Ini Dia Rahasia di Balik Nomor Cantik Parpol Peserta Pemilu 2019

Adhitya Himawan

Senin, 19 Februari 2018 | 08:16 WIB
Ini Dia Rahasia di Balik Nomor Cantik Parpol Peserta Pemilu 2019
Komisi Pemilihan Umum menetapkan 14 partai politik yang akan menjadi peserta pemilihan umum tahun 2019 mendatang. (suara.com/Priscilla Trisna)

Suara.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengundi dan menetapkan nomor urut kepada masing-masing partai politik peserta Pemilu 2019.

Acara yang berlangsung di kantor KPU di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Minggu malam (18/2/2018) itu, berlangsung ramai dengan kehadiran para pengurus partai politik dan pendukung serta simpatisan partai yang meluber hingga ke jalan raya.

Terdapat 14 partai politik dengan masing-masing mendapatkan nomor urut yakni PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) nomor urut 1, Partai Gerindra (Gerakan Indonesia Raya) nomor urut 2, PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) nomor urut 3.

Partai Golkar (Golongan Karya) mendapat nomor urut 4, Partai Nasdem (Nasional Demokrat) nomor 5, Partai Garuda (Gerakan Perubahan Indonesia) nomor 6, Partai Berkarya nomor 7, PKS (Partai Keadilan Sejahtera) nomor 8.

Partai Perindo (Persatuan Indonesia) mendapat nomor urut 9, PPP (Partai Persatuan Pembangunan) nomor 10, PSI (Partai Solidaritas Indonesia) nomor 11, PAN (Partai Amanat Nasional) 12, Partai Hanura (Hati Nurani Rakyat) nomor 13, dan Partai Demokrat nomor 14.

Selain partai politik nasional itu, terdapat empat partai politik lokal untuk Provinsi Aceh yakni Partai Aceh mendapat nomor urut 15, Partai SIRA (Suara Independen Rakyat Aceh) nomor 16, PDA (Partai Daerah Aceh) nomor 17, dan PNA (Partai Nanggroe Aceh) nomor 18.

Pimpinan partai politik yang masing-masing mengambil undian dan membuka nomor urut untuk partainya berkomentar atas nomor yang mereka dapat.

Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar, misalnya, tampak senang memperoleh nomor urut 1. Angka 1 berarti juara dan dia berharap partainya memenangkan Pemilu 2019.

Pada Pemilu 2009, PKB mendapat nomor urut 13 sedangkan pada Pemilu 2014 mendapat nomor urut 2 dengan menempati peringkat 5 dari 16 partai politik nasional dalam perolehan suara.

Sementara itu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyebut nomor urut 3 adalah nomor yang biasa atau melekat di partainya.

Ketika masih bernama PDI, selama rezim Orde Baru, partai berlambang kepala banteng itu selalu mendapat nomor urut tetap 3. Hasil dalam perolehan suara juga selalu berada pada peringkat ketiga dari tiga partai peserta Pemilu 1977 hingga Pemilu 1997.

Sejak Pemilu 1977 hingga Pemilu 1997, tiga partai peserta pemilu yakni PPP (hasil fusi dari Partai NU, Masyumi, Perti, dan Sarikat Islam pada 5 Januari 1973) dengan nomor urut 1 sebagai peserta pemilu, Golkar nomor urut 2, PDI (hasil fusi PNI, Partai Katolik, Partai Murba, Parkindo, dan IPKI pada 10 Januari 1973) nomor 3. Pemenangnya selalu Golkar yang didukung penuh pemerintah.

Pada era Reformasi dengan berakhirnya Orde Baru yang ditandai dengan keberadaan multipartai dan pemilu langsung, PDIP yang awalnya merupakan sempalan dari PDI, meroket dengan memenangkan Pemilu 1999 dari 48 partai peserta pemilu saat itu, dan menjuarai Pemilu 2014.

Ketua Umum PPP Romahurmuziy menyatakan nomor urut 10 yang diperoleh PPP adalah nomor yang sempurna.

Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang tampak berekspresi kaget namun tertawa ketika melihat nomor urut 13. yang diperolehnya. Angka 13 bagi sebagian orang perlu dihindari karena bermakna kesialan.

Pada Pemilu 2014, Hanura mendapat nomor urut 10 dan menempati peringkat ke-10 juga dalam hasil perolehan suara dengan mengantongi 6.579.498 (5,26 persen) suara rakyat pemilih.

Menjelang Pemilu 2009, Hanura mendapat nomor urut 1 sebagai partai peserta pemilu.

Banyak persepsi Nomor urut partai peserta pemilu ini sebenarnya hanya merupakan identitas dan penandaan untuk mempermudah rakyat mengenali partai.

Meskipun demikian banyak persepsi atas nomor urut partai ini bahkan mengaitkan dengan keyakinan tertentu.

Dalam fengshui, misalnya, angka 3 merupakan kehidupan, angka 6 pertanda keberuntungan, angka 8 kejayaan, dan angka 9 merupakan kemasyhuran.

Angka 9 diincar oleh Partai Demokrat sebagaimana diinginkan oleh Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan.

Pada Pemilu 2004, Partai Demokrat memang mendapat nomor urut 9 dan berhasil memenangkan pemilu legislatif saat itu sehingga mengantarkan pendirinya, Susilo Bambang Yudhoyono, terpilih sebagai presiden pertama kali dalam pilpres secara langsung dipilih rakyat pada tahun itu.

Apalagi Partai Demokrat didirikan pada 9 September 2001 dan baru pertama kali mengikuti pemilu pada 2004 langsung menang.

Pendirian partai ini juga memiliki kesamaan tanggal dan bulan kelahiran Susilo Bambang Yudhoyono pada 9 September 1949.

Maka tak heran partai ini memiliki "ikatan" dengan angka 9, namun untuk Pemilu 2019, angka 9 diraih oleh partai baru yakni Perindo. Apakah Perindo akan mengikuti jejak Partai Demokrat pada tahun 2004, pertama kali ikut pemilu, mendapat angka 9, dan langsung memenangkan pemilu? Angka memang multitafsir dan bisa mengundang banyak persepsi. Yang jelas dan pasti bahwa angka atau nomor hanya merupakan identitas untuk memudahkan dalam mengenali.

Semua angka atau nomor sama cantik dan baiknya.

Untuk nomor urut partai, semua berpeluang untuk memenangkan pemilu asal mendapat kepercayaan dari rakyat dan memperoleh suara terbanyak dari rakyat pemilih. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sidang Ijazah Gibran di MK, Mantan Komisioner KPU: Verifikasi Dokumen Itu Harus Datang Langsung!

Sidang Ijazah Gibran di MK, Mantan Komisioner KPU: Verifikasi Dokumen Itu Harus Datang Langsung!

News | Rabu, 30 September 2026 | 21:28 WIB

Singgung Jabatan Komisaris, Denny Indrayana Sorot Peran Eks Ketua KPU Muluskan Pencalonan Gibran

Singgung Jabatan Komisaris, Denny Indrayana Sorot Peran Eks Ketua KPU Muluskan Pencalonan Gibran

News | Rabu, 30 September 2026 | 19:15 WIB

Survei Poltracking: Gerindra Teratas, PKS dan PSI Masih di Bawah 4 Persen

Survei Poltracking: Gerindra Teratas, PKS dan PSI Masih di Bawah 4 Persen

News | Kamis, 24 September 2026 | 15:13 WIB

KPU Bantah Syarat Pendidikan Gibran Cacat Hukum

KPU Bantah Syarat Pendidikan Gibran Cacat Hukum

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:09 WIB

Gugatan Soal Ijazah Gibran ke MK Disebut Masuk Kategori Permohonan Pemakzulan

Gugatan Soal Ijazah Gibran ke MK Disebut Masuk Kategori Permohonan Pemakzulan

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:01 WIB

KPU Sebut Permohonan Denny Indrayana Cs Soal Ijazah Gibran Tak Penuhi Syarat PHPU

KPU Sebut Permohonan Denny Indrayana Cs Soal Ijazah Gibran Tak Penuhi Syarat PHPU

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:09 WIB

Tangkis Gugatan Denny Indrayana Cs, KPU Sebut PHPU Syarat Pendidikan Gibran Kedaluwarsa 905 Hari

Tangkis Gugatan Denny Indrayana Cs, KPU Sebut PHPU Syarat Pendidikan Gibran Kedaluwarsa 905 Hari

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:04 WIB

Isu Ambang Batas 5 Persen Dinilai Cek Ombak Parpol di Parlemen

Isu Ambang Batas 5 Persen Dinilai Cek Ombak Parpol di Parlemen

News | Rabu, 23 September 2026 | 19:40 WIB

Gibran Digugat soal Keabsahan Cawapres, Apa yang Sebenarnya Dipersoalkan di MK?

Gibran Digugat soal Keabsahan Cawapres, Apa yang Sebenarnya Dipersoalkan di MK?

News | Selasa, 22 September 2026 | 13:56 WIB

Bukan Fraksi, PDIP Usul Syarat Capres Didukung Minimal 2 Parpol dan Maksimal 4 Partai

Bukan Fraksi, PDIP Usul Syarat Capres Didukung Minimal 2 Parpol dan Maksimal 4 Partai

News | Senin, 21 September 2026 | 16:18 WIB

Terkini

Bandar Lampung Tertinggi! Beras dan Cabai Jadi Biang Kerok Inflasi di Lampung

Bandar Lampung Tertinggi! Beras dan Cabai Jadi Biang Kerok Inflasi di Lampung

Lampung | Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19 WIB

Sikapi Laporan Akhir KNKT, KAI Rombak Prosedur dan Evaluasi Jam Kerja Masinis

Sikapi Laporan Akhir KNKT, KAI Rombak Prosedur dan Evaluasi Jam Kerja Masinis

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:16 WIB

Berapa Harga Parfum Mandalika Original? Ini 5 Produknya yang Terlaris di Shopee

Berapa Harga Parfum Mandalika Original? Ini 5 Produknya yang Terlaris di Shopee

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10 WIB

Pura-pura Jadi Petugas Provider, Pelaku Pencurian Tower BTS di Tangerang Diringkus Polisi

Pura-pura Jadi Petugas Provider, Pelaku Pencurian Tower BTS di Tangerang Diringkus Polisi

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08 WIB

Kapten Bangladesh Klaim Tahu Kelemahan Timnas Indonesia: Kami Punya Strategi Rahasia

Kapten Bangladesh Klaim Tahu Kelemahan Timnas Indonesia: Kami Punya Strategi Rahasia

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:06 WIB

Nomor KPJ BPJS Ketenagakerjaan yang Mana? Begini Cara Mengeceknya

Nomor KPJ BPJS Ketenagakerjaan yang Mana? Begini Cara Mengeceknya

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Tetap Polisi Aktif Usai Dilantik Jadi Kepala KSP, Listyo Sigit Tepis Isu Pensiun

Tetap Polisi Aktif Usai Dilantik Jadi Kepala KSP, Listyo Sigit Tepis Isu Pensiun

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:04 WIB

DPR Setujui Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri yang Baru

DPR Setujui Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri yang Baru

Foto | Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:04 WIB

Kemenimipas Robohkan Bangunan Swadaya di Lapas Cibinong, Status Lahan Milik Pemkab Bogor

Kemenimipas Robohkan Bangunan Swadaya di Lapas Cibinong, Status Lahan Milik Pemkab Bogor

Bogor | Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:03 WIB

Menakar 'Soft Landing' Jenderal Sigit dan Langkah Prabowo Lepas dari Bayang-Bayang Jokowi

Menakar 'Soft Landing' Jenderal Sigit dan Langkah Prabowo Lepas dari Bayang-Bayang Jokowi

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:02 WIB

×