Dikunjungi Banyak Tokoh Penting, Bukti Pengaruh Rizieq Tetap Kuat

Siswanto Suara.Com
Rabu, 03 Januari 2018 | 16:33 WIB
Dikunjungi Banyak Tokoh Penting, Bukti Pengaruh Rizieq Tetap Kuat
Abraham Lunggana (Lulung) bertemu Habib Rizieq Shihab [dok. Lulung]
Kunjungan tokoh politik berpengaruh dan alim ulama ke kediaman Habib Rizieq Shihab di Mekkah menunjukkan pengaruhnya masih tetap kuat, meskipun dihadang sejumlah kasus.

"Itu realita, kenyataan," kata Ketua Bidang Bela Negara dan Jihad Front Pembela Islam Abdul Qodir Aka kepada Suara.com, Rabu (3/1/2018).

Aka menyontohkan realita lainnya lagi untuk menggambarkan kuatnya pengaruh Rizieq. Aksi jelang pilkada Jakarta di Monumen Nasional pada 2 Desember 2016. Hari itu, diikuti jutaan orang dari berbagai daerah. Mereka berkumpul di kawasan Monas, bahkan sampai memenuhi jalan-jalan di sekitarnya. Aksi yang kemudian dikenal dengan istilah 212 berlangsung tanpa keributan dan menuai pujian dari berbagai pihak.

Rizieq disegani karena dia merupakan tokoh agama yang dianggap memiliki sikap yang konsisten pada garis perjuangan.

"Terus beliau juga yang secara eksplisit menyatakan kegundahannya, kekhawatirannya atas kondisi sekarang. Dimana yang benar disalahkan, yang salah dibenarkan dan itu kasat mata."

"Hampir semua orang bisa meihat, bagaimana ustadz, aktivis yang bersebarangan dengan pemerintah, dipermasalahkan. Sementara orang yang satu grup dengan pemerintah begitu sangat kelihatan didukung, walaupun berbuat sesuatu yang salah." Aka menyebut beberapa kasus hukum, di antaranya penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. 

"Nah Habib Rizieq ini tokoh yang berani ngomong sehingga yang lain (tokoh-tokoh) otomatis salut kepada beliau karena beliau besar dalam kebaikan, berusaha untuk tetap pada rel sebagai ulama."

Kalau seandainya pendirian Rizieq tergoyahkan. Mengikuti kemauan pemerintah, misalnya. Menurut Aka ketokohan Rizieq tentu tak akan dianggap lagi. Aka salut Rizieq tetap konsisten pada pendirian meskipun mendapat sejumlah tuduhan.

Menurut Aka barangkali memang ada kepentingan tertentu sehingga para tokoh politik menemui Rizieq di Arab. Tetapi, itu hak mereka.

"Kan memang ada yang memang mau naik, nyalon, entah wali kota, bupati. Itu kan kepentingan mereka, bukan (kepentingan habib."

"Ketika mereka minta doa, kan nggak ada salahnya. Mereka datang untuk minta doa, itu hak mereka." 

Rizieq menyarankan kepada mereka agar selalu meminta nasihat alim ulama.

"Jangan slonong boy, istilahnya."

"Itu silaturahim." Aka menekankan tujuan pertemuan-pertemuan itu.

Yang pernah mengunjungi Rizieq di Mekkah, antara lain tokoh Partai Amanat Nasional Amien Rais. Petinggi PKS, seperti Ketua Majelis Syuro Salim Segaf Al Jufri, Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini, berkunjung pada pertengahan Juni 2017. Kemudian Wakil Ketua DPR yang juga Wakil Ketua Umum Fadli Zon.

Pada Sabtu (30/12/2017), lalu, tokoh yang sedang jadi sorotan, Ustadz Abdul Somad, juga datang. Kemarin, menyusul Wakil Ketua DPRD Jakarta dari PPP Abraham Lunggana alias Lulung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI