Yusril Sebut Posisi Kepala KSP Bisa Diisi Plt

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 23:11 WIB

Skandal Sadap Presiden Terbongkar, Prabowo Sudah Tahu tetapi Motifnya Masih Gelap

Skandal Sadap Presiden Terbongkar, Prabowo Sudah Tahu tetapi Motifnya Masih Gelap

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:07 WIB

Yusril Pasang Badan untuk Polri, Penyidikan Kasus Listyo Sigit Akan Objektif

Yusril Pasang Badan untuk Polri, Penyidikan Kasus Listyo Sigit Akan Objektif

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:03 WIB

Temui Guru SD Jadi Tiktoker, Menteri Riefky Resmikan Desa Kreatif di Kebumen

Temui Guru SD Jadi Tiktoker, Menteri Riefky Resmikan Desa Kreatif di Kebumen

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:03 WIB

×