Setnov Bantah Ditekan KPK untuk Cabut Kuasa Fredrich

Pebriansyah Ariefana, Nikolaus Tolen

Kamis, 08 Februari 2018 | 18:43 WIB
Setnov Bantah Ditekan KPK untuk Cabut Kuasa Fredrich
Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) menggelar sidang perdana terdakwa Fredrich Yunadi, mantan kuasa hukum Setya Novanto, pada Kamis (8/2/2018) di Jakarta. [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Terdakwa kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP Setya Novanto membantah pernyataan bekas pengacaranya Fredrich Yunadi. Fredrich mengatakan penyidik KPK menekan Novanto agar mencabut surat kuasa Fredrich sebagai pengacaranya.

"Nggak (ditekan), saya sendiri yang cabut," kata Novanto di Gedung Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (8/2/2018).

Fredrich didakwa oleh jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi menghalangi proses penyidikan terkait kasus e-KTP. Fredrich merekayasa hasil pemeriksaan medis Novanto usai kecelakaan mobil yang menabrak tiang listrik.

Tujuannya agar Novanto menjalani rawat inap sehingga tidak bisa diperiksa penyidik KPK.

"Tadi saya sudah mendengarkan dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum. Saya sudah menjelaskan apa yang di dakwaan, itu palsu dan direkayasa dan terang-terangan memalsukan," katanya.

Dia pun akan mengajukan nota keberatan atau eksepsi pada sidang selanjutnya. Dia pun menjelaskan kronologi surat kuasanya dicabut oleh Novanto.

"Yang perlu harus tahu di sini. Bapak Setya Novanto dipaksa oleh penyidik mencabut 12 surat kuasa saya yang beliau pernah berikan ke saya. Meskipun dalam hal ini surat laporan polisi yang di mana Agus Raharjo dan Saut Situmorang yang diduga melakukan tindak pidana itu semuanya sedang berjalan. Tapi mereka dengan berbagai upaya memaksa Pak Setya Novanto mencabut kuasa saya. Saya bilang itu hak dari Pak Setya Novanto mau mencabut atau tidak," kata Fredrich.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tak Punya Aset, Perusahaan Setnov Ngotot Ikut Proyek e-KTP

Tak Punya Aset, Perusahaan Setnov Ngotot Ikut Proyek e-KTP

News | Kamis, 08 Februari 2018 | 18:16 WIB

Fredrich Yunadi Akhirnya Setop Upaya Praperadilan Melawan KPK

Fredrich Yunadi Akhirnya Setop Upaya Praperadilan Melawan KPK

News | Kamis, 08 Februari 2018 | 17:22 WIB

Ganjar Bantah Dapat Uang e-KTP, Setnov: Saya Dapat Laporannya

Ganjar Bantah Dapat Uang e-KTP, Setnov: Saya Dapat Laporannya

News | Kamis, 08 Februari 2018 | 16:41 WIB

KPK: Omongan Fredrich Yunadi Tak Usah Ditanggapi Serius

KPK: Omongan Fredrich Yunadi Tak Usah Ditanggapi Serius

News | Kamis, 08 Februari 2018 | 16:23 WIB

Sidang Setnov, Ganjar Akui Laporkan Proyek e-KTP ke Puan Maharani

Sidang Setnov, Ganjar Akui Laporkan Proyek e-KTP ke Puan Maharani

News | Kamis, 08 Februari 2018 | 15:03 WIB

Terkini

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:02 WIB

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:55 WIB

Teriak Pajak Untuk Tukang Cukur dan Pijat, Hashim Ternyata Pernah Nunggak Pajak Rp2,4 T

Teriak Pajak Untuk Tukang Cukur dan Pijat, Hashim Ternyata Pernah Nunggak Pajak Rp2,4 T

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 21:52 WIB

Timnas Indonesia Batal Lawan Yordania, Erick Thohir Singgung Faktor Keselamatan Kevin Diks Cs

Timnas Indonesia Batal Lawan Yordania, Erick Thohir Singgung Faktor Keselamatan Kevin Diks Cs

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 21:45 WIB

Prabowo Perintahkan Revitalisasi Stasiun Gambir, Monas dan Pengembangan Kereta Api di Bali

Prabowo Perintahkan Revitalisasi Stasiun Gambir, Monas dan Pengembangan Kereta Api di Bali

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:45 WIB

Banjir Rendam Sawah, Petani Bawang Merah Tulungagung Rugi Belasan Juta

Banjir Rendam Sawah, Petani Bawang Merah Tulungagung Rugi Belasan Juta

Jatim | Kamis, 05 November 2026 | 21:43 WIB

Enam Laga Tanpa Menit Bermain, Nasib Elkan Baggott di Millwall Jadi Sorotan

Enam Laga Tanpa Menit Bermain, Nasib Elkan Baggott di Millwall Jadi Sorotan

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 21:35 WIB

Kasus Penyadapan Ilegal Jadi Alarm, DPR Bakal Perketat Kewenangan Penyadapan

Kasus Penyadapan Ilegal Jadi Alarm, DPR Bakal Perketat Kewenangan Penyadapan

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:22 WIB

Bidpropam Polda Jabar Turun Tangan Usut Dugaan Pelanggaran di Polres Sukabumi

Bidpropam Polda Jabar Turun Tangan Usut Dugaan Pelanggaran di Polres Sukabumi

Jabar | Kamis, 05 November 2026 | 21:17 WIB

Presiden Kena Sadap, Pemerintah Didesak Perketat Regulasi Hingga Pengawasan Penyadapan

Presiden Kena Sadap, Pemerintah Didesak Perketat Regulasi Hingga Pengawasan Penyadapan

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:15 WIB

×