Masjid Dikotori, Muslim Arkansas Bayar Denda Demi Bebaskan Pelaku

Liberty Jemadu

Rabu, 03 Januari 2018 | 19:11 WIB
Masjid Dikotori, Muslim Arkansas Bayar Denda Demi Bebaskan Pelaku
Sebuah masjid di Washington DC, Amerika Serikat. [Shutterstock]

Suara.com - Umat Islam di Arkansas, Amerika Serikat membayar denda sebesar 1.700 dolar demi membebaskan seorang lelaki yang telah mengotori masjid mereka dengan coretan berupa simbol swastika.

Seperti yang diwartakan Newsweek, Selasa (2/1/2018), seorang lelaki bernama Abraham Davis terekam kamera sedang menggambar lambang swastika dan menulis "go home" di dinding masjid Fort Smith, Arkansas pada 2016.

Ia kemudian ditangkap polisi dan dinyatakan bersalah di pengadilan. Sebagai hukuman, ia diwajibkan menjalankan pekerjaan sosial dan membayar denda. Tetapi Davis tak mampu membayar denda dan terancam hukuman penjara selama 6 tahun.

Di tengah situasi terjepit, Davis mendapat uluran tangan dari mereka yang menjadi korban kejahatannya.

"Hal ini tak boleh menjadi beban seumur hidup baginya," kata Louay Nassri, Presiden Masjid Al Salam Fort Smith kepada ArkansasMatters.com.

"Kami dengar dia mengalami masalah keuangan. Jika tak mampu membayar denda, maka otomatis ia akan mendekam di penjara selama 6 tahun. Well, kami tak ingin dia masuk penjara selama 6 tahun," imbuh Nassri.

Menurut Nassri uang untuk menebus Davies diambil dari dana renovasi masjid.

"Setelah semua yang ia alami, kami tak ingin ia menderita kesulitan keuangan yang lebih parah. Dan seperti yang saya katakan kepadanya, kami ingin dia memiliki masa depan yang lebih baik," sambung Nassri.

"Kami pikir ini adalah hal yang benar untuk dilakukan. Menurut kami, jika seseorang melakukan kesalahan dan kemudian meminta maaf, kita harus memaafkan mereka. Ini sesuatu yang alami," beber Nassri lebih jauh.

Ia menambahkan bahwa nama masjid itu, Al Salam, berarti "damai" dalam bahasa Arab.

"Jika dia mengenal kami, ia pasti tak akan melakukan hal itu. Jika kami mengetahui masalahnya, kami juga pasti berusaha membantunya. Komunikasi adalah hal yang sangat penting. Pendidikan adalah hal yang sangat penting, tegas Nassri.

Memang sejak Donald Trump menjadi Presiden Amerika Serikat, ujaran dan aksi anti-Islam di AS meningkat drastis. Menurut data Dewan Hubungan Amerika-Islam, sejak Januari-September 2017, ada 1.656 "insiden bias" dan 195 kejahatan berbasis kebencian terhadap Muslim di AS.

Jumlah insiden bias naik 9 persen dan kejahatan berbasis kebencian naik 20 persen dibandingkan dengan pada 2016.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sentimen Anti-Muslim di Chicago Meningkat, Picu Diskriminasi di Tempat Kerja Hingga Sekolah

Sentimen Anti-Muslim di Chicago Meningkat, Picu Diskriminasi di Tempat Kerja Hingga Sekolah

News | Selasa, 10 September 2024 | 20:54 WIB

Terkini

Jerat Jukir Liar Pakai Pasal Pemerasan: Solusi Tuntas atau Sekadar Tambal Sulam?

Jerat Jukir Liar Pakai Pasal Pemerasan: Solusi Tuntas atau Sekadar Tambal Sulam?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 06:30 WIB

103 Atlet Indonesia Berjuang di Asian Para Games 2026, Reda Manthovani Minta Dukungan WNI di Jepang

103 Atlet Indonesia Berjuang di Asian Para Games 2026, Reda Manthovani Minta Dukungan WNI di Jepang

Sport | Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Demi Bisa Rusuh dan Serang Lawan! Kelompok Suporter Ini Selundupkan Petasan Pakai Kondom

Demi Bisa Rusuh dan Serang Lawan! Kelompok Suporter Ini Selundupkan Petasan Pakai Kondom

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara dan Suap di Muktamar NU ke KPK

Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara dan Suap di Muktamar NU ke KPK

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Punya Kesamaan Kebutuhan Perawatan Kulit, Produk Kecantikan Indonesia Mulai Merambah Malaysia

Punya Kesamaan Kebutuhan Perawatan Kulit, Produk Kecantikan Indonesia Mulai Merambah Malaysia

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Video | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Jawa Tengah | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Jabar | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:58 WIB

×