Komnas HAM Soroti Polisi Terlalu Cepat Masuk ke Sengketa Tanah: Rawan Kriminalisasi Warga

Bella, Lilis Varwati

Senin, 09 Maret 2026 | 14:34 WIB
Komnas HAM Soroti Polisi Terlalu Cepat Masuk ke Sengketa Tanah: Rawan Kriminalisasi Warga
Komisioner Pengkajian dan Penelitian Komnas HAM Uli Parulian Sihombing. (Antara)
baca 10 detik
  • Komnas HAM menyoroti pola penanganan konflik agraria sering menyeret sengketa tanah ke ranah pidana, berisiko kriminalisasi warga.
  • Konflik agraria bersumber dari masalah struktural kepemilikan, namun sering ditangani aparat sebelum uji ranah perdata atau administrasi.
  • Komnas HAM merekomendasikan Polri memperjelas batas ranah sengketa dan mengedepankan dialog serta mediasi sebagai solusi utama.

Suara.com - Komnas HAM menyoroti pola penanganan konflik agraria di Indonesia yang dinilai kerap menyeret persoalan sengketa tanah ke ranah pidana. Kondisi ini dinilai berisiko memicu kriminalisasi terhadap masyarakat yang mempertahankan ruang hidupnya.

Komisioner Pengkajian dan Penelitian Komnas HAM, Uli Parulian Sihombing, mengatakan berdasarkan hasil kajian lembaganya, konflik agraria di Indonesia umumnya berakar pada persoalan struktural terkait kepemilikan, penguasaan, hingga pemanfaatan tanah.

Menurutnya, sengketa tersebut pada dasarnya lebih banyak berada dalam ranah keperdataan, administrasi pertanahan, atau kebijakan reforma agraria. Namun, dalam praktik di lapangan, konflik tersebut kerap bersinggungan dengan proses penegakan hukum pidana.

“Kondisi ini berpotensi menimbulkan kriminalisasi terhadap masyarakat yang sedang mempertahankan ruang hidupnya,” kata Uli dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (9/3/2026).

Dalam kajian tersebut, Komnas HAM juga menemukan bahwa keterlibatan aparat keamanan, termasuk dari Kepolisian Negara Republik Indonesia, kerap terjadi bahkan sebelum sengketa tanah diuji melalui mekanisme perdata atau administrasi pertanahan.

Padahal, menurut Uli, penyelesaian konflik agraria seharusnya terlebih dahulu ditempuh melalui mekanisme yang berada di ranah tersebut, termasuk melalui kebijakan reforma agraria yang menjadi kewenangan pemerintah.

Ia mencontohkan, dalam banyak kasus konflik agraria terdapat penguasaan tanah secara turun-temurun oleh masyarakat lokal, termasuk keberadaan masyarakat adat yang memiliki hubungan historis dengan wilayah tersebut.

“Pendekatan keamanan yang dominan berpotensi mengabaikan dimensi sosial, historis, dan kultural dari konflik agraria,” ujarnya.

Berdasarkan temuan tersebut, Komnas HAM merekomendasikan agar Polri memperkuat kebijakan serta praktik penanganan konflik agraria dengan memperjelas batas antara sengketa perdata, administrasi pertanahan, dan perkara pidana.

baca juga

Komnas HAM juga mendorong agar penyelesaian konflik agraria lebih mengedepankan pendekatan dialog dan mediasi antara pihak-pihak yang bersengketa.

Selain itu, aparat kepolisian juga diminta menjadikan penggunaan kekuatan sebagai langkah terakhir dalam penanganan konflik di lapangan.

“Penggunaan kekuatan harus dilakukan secara bertahap, proporsional, dan sebagai upaya terakhir sesuai dengan prinsip-prinsip penggunaan kekuatan dalam tindakan kepolisian,” kata Uli.

Ia menegaskan, sebagai aparat penegak hukum, kepolisian memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus melindungi hak warga negara. Oleh karena itu, dalam konflik agraria, polisi seharusnya tetap menjaga sikap netral dan tidak berpihak pada kepentingan pihak tertentu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Analis Boni Hargens: Sinergi Polri dan Lembaga Negara Sukses Jaga Kondusivitas Ramadan

Analis Boni Hargens: Sinergi Polri dan Lembaga Negara Sukses Jaga Kondusivitas Ramadan

News | Sabtu, 07 Maret 2026 | 11:05 WIB

Doktif Puas dr Richard Lee Ditahan: Akhirnya Kebenaran Terungkap

Doktif Puas dr Richard Lee Ditahan: Akhirnya Kebenaran Terungkap

Entertainment | Sabtu, 07 Maret 2026 | 12:47 WIB

Vonis Bebas Delpedro Cs, Amnesty International Desak Negara Hentikan Kriminalisasi Terhadap Aktivis

