Mau Beli Rumah DP 0 Rupiah Anies-Sandiaga? Ini Cara Daftarnya

Kamis, 18 Januari 2018 | 13:51 WIB
Mau Beli Rumah DP 0 Rupiah Anies-Sandiaga? Ini Cara Daftarnya
Anies Baswedan tinjau ke lokasi kebakaran di Museum Bahari. (suara.com/Dwi Bowo Raharjo)

Suara.com - Pemprov DKI Jakarta akan membentuk badan layanan umum daerah (BLUD), untuk menangani warga ibu kota yang tertarik mengikuti program rumah down payment (DP; uang muka) 0 rupiah.

Gubernur DKI Anies Baswedan mengatakan, BLUD itu tengah dipersiapkan dan ditargetkan pada bulan April 2018, warga sudah bisa mendaftarkan diri.

"Jadi nanti BLUD yang akan mengumumkan, kemudian juga proses pendaftarannya dan lain lain lewat situ, mudah2an bulan April kita sudah selesai BLUDnya," ujar Anies seusai melakukan peletakan batu pertama rumah DP 0 rupiah di kawasan Klapa Village, Jalan H. Naman, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis. (18/1/2018).

"Nanti, BLUD yang akan mengelola proses penerimaan, pendaftaran bagi warga yang ingin mendapatkan rumah di projek ini, juga di projek-projek yang lain," Anies menambahkan.

Untuk saat ini, rumah DP 0 rupiah baru mau dibangun di Klapa Village. Nantinya akan ada 20 lantai dengan 703 unit, 513 tipe 36, 190 unit tipe 21.

Sedangkan harga per-unitnya akan dibandrol dengan harga Rp320 juta tipe 36 dan Rp185 juta untuk tipe 21.

"Kami berharap akan segera bisa groundbreaking di tempat-tempat yang lain, sehingga dalam waktu yang singkat ribuan-rumah baru untuk warga jakarta akan bisa kita sediakan," katanya.

Skema pembayaran nantinya akan menggunakan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan. Anies menjelaskan, skema FLPP itu dengan skema 1 persen. Tetapi, pembiayaan DP menjadi 0 persen karena 1 persenya dari APBD Jakarta.

Baca Juga: Eks Pengacara Setnov Fredrich Yunadi Ajukan Praperadilan

"Jadi untuk (masyarakat) penghasilannya di bawah Rp7 juta. Jadi ini untuk masyarakat berpenghasilan rendah," kata Anies.

Rumah DP 0 ini akan menggunakan skema cicilan. Anies mengatakan, untuk cicilannya dibagi menjadi tiga, yakni dari 7 tahun, 10 tahun, hingga 15 tahun.

"Justru dengan cara begitu, maka warga bisa mencicil sesuai dengan kemampuan. Jadi tujuannya adalah harganya seragam tapi cara atau besaran kreditnya bisa diatur seauai dengan kemampuan," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tes Keterampilan Berpolitik ala Tokoh Sejarah, Kamu Titisan Genghis Khan atau Figur Lain?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Karakter SpongeBob SquarePants yang Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Merk HP yang Sesuai Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jika Hidupmu adalah Film, Kamu si Tokoh Antagonis, Protagonis atau Cuman Figuran?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mie Apa yang Kamu Banget? Temukan Karakter Aslimu
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Benar-benar Asli Orang Jogja atau Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Warna Helm Motor Favorit Ungkap Karakter Pasangan Ideal, Tipe Mana Idamanmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kim Seon-ho atau Cha Eun-woo? Cari Tahu Aktor Korea yang Paling Cocok Jadi Pasanganmu!
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI