Pidato Pertama 2018, Trump Minta Rakyat AS Bersatu Dukung Dirinya

Reza Gunadha

Kamis, 01 Februari 2018 | 00:16 WIB
Pidato Pertama 2018, Trump Minta Rakyat AS Bersatu Dukung Dirinya
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (AFP)

Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dalam Pidato Kenegaraan pertamanya tahun 2018, mendesak agar semua warga AS kembali bersatu, setelah tampak terpecah tahun 2017.

"Ini adalah Momen Amerika yang baru. Ini adalah saat yang tepat untuk merealisasikan mimpi Amerika," kata Trump sebelum tampil di hadapan Kongres, Selasa (30/1/2018).

"Kami ingin semua warga Amerika tahu caranya bekerja keras; kami ingin semua anak pulang ke rumah dengan aman, dan kami ingin agar semua warga bisa merasa bangga akan negara yang kita cintai ini."

Selama tahun pertamanya menjabat sebagai presiden, Trump membuat sejumlah perubahan dalam kebijakan AS.

Selain sikap dan bahasanya yang cenderung lebih kasar dari presiden-presiden AS sebelumnya, Trump juga berupaya menghentikan arus imigrasi dari negara-negara Muslim, mencabut perlindungan bagi imigran yang diharuskan kembali ke negara asal mereka, dan membatalkan program yang memayungi anak-anak yang dibawa ke AS secara ilegal.

Sejak itu, Trump menawarkan perombakan UU perlindungan serta membuka jalan agar para anak-anak "Dreamers" tersebut bisa mendapatkan kewarganegaraan.

Namun, dia tetap bersikukuh mengubah sejumlah kebijakan imigrasi, termasuk mencari dana untuk membangun tembok di sepanjang perbatasan selatan AS dengan Meksiko. Trump bersikeras agar Meksiko yang membayar untuk tembok itu.

Trump juga mengatakan dia menginginkan reformasi dalam bentuk "kompromi, dan bisa merancang sistem imigrasi yang aman, moderen dan patuh hukum".

baca juga

Dalam pidato kenegaraannya, Trump meminta agar politisi-politisi Demokrat dan Republik "bergabung bersama untuk memberikan infrastruktur modern, aman, cepat dan dapat dipercaya yang dibutuhkan oleh ekonomi dan warga AS".

Selain itu, ada pula sejumlah topik yang tidak dibicarakan Trump pidatonya kepada warga Amerika itu, antara lain mengenai investigasi terhadap tim kampanye Trump dan kemungkinan mereka bekerja sama dengan pihak Rusia yang diduga campur tangan dalam pilpres 2016 AS.

"Selama setahun terakhir kami mencoba memperbaiki hubungan antara warga AS dan pemerintah," kata Trump. "Warga AS patut mendapatkan akuntabilitas dan rasa hormat - dan itulah yang kami berikan."

Mengenai kebijakan luar negeri, Trump mendorong agar Kongres menyetujui proposal untuk memperbarui gudang senjata nuklir AS untuk mencegah serangan potensial terhadap negara mereka.

"Mungkin di masa depan akan ada momen magis dimana semua negara akan bersatu dan menghancurkan senjata-senjata nuklir mereka. Sayangnya, kita belum mencapai momen itu," kata Trump.

"Lihat saja kegilaan rezim Korea Utara untuk melihat ancaman yang dihadapi AS dan sekutu-sekutu kita."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Warga Palestina Usir Delegasi AS yang Kunjungi Betlehem

Warga Palestina Usir Delegasi AS yang Kunjungi Betlehem

News | Rabu, 31 Januari 2018 | 21:39 WIB

Gara-gara Trump, Jam Kiamat Bergeser Dekati Akhir Zaman

Gara-gara Trump, Jam Kiamat Bergeser Dekati Akhir Zaman

Tekno | Senin, 29 Januari 2018 | 21:56 WIB

Cristiano Ronaldo Lebarkan Sayap Bisnis Hotelnya ke Afrika

Cristiano Ronaldo Lebarkan Sayap Bisnis Hotelnya ke Afrika

Bola | Kamis, 25 Januari 2018 | 04:43 WIB

Ryamizard: Menhan AS Upayakan Cabut Sanksi Kopassus

Ryamizard: Menhan AS Upayakan Cabut Sanksi Kopassus

News | Rabu, 24 Januari 2018 | 05:36 WIB

Kedubes AS untuk Israel Dipindahkan ke Yerusalem Tahun Depan

Kedubes AS untuk Israel Dipindahkan ke Yerusalem Tahun Depan

News | Senin, 22 Januari 2018 | 21:51 WIB

Terkini

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Bayi di Sleman Naik Sidik, Polisi Periksa 3 Saksi

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Bayi di Sleman Naik Sidik, Polisi Periksa 3 Saksi

Jogja | Sabtu, 19 September 2026 | 08:13 WIB

Donald Trump Tutup Akses Media Berseberangan: CNN Dilarang Liputan di Gedung Putih

Donald Trump Tutup Akses Media Berseberangan: CNN Dilarang Liputan di Gedung Putih

News | Sabtu, 19 September 2026 | 08:08 WIB

Indosat Ungkap Ancaman Scam di Era AI, 754 Juta Komunikasi Terindikasi Spam

Indosat Ungkap Ancaman Scam di Era AI, 754 Juta Komunikasi Terindikasi Spam

Bali | Sabtu, 19 September 2026 | 08:05 WIB

Islam dan Lingkungan Hidup: Bumi Bukan Sekadar Tempat Tinggal

Islam dan Lingkungan Hidup: Bumi Bukan Sekadar Tempat Tinggal

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 08:00 WIB

Bidik Hattrick, Persija Dapat Peringatan Keras Shin Tae-yong Jelang Hadapi Java United

Bidik Hattrick, Persija Dapat Peringatan Keras Shin Tae-yong Jelang Hadapi Java United

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 07:58 WIB

Prabowo ke Pakar: Saking Pintarnya Bisa Jadi Goblok!

Prabowo ke Pakar: Saking Pintarnya Bisa Jadi Goblok!

News | Sabtu, 19 September 2026 | 07:52 WIB

Daftar Lengkap Sanksi Komdis PSSI: Persija Ditagih Rp180 Juta Usai Hajar Persib

Daftar Lengkap Sanksi Komdis PSSI: Persija Ditagih Rp180 Juta Usai Hajar Persib

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 07:51 WIB

Gerebek Kamar Hotel di Pringsewu: Pria Asyik Main Judol Saat Kekasih Nyabu

Gerebek Kamar Hotel di Pringsewu: Pria Asyik Main Judol Saat Kekasih Nyabu

Lampung | Sabtu, 19 September 2026 | 07:50 WIB

Kantor Digembok dan Rp120 Miliar Terancam Menguap: Menhaj Sidak Travel Umrah Bermasalah di Jombang

Kantor Digembok dan Rp120 Miliar Terancam Menguap: Menhaj Sidak Travel Umrah Bermasalah di Jombang

Jatim | Sabtu, 19 September 2026 | 07:40 WIB

PAN Terbelah Soal Parliamentary Threshold 5 Persen, Zulhas: Kalau Sepakat Kami Ikut

PAN Terbelah Soal Parliamentary Threshold 5 Persen, Zulhas: Kalau Sepakat Kami Ikut

News | Sabtu, 19 September 2026 | 07:40 WIB

×