Majelis Dzikir Gusdurian Doa Bersama di Gereja Santa Lidwina

Reza Gunadha Suara.Com
Kamis, 15 Februari 2018 | 09:37 WIB
Majelis Dzikir Gusdurian Doa Bersama di Gereja Santa Lidwina
Warga Majelis Dzikir Gus Durian (MDG's) DIY membentangkan poster ajaran Gus Dur seusai menggelar doa bersama di Gereja st Lidwina Stasi Bedog, Gamping, Sleman, Rabu (14/02/2018).[Desi Suryanto/JIBI/Harian Jogja]

Suara.com - Puluhan jemaah Majelis Dzikir Gusdurian (MDGs) menyambangi Gereja Santa Lidwina, Bedog, Trihanggo, Gamping, Sleman, Rabu (14/2/2018) siang.

Kedatangan mereka, seperti diberitakan Harian Jogja—jaringan Suara.com, ebagai wujud simpati atas penyerangan di gereja tersebut pada Minggu (11/2) pagi. Mereka juga menggelar doa bersama di gereja.

Dewan Pembina Majelis Dzikir Gusdurian DIY Kyai Umar Masdar mengatakan, sebagai pecinta Gus Dur dan kaum muda NU, Majelis Dzikir Gusdurian merasa terluka seperti apa yang dirasakan umat Gereja St Lidwina.

“Siapa pun yang melukai fisik mereka [jemaat gereja] sama saja melukai fisik kami, melukai hati mereka berarti juga melukai hati kami, melukai iman mereka sama saja meluakai iman kami,” kata dia, Rabu (14/2/2018).

Dalam pertemuan dengan pengurus gereja tampak tak ada sekat. Baik umat gereja maupun jemaah MDGs, duduk bersama dan saling berdoa berdasarkan kepercayaan masing-masing, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama.

”Kita adalah saudara sebangsa dan saudara sesama manusia,” katanya.

Lanjutnya lagi, tindakan penganiayaan dan penyerangan yang tejadi pada Minggu (11/2) itu tidak mewakili ajaran mana pun. Terlebih dalam Islam, tidak dibenarkan segala bentuk kekerasan apalagi sampai mengancam jiwa

Sementara Pastor Romo Yohanes Dwi Harsanto PR, Romo Kepala Paroki Kemetiran yang menaungi Gereja Santa Lidwina, menyambut baik silaturahmi yang dilakukan MDGs.

Ia merasa kunjungan ini bisa mempercepat penyembuhan akibat kejadian penganoayaan beberapa waktu lalu.

“Seperti ini [silaturahmi] sudah seharusnya menjadi kebiasaan kita sebaiknya dilanjutkan dan menjadi pola berbangsa dan bermasyarakat kita sehari-hari. Ada atau tidak teroris kita harus tetap bersatu sebagai satu bangsa, satu hati,” tuturnya.

Ia mengatakan, ingin sungguh-sungguh membuat Indonesia bangkit daan saling menguatkan satu sama lain.

Sementara itu, pihak gereja juga tengah mengupayakan trauma healing kepada anak-anak yang tampak syok atas kejadian pada Minggu (11/2/2018) lalu tersebut. “Pasti syok itu yang mau kita dampingi,” ungkapnya.

Berita ini kali pertama diterbikan Harian Jogja dengan judul "Majelis Dzikir Gusdurian Berdoa Bersama di Gereja St Lidwina"

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI