Ngeri! Suami Istri Sekap 13 Anaknya, Beberapa Dirantai di Ranjang

Ruben Setiawan

Rabu, 17 Januari 2018 | 05:00 WIB
Ngeri! Suami Istri Sekap 13 Anaknya, Beberapa Dirantai di Ranjang
Keluarga Turpin dan rumah mereka di California. (AFP)

Sepasang suami istri ditangkap lantaran diduga menyekap tiga belas anaknya di dalam rumah mereka di California, Amerika Serikat. Menurut polisi, beberapa dari anak-anak tersebut ditemukan dalam keadaan kelaparan dan dirantai di tempat tidur oleh orangtua mereka

Anak-anak tersebut jarang meninggalkan rumah mereka yang berantakan. Ketika keluar, mereka tampak kecil dan pucat serta bertingkah aneh, kata tetangganya.

David Allen Turpin, 57, dan Louise Anna Turpin, 49, ditangkap pada Minggu dan masing-masing dikenai sembilan tuduhan penyiksaan dan sepuluh tuduhan membahayakan anak, setelah seorang anak perempuan berusia 17 tahun -yang kurus- meloloskan diri dari rumah mereka di Perris, sekitar 115 kilometer dari timur Los Angeles, dan menelepon polisi, kata Kantor Kejaksaan Wilayah Riverside, Senin.

Keluarga Turpin dan rumah mereka di California. (AFP)

Polisi dalam pernyataan mengatakan menemukan beberapa dari 13 anak dari pasangan tersebut, yang berusia dua hingga 29 tahun, dibelenggu di tempat tidur mereka dengan rantai dan gembok di lingkungan gelap dan berbau busuk.

"Para korban itu kurang gizi dan sangat kotor," katanya.

Kimberly Milligan, 50, yang tinggal di seberang jalan dari keluarga tersebut, mengatakan bahwa dia hanya melihat bayi itu di pelukan ibu dan tiga anak lainnya sejak dia pindah ke seberang jalan dua tahun yang lalu, menjelaskan bahwa mereka tampak kecil dan pucat.

"Kenapa kita tidak pernah melihat anak-anak itu?" kata Milligan, "Kalau dipikir-pikir, kita tidak akan pernah memikirkan ini, namun di sana terdapat pertanda bahaya. Anda tidak akan pernah mendengar atau melihat sembilan anak tersebut." 

Pada dua tahun lalu, saat berkeliling lingkungan mengagumi lampu dan dekorasi Natal, Milligan mengatakan bahwa ia bertemu dengan tiga anak-anak Turpin dan memberikan hadiah mereka pada palungan dengan bayi Yesus, yang mereka miliki di luar rumah mereka. Dia mengatakan anak-anak tersebut membeku, jika dengan berbuat demikian mereka menjadi tak terlihat.

"Anak usia 20 tahun tidak pernah berlaku seperti itu," katanya, "Mereka tidak ingin melakukan percakapan sosial." 

Nicole Gooding, 35, yang telah tinggal di lingkungan sekitar selama tiga tahun, mengatakan bahwa pertama kali dia melihat keluarga itu dua bulan yang lalu ketika ibu dan anak-anak membersihkan halaman yang penuh dengan gulma dan tong sampah yang meluap.

"Saya belum pernah melihat mereka sama sekali sampai hari itu," katanya.

Orangtua dari ke-13 anak-anak tersebut yang dijadwalkan hadir di pengadilan pada Kamis, ditahan dengan uang jaminan sebesar 9 juta dolar Amerika Serikat, kata polisi.

Pernyataan polisi tersebut tidak merinci motif orang tua untuk menahan anak-anak tersebut, dan seorang juru bicara kepolisian mengatakan dirinya tidak memiliki rincian lebih lanjut.

Enam dari anak-anak pasangan tersebut adalah anak-anak di bawah umur, sementara tujuh lainnya berusia di atas 18 tahun, menurut keterangan orang tua mereka.

Halaman Facebook, yang tampaknya dibuat oleh pasangan orangtua tersebut, menunjukkan mereka mengenakan pakaian pengantin, dikelilingi sepuluh anak perempuan pakaian kotak-kotak ungu yang selaras dan tiga anak laki-laki dengan setelan jas.

Orangtua David Turpin, James dan Betty Turpin dari West Virginia, mengatakan kepada ABC News bahwa mereka terkejut dan terguncang atas tuduhan terhadap putra dan menantu mereka, dengan mengatakan bahwa mereka tidak dapat memahami perilaku pasangan suami-istri tersebut. (Antara/Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bukan Disekap! Lansia di Penjaringan Kunci ART 2 Jam Karena Pergi Terapi Kesehatan

Bukan Disekap! Lansia di Penjaringan Kunci ART 2 Jam Karena Pergi Terapi Kesehatan

News | Jum'at, 04 September 2026 | 14:49 WIB

Karyawan Koperasi di Tangerang Disekap-Ditelanjangi Bos, Disuruh Berbuat Tak Senonoh

Karyawan Koperasi di Tangerang Disekap-Ditelanjangi Bos, Disuruh Berbuat Tak Senonoh

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 19:06 WIB

Kronologis Ayu dan Susi Disekap di Myanmar, Berawal dari Butuh Kerja

Kronologis Ayu dan Susi Disekap di Myanmar, Berawal dari Butuh Kerja

News | Senin, 20 Juli 2026 | 16:04 WIB

Penyekap Wanita di Bekasi Ditangkap, Siksa Korban 10 Hari karena Cemburu

Penyekap Wanita di Bekasi Ditangkap, Siksa Korban 10 Hari karena Cemburu

News | Minggu, 19 Juli 2026 | 13:53 WIB

9 Hari Mencekam! Kisah Wanita di Bekasi Lolos dari Penyekapan Pacar yang Cemburu Buta

9 Hari Mencekam! Kisah Wanita di Bekasi Lolos dari Penyekapan Pacar yang Cemburu Buta

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:40 WIB

Terkuak Motif Penyekapan di Bekasi: Pelaku Cemburu, Siksa Korban Dibantu Karyawan

Terkuak Motif Penyekapan di Bekasi: Pelaku Cemburu, Siksa Korban Dibantu Karyawan

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 13:28 WIB

Buntut Kasus Penyekapan di Bandung, Ombudsman Jelaskan Beda Aniaya dan Siksa

Buntut Kasus Penyekapan di Bandung, Ombudsman Jelaskan Beda Aniaya dan Siksa

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 14:42 WIB

Bystander Effect: Saat Privasi Menjadi Alasan Kita Membiarkan Kejahatan Terjadi di Depan Mata

Bystander Effect: Saat Privasi Menjadi Alasan Kita Membiarkan Kejahatan Terjadi di Depan Mata

Your Say | Senin, 06 Juli 2026 | 18:33 WIB

DPR MInta Usut Tuntas Dugaan Penyekapan Perempuan oleh Oknum Polisi di Jawa Tengah

DPR MInta Usut Tuntas Dugaan Penyekapan Perempuan oleh Oknum Polisi di Jawa Tengah

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 13:00 WIB

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:05 WIB

Terkini

Jawab Kedaruratan Persalinan di Jakarta, Layanan Medis 24 Jam Tanpa Jeda Diperkuat

Jawab Kedaruratan Persalinan di Jakarta, Layanan Medis 24 Jam Tanpa Jeda Diperkuat

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 20:17 WIB

GBK Membara Timnas Indonesia vs Thailand, Kembang Api hingga Koreografi Bikin Merinding

GBK Membara Timnas Indonesia vs Thailand, Kembang Api hingga Koreografi Bikin Merinding

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 20:12 WIB

Lupakan Masa Lalu! XngHan&Xoul Semangat Gapai Masa Depan di Lagu High Beam

Lupakan Masa Lalu! XngHan&Xoul Semangat Gapai Masa Depan di Lagu High Beam

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50 WIB

Ajukan Rencana Produksi 2027, PTBA Minta Izin Gunakan Perusahaan Afiliasi sebagai Kontraktor

Ajukan Rencana Produksi 2027, PTBA Minta Izin Gunakan Perusahaan Afiliasi sebagai Kontraktor

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 19:49 WIB

China Mulai Kurangi Insentif Mobil Listrik, Harga EV Terancam Naik

China Mulai Kurangi Insentif Mobil Listrik, Harga EV Terancam Naik

Otomotif | Senin, 05 Oktober 2026 | 19:48 WIB

Yusril Belum Terima Laporan Pesta Sabu di Rutan Depok, Siapkan Penertiban Lapas

Yusril Belum Terima Laporan Pesta Sabu di Rutan Depok, Siapkan Penertiban Lapas

Jabar | Senin, 05 Oktober 2026 | 19:44 WIB

Perawatan Armada Rampung! 7 Rangkaian KRL SF12 Kembali Beroperasi di Lintas Bogor Mulai Besok

Perawatan Armada Rampung! 7 Rangkaian KRL SF12 Kembali Beroperasi di Lintas Bogor Mulai Besok

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38 WIB

Pakar UGM Usul Badan Independen Kelola Aset Hasil Tindak Pidana

Pakar UGM Usul Badan Independen Kelola Aset Hasil Tindak Pidana

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 19:34 WIB

Pakar Unair Sebut Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Jadi Alat Intimidasi

Pakar Unair Sebut Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Jadi Alat Intimidasi

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 19:27 WIB

Catatan Kritis HUT ke-81 TNI: Pemekaran 204 Satuan Baru Dinilai Melenceng dari Arah Reformasi

Catatan Kritis HUT ke-81 TNI: Pemekaran 204 Satuan Baru Dinilai Melenceng dari Arah Reformasi

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 19:24 WIB

×