Etnis Rohingya di Malaysia Dapat Kartu Identitas Digital

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Jum'at, 12 Januari 2018 | 06:16 WIB
Etnis Rohingya di Malaysia Dapat Kartu Identitas Digital
Pengungsi Rohingya di Kamp Pengungsian Kutupalong, Cox Bazar, Bangladesh, Minggu (1/10).

Suara.com - Pengungsi etnis Rohingya yang melarikan diri dari penganiayaan di negaranya, Myanmar akan mendapatkan kartu identitas digital. Kartu ini memungkinkan merekan mendapatkan pelayanan akses perbankan dan pendidikan di Malaysia.

Program tersebut bagian dari di www.rohingyaproject.com yang dipromosikan di Malaysia.

Muhammad Noor, salah satu pendiri dan managing director proyek tersebut mengatakan bahwa proyek tersebut akan memberi identitas kepada orang-orang tanpa kewarganegaraan. Noor juga bagian dari etnis Rohingya.

"Myanmar tidak mengenal Muslim Rohingya, jadi mereka dianggap tidak kerkewarganegaraan, namun mereka memiliki dokumen resmi mengenai latar belakang keluarga mereka," jelas dia.

Noor menjelaskan jika data mereka tercatat dalam jaringan global. Teknologi yang dipakai menggunakan teknologi blockchain. Ini juga sama digunakan dalam cryptocurrency bitcoin.

Noor mengatakan bahwa karena identitas Rohingya tidak terindentifikasi. Mereka memiliki masalah dalam penerimaan di sekolah dan mencari pekerjaan di negara tempat mereka tinggal.

Sejak 25 Agustus 2017, sekitar 650.000 pengungsi, kebanyakan anak-anak dan perempuan. Mereka melarikan diri dari Myanmar ketika pasukan Myanmar melancarkan tindakan keras terhadap komunitas Muslim minoritas.

Sedikitnya 9.000 Rohingya tewas di negara bagian Rakhine dari 25 Agustus hingga 24 September. PBB telah mendokumentasikan pemerkosaan massal, pembunuhan, pemukulan brutal, dan penghilangan yang dilakukan oleh tentara Myanmar. (Anadolu)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Myanmar Akui Bantai 10 Warga Rohingya yang Dianggap Teroris

Myanmar Akui Bantai 10 Warga Rohingya yang Dianggap Teroris

News | Kamis, 11 Januari 2018 | 14:29 WIB

Tentara Myanmar Akui Bunuh 10 Etnis Rohingya

Tentara Myanmar Akui Bunuh 10 Etnis Rohingya

News | Kamis, 11 Januari 2018 | 05:15 WIB

Kemlu: Sedikitnya 102 WNI Terdampak Kebakaran Besar di Malaysia

Kemlu: Sedikitnya 102 WNI Terdampak Kebakaran Besar di Malaysia

News | Sabtu, 30 Desember 2017 | 09:21 WIB

20 Ribu Ekstasi Asal Jerman Diselundupkan ke Pembalut Perempuan

20 Ribu Ekstasi Asal Jerman Diselundupkan ke Pembalut Perempuan

News | Rabu, 27 Desember 2017 | 20:03 WIB

Bikin Insta Story, Ramdani Sindir 'Larangan' Bermain di Malaysia

Bikin Insta Story, Ramdani Sindir 'Larangan' Bermain di Malaysia

Bola | Senin, 25 Desember 2017 | 15:15 WIB

Terkini

Mitos Zona Aman Gerbong Tengah: Mengapa Usul Menteri PPPA Dinilai Tak Sentuh Akar Masalah?

Mitos Zona Aman Gerbong Tengah: Mengapa Usul Menteri PPPA Dinilai Tak Sentuh Akar Masalah?

News | Kamis, 30 April 2026 | 20:20 WIB

Demi Wujudkan Kesejahteraan, Wamendagri Ribka Minta Papua Dukung Asta Cita Presiden

Demi Wujudkan Kesejahteraan, Wamendagri Ribka Minta Papua Dukung Asta Cita Presiden

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:45 WIB

Dosen Diduga Terlibat Kasus Daycare Little Aresha, Begini Respons UGM

Dosen Diduga Terlibat Kasus Daycare Little Aresha, Begini Respons UGM

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:25 WIB

Wamendagri Wiyagus: Perkuat Peran Damkar, Satpol PP dan Satlinmas untuk Lindungi Masyarakat

Wamendagri Wiyagus: Perkuat Peran Damkar, Satpol PP dan Satlinmas untuk Lindungi Masyarakat

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:21 WIB

Prabowo Kumpulkan 1.500 Komandan Satuan TNI di Bogor: Kobarkan Semangat Maju Tak Gentar

Prabowo Kumpulkan 1.500 Komandan Satuan TNI di Bogor: Kobarkan Semangat Maju Tak Gentar

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:12 WIB

Respons Pratikno Soal Kasus Daycare Aceh: Ada Proses Hukum, Trauma Healing hingga Penutupan

Respons Pratikno Soal Kasus Daycare Aceh: Ada Proses Hukum, Trauma Healing hingga Penutupan

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:11 WIB

Ketum Posyandu Tri Tito Karnavian Dorong Pemulihan Warga Huntara Aceh Utara: Bansos dan Senam Sehat

Ketum Posyandu Tri Tito Karnavian Dorong Pemulihan Warga Huntara Aceh Utara: Bansos dan Senam Sehat

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:01 WIB

Marak Kasus Kekerasan Anak, Menko PMK Instruksikan Pemda Audit Seluruh Daycare

Marak Kasus Kekerasan Anak, Menko PMK Instruksikan Pemda Audit Seluruh Daycare

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:00 WIB

Tak Ikut di Monas, Perisai dan GMNI: May Day Itu Bentuknya Harus Perlawanan, Bukan Lagi Pesta Pora

Tak Ikut di Monas, Perisai dan GMNI: May Day Itu Bentuknya Harus Perlawanan, Bukan Lagi Pesta Pora

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:56 WIB

3 WNI Diciduk di Makkah Terkait Haji Ilegal, Ada Petugas yang Terlibat?

3 WNI Diciduk di Makkah Terkait Haji Ilegal, Ada Petugas yang Terlibat?

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:49 WIB