Israel Panik: Rumah Benjamin Netanyahu Dijaga Ketat, Pejabat Kabur dan Berebut Rantis

Arief Apriadi | Suara.com

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:21 WIB
Israel Panik: Rumah Benjamin Netanyahu Dijaga Ketat, Pejabat Kabur dan Berebut Rantis
Ilustrasi perang Iran Israel. (Foto: Reuters)
  • Badan intelijen Shin Bet memperketat keamanan rumah PM Benjamin Netanyahu di Yerusalem dengan patroli udara drone demi mengantisipasi potensi serangan balasan dari Iran.
  • Sejumlah menteri senior Israel dievakuasi ke apartemen berbenteng, diwajibkan menggunakan kendaraan taktis (rantis), dan dilarang bebas memakai ponsel pintar.
  • Kepanikan keamanan ini terjadi di tengah operasi militer gabungan AS-Israel ke Iran sejak 28 Februari yang telah memicu jatuhnya ribuan korban jiwa di Timur Tengah.

Suara.com - Ancaman balasan dari Militer Iran yang semakin nyata membuat otoritas keamanan di Tel Aviv kini berada dalam status siaga tinggi.

Mengantisipasi serangan mematikan tersebut, badan Intelijen Shin Bet mulai memperketat penjagaan di sekitar kediaman resmi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang terletak di wilayah pendudukan Yerusalem.

Langkah perlindungan ekstra ini juga memaksa sejumlah Pejabat Israel dari kabinet keamanan untuk mengubah prosedur operasional standar mereka dengan menggunakan Kendaraan Taktis atau rantis saat bepergian.

Menyitat New Arab, media lokal Israel pada Minggu (8/3/2026), melaporkan bahwa pengerahan armada pesawat tak berawak atau drone kini dilakukan secara non-stop untuk mengawasi rumah sang perdana menteri dari udara.

Penilaian tingkat ancaman yang sangat tinggi ini membuat keluarga dari beberapa menteri senior terpaksa dievakuasi secara diam-diam dari rumah mereka.

Para anggota keluarga pejabat tersebut kini dipindahkan ke sejumlah apartemen yang dibentengi secara khusus, sementara sebagian lainnya untuk sementara waktu diungsikan ke hotel-hotel tersembunyi.

Menurut laporan dari I24 Channel, kebijakan pengamanan berlapis ini ternyata memicu gelombang kritik di belakang layar dari menteri-menteri lain yang merasa tidak mendapat fasilitas perlindungan serupa akibat perbedaan status ancaman.

Selain ancaman serangan fisik, pihak keamanan internal juga baru-baru ini memperketat instruksi bagi para menteri terkait pembatasan ketat dalam penggunaan telepon seluler pribadi.

Langkah siber preventif ini diambil berdasarkan penilaian intelijen bahwa peretas yang didukung pemerintah Teheran berpotensi besar melancarkan serangan siber atau upaya phishing ke perangkat para petinggi negara.

Kepanikan yang melanda para elite pemerintahan ini tidak lepas dari trauma serangan pesawat tak berawak kelompok militan Hizbullah Lebanon yang pernah menargetkan kediaman pribadi sang pemimpin pada Oktober 2024 silam.

Pada insiden mengerikan di wilayah Kaisarea tersebut, dua dari tiga drone yang diluncurkan berhasil dicegat, sementara satu drone lainnya sukses menghantam rumah sang perdana menteri meski ia sedang tidak berada di tempat.

Baik media lokal maupun perdana menteri sendiri saat itu secara terbuka menyebut insiden penerobosan wilayah udara tersebut sebagai "assassination attempt".

Eskalasi perlindungan ini terjadi di tengah operasi militer mematikan yang dilancarkan secara gabungan oleh pasukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak tanggal 28 Februari lalu.

Kampanye militer berskala besar yang menjadi puncak ketegangan terkait program nuklir Teheran dan perang proksi puluhan tahun tersebut dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 1.255 warga Iran.

Secara bersamaan, militer Tel Aviv juga terus menggempur wilayah Lebanon yang mengakibatkan hampir 400 orang tewas dalam sepuluh hari terakhir dan memaksa lebih dari setengah juta penduduk kehilangan tempat tinggal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diancam Kehancuran Total oleh AS, Teheran Peringatkan Donald Trump: Anda yang Bakal Binasa!

Diancam Kehancuran Total oleh AS, Teheran Peringatkan Donald Trump: Anda yang Bakal Binasa!

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 10:55 WIB

Perang Iran Bakal Pecah Lagi! Sekutu Zionis Kirim Kapal Perang, Netanyahu Makin Nafsu

Perang Iran Bakal Pecah Lagi! Sekutu Zionis Kirim Kapal Perang, Netanyahu Makin Nafsu

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 10:42 WIB

Hilang dari Publik, Media Iran Rilis 5 Indikator Benjamin Netanyahu Tewas

Hilang dari Publik, Media Iran Rilis 5 Indikator Benjamin Netanyahu Tewas

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 10:41 WIB

Konflik Kian Panas, Iran Tutup Pintu Gencatan Senjata Lawan Rezim Zionis

Konflik Kian Panas, Iran Tutup Pintu Gencatan Senjata Lawan Rezim Zionis

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 10:28 WIB

Benjamin Netanyahu Menghilang saat Israel Jadi 'Neraka Dunia', Isu Meninggal Dunia Makin Kuat

Benjamin Netanyahu Menghilang saat Israel Jadi 'Neraka Dunia', Isu Meninggal Dunia Makin Kuat

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 06:09 WIB

Terkini

Donald Trump Batalkan Keberangkatan Utusan ke Pakistan, Negosiasi Iran AS Kembali Buntu

Donald Trump Batalkan Keberangkatan Utusan ke Pakistan, Negosiasi Iran AS Kembali Buntu

News | Minggu, 26 April 2026 | 09:27 WIB

Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!

Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:57 WIB

WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun

WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:53 WIB

Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat

Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:29 WIB

Bidik Top 50 Kota Global, Jakarta Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel

Bidik Top 50 Kota Global, Jakarta Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:18 WIB

SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!

SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:09 WIB

Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran

Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran

News | Minggu, 26 April 2026 | 07:24 WIB

Setelah 21 Tahun, Akankah Transjakarta Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?

Setelah 21 Tahun, Akankah Transjakarta Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?

News | Minggu, 26 April 2026 | 06:00 WIB

Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia

Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia

News | Minggu, 26 April 2026 | 00:01 WIB

Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia

Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia

News | Sabtu, 25 April 2026 | 22:05 WIB