Perempuan tersebut kelelahan dan melemah. Akhirnya, tim dokter merujuknya untuk mendapatkan perawatan di RS Mayapada Hospital Tangerang. Ia baru sampai di RS tersebut pukul 06.00 WIB.
Namun, Dianti hanya bertahan selama setengah jam sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 06.43 WIB.
”Dia tiba di RS pukul 6 lebih sedikit, dan meninggal dunia pukul 06.43 WIB,” kata Chief Executive Officer RS Mayapada Hospital Tangerang dr Markus Waseso.
Bengkak dan Memar
Berdasarkan pemeriksaan, terdapat pembengkakan di daerah leher perempuan tersebut. Pada lehernya, terpasang fiksasi.
Selain itu, ditemukan memar di daerah perut, tungkai kiri, serta lengan kiri yang sudah terpasang gips. Pembengkakan juga terdapat di bagian paha kanan.
”Itu hasil pemeriksaan tim kami yang datang ke RSUD Tangerang. Setelah berembuk, akhirnya kami bersepakat membawa pasien ke RS kami, RS Mayapada Hospital Tangerang. Sebab, tekanan darahnya saat itu 90/60 dan denyut nadinya lemah meski masih teraba,” jelasnya.
Dalam perjalanan menuju RS Mayapada, kondisi Putri terpantau terus melemah. Namun, ia tetap bertahan hidup.
”Sekitar jam 6 lewat sedikit, ambulans tiba di RS Mayapada. Tapi, ketika Putri akan dipindahkan dari tandu ambulans, tiba-tiba dia berhenti bernafas dan nadinya teraba melambat,” ungkapnya.
Karena kondisinya kritis, tim dokter langsung melakukan tindakan bantuan hidup dasar, yakni memberi tekanan di pernafasan dan jantung.
“Bantuan hidup dasar dilakukan kurang lebih 30 menit dan Dianti sudah bisa dievakuasi ke dalam IGD RS Mayapada dengan disaksikan oleh pihak keluarga. Kami memberinya obat-obatan untuk memperkuat kerja jantung. Namun, pukul 06.43 WIB, Putri wafat,” terangnya.
Baru 8 Bulan Kerja
Selasa siang, jenazah Putri kekinian sudah berada di rumah duka Blok R No 7 di Perumahan Kota Serang Baru RT 01 RW 08 Kelurahan Banjar Agung Kecamatan Cipocok Jaya Kota Serang. Rencananya, ia akan langsung dimakamkan setelah disalatkan.
Jenazah tiba sekitar pukul 09.54 WIB disambut isak tangis kerabat, tetangganya dan juga teman seprofesinya di Perusahaan GMF Aero Asia.
"Almarhumah anak yang solehah dan dedikasinya sangat bagus di perusahaan. Makanya pada 1 Februari 2018 kemarin, Almarhumah ini baru diangkat menjadi karyawan tetap, setelah enam bulan masa percobaan," kata Direktur Keuangan PT GMF Aero Asia Insan Nurcahyo yang ikut mengantar ke rumah almarhumah Putri.
Ia mengatakan, Putri yang merupakan lulusan Universitas Suryadharma Jurusan Akuntansi ini mengalami retak pada bagian leher dan sempat berhasil dilarikan ke rumah sakit sebelum akhirnya meninggal dunia.
Insan menuturkan, Putri bekerja sebagai finansial analisis sudah sekitar tujuh bulan menginjak ke delapan bulan di anak perusahaan PT Garuda Indonesia tersebut.
"Dia anak yang baik, solehah. Setiap Senin Kamis selalu puasa," katanya.