Beredar Buku Anak Kampanye LGBT, Apa Kata Kementerian PP & PA?

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Kamis, 28 Desember 2017 | 18:59 WIB
Beredar Buku Anak Kampanye LGBT, Apa Kata Kementerian PP & PA?
Buku belajar membaca yang diduga kampanyekan LGBT. (dok KPAI)

Suara.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) baru-baru ini menemukan sebuah buku belajar membaca untuk anak-anak yang dinilai berisi konten yang tak wajar. Buku itu dinilai mengampanyekan kelompok lesbian, gay, biseksual, dan transgender.

Buku itu ditulis oleh Intan Noviana dan diterbitkan Pustaka Widyatama di Jawa Tengah ini berisikan kalimat seperti "Opa bisa jadi waria", "Fafa merasa dia wanita" dan "Ada waria suka wanita".

Dalam jumpa pers Refleksi dan Outlook 2018, Lenny N. Rosalin selaku Deputi Menteri Bidang Tumbuh Kembang Anak KPPPA, mengatakan bahwa informasi tersebut memang tak sewajarnya diberikan pada anak-anak apalagi usia balita sesuai judul buku tersebut yakni Balita Langsung Lancar Membaca.

Menurut dia, terlepas dari konten penulis atau penerbit yang ingin memasukkan tema LGBT,  judul buku tersebut sudah tidak sesuai dengan tumbuh kembang anak-anak. Ia mengatakan usia balita tidak diwajibkan untuk langsung lancar membaca apalagi disusupi konten-konten yang tak sesuai.

"Intinya dari sisi judul Balita Langsung Lancar Membaca sudah tidak sesuai, padahal kan kalau sesuai usianya balita nggak harus bisa langsung lancar membaca. Ini tidak lepas dari tuntutan orangtua yang ingin anaknya cepat baca, cepat menghitung tapi tidak sesuai dengan fasenya, sehingga dimanfaatkan oknum-oknum tertentu," ujar Lenny di Jakarta, Kamis (28/12/2017).

Ia mengatakan, sesuai dengan target pemerintah menjadikan Indonesia sebagai negara layak anak pada 2030, sudah sepatutnya semua pihak termasuk penerbit buku menghasilkan karya-karya yang memuat informasi layak anak.

Meski tak mau berkomentar banyak soal konten buku ini, Lenny meminta orangtua untuk melakukan pengawasan terhadap informasi yang diterima anak-anaknya.

"Dari segi konten, saya rasa harus kita berikan informasi layak anak. Nah, info layak anak ini seperti apa sih, jadi informasi yang kontennya tidak mengandung unsur yang merugikan anak, seperti memuat unsur kekerasan, pornografi atau upaya memecah belah. Jadi sebelum membeli buku atau memberikan informasi pada anak harus pertimbangkan hal-hal tersebut," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ada Buku Anak Promosi LGBT, Ini Kata Komisi Pendidikan

Ada Buku Anak Promosi LGBT, Ini Kata Komisi Pendidikan

News | Kamis, 28 Desember 2017 | 18:24 WIB

KPAI: Buku Balita Kampanye LGBT Ganggu Perkembangan Anak

KPAI: Buku Balita Kampanye LGBT Ganggu Perkembangan Anak

News | Kamis, 28 Desember 2017 | 17:51 WIB

KPAI Gagal Dapat Penjelasan Soal Kalimat "Opa Bisa Jadi Waria"

KPAI Gagal Dapat Penjelasan Soal Kalimat "Opa Bisa Jadi Waria"

News | Kamis, 28 Desember 2017 | 15:55 WIB

Terkini

Saran Pakar ke Prabowo Soal Karhutla: Water Bombing itu Tidak Efektif, Pak Presiden

Saran Pakar ke Prabowo Soal Karhutla: Water Bombing itu Tidak Efektif, Pak Presiden

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:24 WIB

Can This Love Be Translated?: Cinta Ternyata Adalah Bahasa Paling Rumit

Can This Love Be Translated?: Cinta Ternyata Adalah Bahasa Paling Rumit

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 18:22 WIB

Kejagung Tetapkan Eks Pejabat ESDM dan Korporasi Jadi Tersangka Korupsi Nikel

Kejagung Tetapkan Eks Pejabat ESDM dan Korporasi Jadi Tersangka Korupsi Nikel

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:19 WIB

Jelang Indonesia vs Singapura, Polda Metro Pastikan Tak Ada Penutupan Jalan

Jelang Indonesia vs Singapura, Polda Metro Pastikan Tak Ada Penutupan Jalan

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:15 WIB

Jigsaw Kembali di Saw 11! Permainan Mengerikan Kembali Dimulai

Jigsaw Kembali di Saw 11! Permainan Mengerikan Kembali Dimulai

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 18:10 WIB

ALVA Paparkan Tantangan Industri Motor Listrik dan TKDN Saat Dikunjungi DPR RI

ALVA Paparkan Tantangan Industri Motor Listrik dan TKDN Saat Dikunjungi DPR RI

Otomotif | Jum'at, 25 September 2026 | 18:10 WIB

Motor Raib Saat Apel ke Rumah Pacar di Jelambar, Pelaku Ternyata Warga Sekitar

Motor Raib Saat Apel ke Rumah Pacar di Jelambar, Pelaku Ternyata Warga Sekitar

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:09 WIB

Prabowo Soroti Perda yang Izinkan Bakar Lahan 2 Hektare, Sebut Tak Masuk Akal

Prabowo Soroti Perda yang Izinkan Bakar Lahan 2 Hektare, Sebut Tak Masuk Akal

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:04 WIB

Malaysia Pesta Gol di SUGBK, Gebuk Bangladesh Arif Aiman Jadi Bintang

Malaysia Pesta Gol di SUGBK, Gebuk Bangladesh Arif Aiman Jadi Bintang

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 18:00 WIB

Pengamat Soroti Temuan 'Kamar Sultan' Lapas Cibinong: Bukti Runtuhnya Moral Pemidanaan

Pengamat Soroti Temuan 'Kamar Sultan' Lapas Cibinong: Bukti Runtuhnya Moral Pemidanaan

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:00 WIB

×