Ada Warga Tewas, Uskup Timika Minta Polisi Stop Pakai Kekerasan

Adhitya Himawan Suara.Com
Senin, 05 Februari 2018 | 10:11 WIB
Ada Warga Tewas, Uskup Timika Minta Polisi Stop Pakai Kekerasan
Warga Timika di Lapangan Indah, Timika, Papua. [Antara/Spedy Paereng]

Suara.com - Uskup Keuskupan Timika Mgr John Philip Saklil Pr mengingatkan aparat keamanan yang bertugas di Papua agar menghentikan pola pendekatan kekerasan dalam menyelesaikan setiap persoalan yang berhubungan dengan masyarakat.

Ditemui di Timika, Senin (5/2/2018), Uskup Saklil mengatakan pola pendekatan yang mengedepankan tindakan represif atau kekerasan hanya menimbulkan perasaan antipati dari masyarakat Papua.

"Hal-hal sepele jangan diselesaikan dengan pendekatan kekerasan, apalagi menggunakan senjata api. Kasus seperti ini sudah terjadi berulang-ulang, tapi masih saja terus terjadi sampai sekarang. Ini tentu melukai hati masyarakat Papua," kata Uskup Saklil.

Pemimpin umat Katolik Keuskupan Timika itu menyesalkan terjadinya insiden penembakan yang menewaskan Mama Emakeparo, ibu rumah tangga yang bermukim di Pulau Karaka, Distrik Mimika Timur jauh pada Sabtu (3/2/2018) malam.

"Saya menyesal dengan cara kerja seperti ini. Walaupun kasus ini bisa diselesaikan, tetapi fenomena seperti ini tidak akan bisa disembuhkan," ujar Uskup Saklil.

Keuskupan Timika akan mengawal proses hukum para pelaku penembakan yang menewaskan Mama Emakeparo.

Uskup Saklil mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) serta lembaga-lembaga kemanusiaan lainnya untuk bersama-sama melakukan investigasi guna menemukan fakta-fakta di lapangan.

Uskup mendukung gagasan untuk mengotopsi jenazah Mama Emakeparo agar kematiannya bisa terungkap secara terang-benderang.

"Kami akan mendampingi proses ini. Hukum tetap harus ditegakkan," ujarnya.

Baca Juga: Warga yang Tewas di Timika Diduga Curi Tembaga Freeport

Mama Emakeparo diduga tewas tertembak saat terjadi keributan di sekitar Cargo Dock, Pelabuhan Portsite Amamapare milik PT Freeport Indonesia.

Peristiwa bermula saat sekitar tiga orang warga Pulau Karaka dilaporkan memasuki kawasan pabrik pengeringan konsentrat PT Freeport Indonesia.

Petugas pengamanan internal perusahaan kemudian melakukan pengejaran dan menangkap NR, pemuda berusia 18 tahun.

Saat hendak dibawa ke Polres Mimika menggunakan perahu motor, di tengah perjalanan NR yang tangannya diborgol nekat melompat dari perahu.

Tidak itu saja, NR seketika berteriak meminta pertolongan kepada warga di sekitar area penyeberangan Porsite-Cargo Dock.

Sejumlah warga kemudian berusaha melindungi NR dan menghalau aparat dengan lemparan batu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI