Adu Gagasan Merakyat Khofifah dan Gus Ipul di Jawa Timur

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 01 Maret 2018 | 19:08 WIB
Adu Gagasan Merakyat Khofifah dan Gus Ipul di Jawa Timur
Khofifah Blusukan di Pasar Tradisional, Sidoarjo (suara.com/Achmad Ali)

Pertemuan bertajuk Silaturahmi dan Sosialisasi Gus Ipul Bersama Nelayan ini bertujuan untuk menyerap aspirasi warga nelayan sehingga kelak kebijakan Gus Ipul dan Puti Guntur Soekarno (Mbak Puti) bisa benar-benar sesuai keinginan masyarakat.

Gus Ipul sendiri tiba di kawasan Kenjeran sekitar pukul 11.00 dan langsung disambut para slankers untuk masuk ke gang-gang sempit perkampungan nelayan.

Bersalaman dan menyapa dilakukan Gus Ipul di sepanjang gang-gang sempit perkampungan padat penduduk itu. Ketika berpapasan dengan anak-anak nelayan, Gus Ipul juga menyalaminya dan mengecup kening mereka.

Di ujung gang tepatnya di pinggir laut, sebuah panggung didirikan para slanker ini. Gus Ipul lantas berdialog bersama para warga di lokasi ini.

Ketika bertemu Gus Ipul, Ketua Paguyuban Udang Renon Sukolilo, Abdul Rohim mengatakan di kampungnya saat ini terdapat 154 nelayan yang memiliki perahu sederhana untuk menangkap udang rebon.

Di Kenjeran, udang rebon adalah ikan andalan yang menjadi tulang punggun mereka. "Sayangnya kalau udang rebon melimpah kami ini tidak memiliki lokasi menjemur. Akhirnya udang banyak yang busuk dan kami buang lagi ke laut," kaya Rohim.

Selain minimnya lokasi jemur ikan, para nelayan di kawasan ini juga mengeluhkan kondisi perahu mereka yang sudah tua dan banyak yang bocor.

Keluhan yang sama juga diungkapkan Hanafi, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kecamatan Bulak. "Nelayan selama ini juga masih cenderung menjual ikan mentah yang murah sehingga belum menguntungkan," ujarnya.

Terkait keluhan ini, Gus Ipul menyebut satu di antara strategi yang akan ia gunakan dalam meningkatkan taraf hidup nelayan, yakni dengan meningkatkan nilai hasil produksi.

baca juga

Menurut keponakan KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) ini, nelayan seharusnya tak lagi menjual hasil mentah, namun telah menjadikannya dalam bentuk olahan.

"Kami harus bekerja keras untuk memberikan nilai tambah hasil para nelayan. Caranya, bapaknya yang nangkap, ibunya memroses ke produk lain," ujar mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal ini.

Ia mencontohkan produk olahan ikan teripang. Untuk satu kilogram teripang basah, hanya dihargai sebesar tiga ribu rupiah. Harga ini jauh di bawah teripang yang telah diproses, yang mencapai Rp170-200 ribu perkilogramnya.

"Pengolahan hasil nelayan ini bisa dikembangkan oleh ibu-bu. Nantinya, bisa dijual dengan kemasan yang bagus." ujar Wakil Gubernur Jatim non aktif ini.

Di dalam meningkatkan nilai jual produk tersebut, Gus Ipul ingin menumbuhkan semangat para nelayan untuk menjadi wirausaha, tak sekadar sebagai pencari ikan semata.

"Kami ingin menumbuhkembangkan jiwa wirausaha di kalangan keluarga nelayan. Anak nelayan akan kami bimbing menjadi pengusaha dengan menciptakan pasar," urai Wakil Gubernur Jatim dua periode ini.

Untuk mewujudkan hal ini, pihaknya akan melakukan beberapa langkah. Pertama, ia akan memberikan pelatihan dan pendampingan untuk meningkat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Kedua, pihaknya juga akan menyediakan permodalan dengan bunga yang sangat murah.

"Ketiga, kami akan melakukan riset pasar untuk memahami apa yang dibutuhkan oleh pasar. Pasar biasanya membutuhkan barang tertentu dengan kualitas tertentu," ujarnya.

"Sebab, yang jadi masalah sebenarnya adalah pasar serta bagaimana memproduksi sesuatu sesuai dengan apa yang dimau pasar," jelas kandidat yang akan berpasangan dengan cawagub Puti Guntur Soekarno ini.

"Pada intinya, kami ingin ekonomi nelayan ditingkatkan melalui pemberdayaan ekonomi perempuan serta dengan mendatangkan teknologi," pungkasnya.(Achmad Ali)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Komnas HAM: Pilkada 2018 Jangan Pandang Perbedaan Etnis dan Agama

Komnas HAM: Pilkada 2018 Jangan Pandang Perbedaan Etnis dan Agama

News | Rabu, 28 Februari 2018 | 17:57 WIB

Bawaslu: Calon Petahana Berpotensi Gunakan APBD di Pilkada 2018

Bawaslu: Calon Petahana Berpotensi Gunakan APBD di Pilkada 2018

News | Minggu, 25 Februari 2018 | 13:51 WIB

8 Wilayah Ini Jadi Fokus Pemantauan Komnas HAM di Pilkada 2018

8 Wilayah Ini Jadi Fokus Pemantauan Komnas HAM di Pilkada 2018

News | Jum'at, 23 Februari 2018 | 08:42 WIB

Komnas HAM Catat Potensi Diskriminasi dan Intoleransi di Pilkada

Komnas HAM Catat Potensi Diskriminasi dan Intoleransi di Pilkada

News | Kamis, 22 Februari 2018 | 15:03 WIB

Kemendagri Gelar Rakornas Cegah Korupsi di Pilkada 2018

Kemendagri Gelar Rakornas Cegah Korupsi di Pilkada 2018

News | Selasa, 20 Februari 2018 | 11:52 WIB

Terkini

Review The Lament of Autumn: Romansa Era Republikan yang Berakhir Tragis

Review The Lament of Autumn: Romansa Era Republikan yang Berakhir Tragis

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 11:30 WIB

PSW UGM Minta Pembalut Bebas PPN 11 Persen: Kebutuhan Sanitasi, Bukan Barang Mewah

PSW UGM Minta Pembalut Bebas PPN 11 Persen: Kebutuhan Sanitasi, Bukan Barang Mewah

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:28 WIB

Heboh 7 Polisi Dimutasi Usai Ciduk Anggota DPRD Nyabu, Gerindra: Kami Dengar Mereka Minta Uang

Heboh 7 Polisi Dimutasi Usai Ciduk Anggota DPRD Nyabu, Gerindra: Kami Dengar Mereka Minta Uang

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:25 WIB

Pajak Pembayaran Digital: Negara Jangan Bikin Rakyat Makin Waswas

Pajak Pembayaran Digital: Negara Jangan Bikin Rakyat Makin Waswas

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 11:20 WIB

Stevia Beeru Diduga Mengandung Pemanis Buatan, BPOM Turun Tangan Uji Laboratorium

Stevia Beeru Diduga Mengandung Pemanis Buatan, BPOM Turun Tangan Uji Laboratorium

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:17 WIB

Siapa Ferry Boboho? Saksi Kunci yang Buka-bukaan di Sidang Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Siapa Ferry Boboho? Saksi Kunci yang Buka-bukaan di Sidang Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:14 WIB

Donald Trump Isyaratkan Kesepakatan Damai dengan Iran Jelang Pemilu Sela AS

Donald Trump Isyaratkan Kesepakatan Damai dengan Iran Jelang Pemilu Sela AS

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:13 WIB

Kemenkeu Optimistis Kejar Pertumbuhan 6% Lewat Kebijakan Fiskal Terukur

Kemenkeu Optimistis Kejar Pertumbuhan 6% Lewat Kebijakan Fiskal Terukur

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 11:11 WIB

Pendaftaran MagangHub Batch 3 Ditutup 4 November 2026, Ini Jadwal Seleksinya

Pendaftaran MagangHub Batch 3 Ditutup 4 November 2026, Ini Jadwal Seleksinya

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:09 WIB

Minyak Zaitun Mustika Ratu Bisa untuk Bersihkan Makeup? Kenali Manfaatnya

Minyak Zaitun Mustika Ratu Bisa untuk Bersihkan Makeup? Kenali Manfaatnya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 11:07 WIB

×