Vonis Bebas Delpedro Cs, Amnesty International Desak Negara Hentikan Kriminalisasi Terhadap Aktivis

News | Jum'at, 06 Maret 2026 | 18:37 WIB

Tragedi Perang Jeli Remaja Makassar: Saat Senjata Mainan Dibalas Timah Panas

Tragedi Perang Jeli Remaja Makassar: Saat Senjata Mainan Dibalas Timah Panas

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 12:15 WIB

Gerakan Muda Lawan Kriminalisasi Ungkap Rantai Kekerasan Jerat 709 Tahanan Politik Muda Indonesia

Gerakan Muda Lawan Kriminalisasi Ungkap Rantai Kekerasan Jerat 709 Tahanan Politik Muda Indonesia

News | Rabu, 04 Maret 2026 | 17:53 WIB

Remaja Makassar Tewas Tertembak Polisi, Anggota DPR Ini Desak Polri Usut Tuntas

Remaja Makassar Tewas Tertembak Polisi, Anggota DPR Ini Desak Polri Usut Tuntas

News | Rabu, 04 Maret 2026 | 13:37 WIB

Terekam CCTV Polisi Tembak Remaja di Makassar, Korban Meninggal Dunia

Terekam CCTV Polisi Tembak Remaja di Makassar, Korban Meninggal Dunia

Video | Rabu, 04 Maret 2026 | 11:55 WIB

Riwayatnya Lenyap Dalam Dekapan Rajah, dan dalam Hunusan Peluru

Riwayatnya Lenyap Dalam Dekapan Rajah, dan dalam Hunusan Peluru

Your Say | Rabu, 04 Maret 2026 | 11:11 WIB

Betrand Tewas Ditembak, Polisi Klaim Tidak Sengaja

Betrand Tewas Ditembak, Polisi Klaim Tidak Sengaja

Entertainment | Rabu, 04 Maret 2026 | 07:48 WIB

LBH Makassar: Dugaan Penembakan Polisi yang Tewaskan Remaja di Makassar Bukan Insiden Biasa

LBH Makassar: Dugaan Penembakan Polisi yang Tewaskan Remaja di Makassar Bukan Insiden Biasa

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 20:16 WIB

Terkini

Kunci Sukses Indonesia di Mata Presiden Prabowo: Pendidikan dan Pemimpin Berhati Bersih

Kunci Sukses Indonesia di Mata Presiden Prabowo: Pendidikan dan Pemimpin Berhati Bersih

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Kronologi WNI Eks Sopir Taksi Jadi Tentara Bayaran Rusia, Baru 10 Hari Latihan Tewas di Ukraina

Kronologi WNI Eks Sopir Taksi Jadi Tentara Bayaran Rusia, Baru 10 Hari Latihan Tewas di Ukraina

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:00 WIB

DPW PPP Sebut Pemberhentian Agus-Yasin Tak Sah: Bakal Ditolak Menkum

DPW PPP Sebut Pemberhentian Agus-Yasin Tak Sah: Bakal Ditolak Menkum

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:58 WIB

3 Shio Ini Diramal Paling Beruntung di Bulan November 2026

3 Shio Ini Diramal Paling Beruntung di Bulan November 2026

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:55 WIB

Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP

Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:54 WIB

Langit Tangerang Semarak, Puluhan Layang-layang Hiasi Akhir Pekan Keluarga

Langit Tangerang Semarak, Puluhan Layang-layang Hiasi Akhir Pekan Keluarga

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:51 WIB

Madura United Curi Tiga Poin di Parepare, Penalti PSM Makassar Digagalkan Angga Saputro

Madura United Curi Tiga Poin di Parepare, Penalti PSM Makassar Digagalkan Angga Saputro

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:48 WIB

Bali United Bungkam Arema FC 3-1 di Kanjuruhan, Singo Edan Akhiri Laga dengan 9 Pemain

Bali United Bungkam Arema FC 3-1 di Kanjuruhan, Singo Edan Akhiri Laga dengan 9 Pemain

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:45 WIB

Nice to Eat You: Belajar Bahasa Lewat Kisah yang Unik

Nice to Eat You: Belajar Bahasa Lewat Kisah yang Unik

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:40 WIB

Nasib Tragis WNI Muhammad Taufiq Eks Sopir Taksi yang Jadi Tentara Bayaran Rusia

Nasib Tragis WNI Muhammad Taufiq Eks Sopir Taksi yang Jadi Tentara Bayaran Rusia

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:30 WIB

×